Tuesday, February 11, 2020

#MarriedLife: Pregnancy Story - Kelas Prenatal Yoga


Bisa dikatakan bahwa yoga bukanlah sesuatu yang baru bagi saya. Sebelum hamil saya sering senam yoga di studio senam dekat rumah. Yah walaupun nggak rajin rajin banget. Tapi minimal tahu gerakan gerakan dasarnya. Paham kalau yoga itu menggunakan badan sendiri sebagai beban. Pertama kali ikut, waaah jangan ditanya rasa pedesnya kayak apa ni badan. Sampai cenut cenut euy. Mau nggak mau ya harus diulang lagi senam yoganya supaya sakit badannya hilang. Tapi lama kelamaan enjoy juga. Soalnya yoga kan nggak terlalu banyak gerak, tapi keringat bercucuran mengalir deras. Asalkan pinter ngatur nafas. Otot otot badan juga jadi lebih lentur, nggak kaku kaku amatlah. Body language jadi lebih oke.

Setelah tahu bahwa saya hamil maka saya sudah tidak pernah datang lagi ke studio senam buat olahraga. Gimana mau olahraga kalau di trimester pertama saya mual muntah parah. Bawaannya lemes tak karuan, mager dan pusing...huhu. Beruntung secara keseluruhan saya sehat dan adek bayi dalam perut juga sehat. Alhamdulillah. Dalam hati saya berjanji pada diri sendiri kalau saya akan mencoba yoga untuk ibu hamil jika kehamilan saya sudah cukup umur untuk melakukannya. Saya memilih untuk mencoba prenatal yoga atau yoga hamil karena saya ingin agar badan saya lebih siap untuk bekerja pada saat persalinan. Ingin agar badan saya lebih lentur dan kuat. Sederhananya sih supaya lebih sehat dalam menghadapi persalinan.

Memasuki trimester ketiga setelah kepala bayi sudah turun ke bawah dan dokter juga telah mengizinkan maka mulailah saya melakukan prenatal yoga. Awalnya saya melakukan yoga di rumah, berbekal video video prenatal yoga yang saya peroleh dari YouTube. Banyak video prenatal yoga yang dapat diikuti. Adek bayi seringkali aktif bergerak tiap kali saya mengajaknya yoga. Bikin happy!

Untuk mencari suasana baru saya mencoba mengikuti kelas prenatal yoga di @parenting_yogaformom yang diasuh oleh dr. Kiki seorang dokter yang juga pengajar prenatal yoga tersertifikasi. Ini adalah tempat yang sama dengan tempat yang mengadakan kelas persiapan menyusui yang pernah saya ikuti. Cerita tentang kelas persiapan menyusui ada di sini ya.

Happy banget ikut kelas prenatal yoga ini. Saya mendapatkan insight baru tentang bagaimana memandang proses melahirkan. Bahwa proses melahirkan sesungguhnya adalah proses sakral, proses perjalanan religi perempuan dengan Tuhannya. Proses yang pasti akan mampu dilewati oleh seorang perempuan. Perempuan terlahir dengan kekuatan untuk bisa mengandung, melahirkan sampai menyusui anaknya. Tinggal bagaimana Kita memberdayakan diri untuk lebih siap menghadapi itu semua. Di kelas ini, saya juga mendapatkan ilmu tentang bagaimana mengatur nafas, melatih kekuatan otot otot yang akan bekerja saat persalinan, berkomunikasi dengan janin, menghirup sebanyak mungkin energi positif yang semuanya itu akan sangat bermanfaat bagi ibu hamil. 

Saya juga bertemu dengan ibu ibu hamil lainnya. Kami saling bertukar cerita dan pengalaman. Dari pengalaman ibu ibu tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa masing masing ibu hamil merasakan pengalaman melahirkan yang berbeda beda. Ada yang lancar bayinya langsung keluar dengan hanya dilalui sedikit mules, ada yang harus diberikan perangsang, ada yang nggak mempan dikasi perangsang dan harus dioperasi, ada yang pendarahan dulu, dan lain lain. 

Kita harus memahami bahwa bayi itu cerdas, dia akan memilih jalannya sendiri untuk lahir. Ibu hanya bersiap siap, memberdayakan diri sebaik mungkin agar dapat menjalani persalinan yang minim trauma. Saya pribadi memasrahkan diri, jika nanti ada indikasi medis yang membuat saya harus operasi juga siap. Yang terpenting adalah keselamatan ibu dan bayi. Iyaaa kaaan :)) 

Yuk, ikut prenatal yoga!

Much Love
A.