Monday, January 7, 2019

2019: Melanjutkan Apa Apa Yang Telah Dimulai


Saya tidak mau ngoyo di tahun 2019 ini, tidak mau juga terlalu keras dengan diri sendiri. Tapi satu yang pasti semuanya harus terencana. Jika di tengah perjalanan rencana itu gagal atau tidak berakhir sebagaimana mestinya setidaknya saya telah melalui prosesnya. Saya selalu meyakini bahwa proses itu lebih penting, banyak hal baru yang bisa diambil saat mengalami sebuah proses. Hal itu bisa menjadikan kita lebih mawas diri, lebih peka dan kuat.

Sunday, December 30, 2018

Terima Kasih 2018


Wah tidak terasa kalau hari ini adalah hari terakhir di tahun 2018, 31 Desember. Seperti kebiasaan saya di tahun-tahun lalu kali ini saya juga akan menuliskan highlight memori yang terjadi dalam hidup saya di tahun 2018.

Thursday, December 20, 2018

Kok Kamu Gemukan?


KOK KAMU GEMUKANCoba ngacung siapa yang sering dapat komentar kayak gini. Gimana rasanya? ~ kayaknya beragam sih ya, ada yang senang, ada yang sedih, ada yang sebel, ada yang marah.

Saya akhir-akhir ini sering nih dapat komentar kayak gini. Kalau lagi good mood sih bisa saya kasi senyuman sumringah dan mengomentari dengan senang hati. Tapi kalau lagi bad mood waw ku bisa jadi langsung kasi senyum sinis nan menyeringai macam mau nerkam, atau kujutekin itu orang yang komen, atau langsung ku komentarin balik itu badannya, biar adil body shamingnya ~ bodo amat *ketawajahat*.

Monday, November 12, 2018

#MarriedLife: Cemburu?


Saya pernah cemburu nggak sama pak suami? Iya pernahlah. Masih normal nih, masih bisa ngerasain cemburu. Lagian siapa sih yang nggak pernah cemburu?

Monday, November 5, 2018

Cara Mulai Nge-Blog



Banyak yang menyampaikan ke saya, ajarin ngeblog dong, ajarin nulis dong. Nah di postingan kali ini saya mau ngasitahu caranya nih. Simak yaaa

Jadi kalau mau ngeblog YA BIKINLAH DULU BLOGNYA … hahaha. Noh ampe saya capslock dan bold. Sama sih dengan yang mau belajar nulis, YA MULAI NULIS DONG. Tidak ada jawaban lain gaes. First thing first yang harus kalian lakukan kalau mau ngeblog dan nulis ya ayo dimulai. Gimana mau ngeblog kalau blognya saja nggak punya, gimana mau nulis kalau nggak mulai-mulai nulis.

Thursday, October 4, 2018

#MarriedLife: Merawat Cinta


Terima kasih atas usahamu untuk selalu membuat kita nyaman
Terima kasih atas senyum manis di setiap lelahmu
Terima kasih atas obrolan-obrolan berharga kita
Terima kasih atas humor-humor garing yang memunculkan tawa lebar
Terima kasih atas ciuman selamat pagi yang memberi semangat
Terima kasih untuk genggaman tangan yang menguatkan
Terima kasih atas pelukan yang menghangatkan
Terima kasih untuk telinga yang selalu mau mendengar
Terima kasih untuk semuanya.

Friday, September 28, 2018

Merekam Momen Terbaik Di 2018



Di Suatu siang saya iseng bertanya kepada pak suami tentang momen terbaiknya di tahun 2018 ini. Setidaknya sampai bulan September ini. Tanpa saya duga dia punya jawaban yang sama dengan saya. Pak suami mengatakan momen terbaik baginya di tahun 2018 adalah momen lebaran dan ketika kami liburan ke Bali bulan Juli lalu. Persis seperti apa yang saya rasakan. Sayapun menjadikan dua momen tersebut adalah yang terbaik di sepanjang 2018 ini.

Thursday, September 27, 2018

Inspirasi Bekal Pak Suami #BekalNyonyaFatih


Entah mulai sejak kapan saya jadi rajin bikin bekal buat pak suami. Tapi saya ingat saya pernah bertekad dalam hati untuk menyiapkan bekal untuk pak suami, sebisa saya. Dulu ketika pak suami masih sering dinas ke Bandara saya sering kepikiran dia makannya apa ya di sana. Masak tiap hari mau makan nasi bungkus sih, yang belum tentu bersih dan sehat. Belum lagi kalau pak suami mager males keluar cari makan hingga makan siangnya jadi molor dan bikin dia nggak enak badan.

Friday, September 21, 2018

Dear Mahasiswa Baru


Saya tahu bagaimana rasanya jadi mahasiswa baru, campur aduk. Bersemangat, tapi minder. Ingin tahu tapi takut salah. Berani sekaligus takut. Excited sekali yang jelas. Rasanya bahagia akhirnya lepas dari bangku sekolah, lepas dari baju seragam, lepas dari pe-er pe-er. Padahal ternyata tugas sebagai mahasiswa jauh lebih besar dibandingkan sekedar pe-er matematika. Merasa lebih dewasa menjadi mahasiswa, di situlah tanggung jawab semakin besar untuk dipikul. Meski begitu kehidupan kampus selalu menyenangkan untuk dinikmati. Ruang ekspresi diri telah terbuka seluas-luasnya. Menjadi mahasiswa telah membuka jalan bagimu untuk belajar apa saja. Belajar tentang hidup!

Friday, August 24, 2018

Gempabumi Dan Hal-Hal Penting Yang Harus Diketahui

foto by @fathulrakhman, edit by me
Gempabumi itu seperti cinta, datangnya tiba-tiba, ketika pergi meninggalkan luka
Saya sebenarnya agak malas membahas tentang gempabumi di saat seperti ini, apalagi kalau harus dilempar ke khalayak umum. Teman-teman di Lombok pasti sudah tahu kalau huru hara terkait gempabumi ini merajalela. Berita-berita tentang gempabumi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan muncul bagai jamur di musim penghujan. Muncul para ahli gempabumi baru, semua orang berkomentar tentang gempabumi. Sebagian lagi masih ada yang berusaha meluruskan informasi dan membuat analisis sesuai teori dan fakta untuk meredakan keresahan masyarakat.

Thursday, August 16, 2018

Pegawai Teladan


Kalau saya diminta untuk memberikan anugerah pegawai teladan kepada siapa, maka saya akan menganugerahkannya kepada Bapak.
***
Di obrolan telepon yang ke sekian dengan Ibuk saya pasti menanyakan juga bagaimana kabar Bapak hari itu, sudah baikankah karena beberapa hari tidak enak badan. Kemudian saya lanjutkan dengan pertanyaan apakah Bapak masuk kantor atau tidak. Ibuk menjawab tentu saja masuk, memangnya kapan sih Bapakmu nggak masuk kantor, taulah Bapakmu rajin sekali. Kami tertawa, tanda setuju.

Tuesday, August 14, 2018

Merasa Cukup


“Timak luek bedoem pade harte bende laguk amal jariah doang yak tejauk”
Kalimat tersebut dilontarkan oleh seorang nenek di kampung Bapak mertua saya, Lombok Tengah. Ketika gempa dengan kekuatan 7 SR menghantam daratan Lombok. Saya termenung lama mendengar kalimatnya.

Tuesday, July 31, 2018

#MarriedLife: Ketika Pasangan Sakit


Kehidupan setelah pernikahan jelas jauh berbeda dibandingkan dengan ketika single. Ibaratnya ya kalau masih single mau ngapain aja terserah, mau hanya peduli dengan diri sendiri juga nggak ada yang larang. Kalau sakit tinggal bilang ke Ibuk atau orang tua, tinggal manja-manjaan sama Ibuk. Yess, cukup minta dibelai-belai sama Ibuk rasanya langsung sembuh. Ya nggak sih?