Saturday, September 5, 2020

Selamat Datang Angka Tiga

Untukmu perempuan yang baru saja menjadi Ibu. Selamat sudah bertumbuh sejauh ini. Selamat sudah belajar banyak hal, dan akan terus begitu.

Jatah hidup berkurang, semoga menjadi pengingat bahwa bekal abadi harus terus ditingkatkan. Selamat datang di umur yang baru dengan keseruan yang menggebu, Yang kadang exhausting, menggembirakan, bikin sedih.... Tapi yang pasti semuanya penting.

Terimakasih waktu, terimakasih hidup

Selamat ulang tahun.

***

Postingan ini mungkin lewat banget dari Bulan kelahiran saya, Juli. Tapi rasa rasanya tidak mengapa, yang penting masih di tahun yang sama kaan. Sudah menjadi kebiasaan saya setiap ulang tahun melakukan refleksi dan menuliskannya di sini. Maka postingan ini pun jelas jelas akan berisi refleksi saya atas usia yang bertambah lagi di tahun ini. 

Saya ingat sekali, dulu ketika saya akan memasuki usia kepala dua saya galau. Waduh pikirannya segala macam, berasa tua dan seperti mengamini akan adanya life crisis di usia dua puluhan. Galau nggak akan bisa menjalani usia dua puluhan dengan baik, galau nggak jadi seperti yang diinginkan. Takut.

Tapi ternyata tidak begitu dengan menyambut datangnya angka tiga. Saya merasa sangat full of happiness. Saya merasa siap, merasa lebih mindful, merasa lebih lega. Senang. Tidak lagi galau. Kalau dipikir pikir saya melewati banyak hal menarik selama usia dua puluhan, satu dekade yang lalu. Yang tentu saja bukan hanya perihal yang menyenangkan tapi juga sedih, tangis, kecewa, marah, gelisah, haru, juga tawa. Dan ternyata itu semua membentuk saya hari ini. Banyak kejadian, pertemuan, perpisahan, pemikiran yang mempengaruhi apa apa yang saya lakukan saat ini. Rasanya saya harus berterima kasih karena saya menjadi lebih baik kini. 

Alhamdulillah, Puji syukur di usia tiga puluh tahun ini saya dikelilingi oleh orang orang yang saya sayangi. Ada Pak suami yang jadi partner terbaik. Lelaki yang open minded, sabar, penuh tanggung jawab, dan penuh cinta kasih. Juga ada Katya yang dianugerahkan Allah kepada kami benar benar di saat kami siap. Bayi cantik, manis nan menggemaskan. Katya mengubah cara pandang saya terhadap segala hal. Ia membuat saya punya semangat untuk terus belajar. Saya sangat berbahagia dengan kehadiran Katya. 

Kini saya merasa lebih lega, karena sudah lebih paham bahwa hidup ya begitu, memang kadang di atas kadang di bawah. Kadang senang, kadang sedih. Kadang kurang, kadang cukup. Yang harus diingat adalah jauhkan penyakit hati. Jangan sombong, iri dengki, takabbur. Nanti kena batunya. Juga saya menyadari kalau apapun yang kita perbuat selalu akan ada orang yang berkomentar, bahkan tidak suka. Jadi chill aja, santai, jangan dipikirin nanti pusing. Jangan cari penyakitlah pokoknya. Soalnya hari gini kadang ada aja orang orang yang hobinya nyinyir dan menebar aura negatif. Kan serem ya. 

Hal paling penting yang saya sadari adalah bahwa keluarga adalah selalu menjadi tempat kita kembali. Hanya keluarga yang akan selalu ada. Bukan teman. Apalagi kalau usia sudah bertambah teman akan semakin sedikit. Karena yaah, lingkaran pertemanan memang harus difilter. 

***

Saya berharap semoga saya menjadi pribadi yang semakin baik. Setidaknya bermacam peran yang melekat pada saya saat ini bisa saya jalankan dengan baik. Diberi sehat jiwa dan raga. Rejeki yang berkah. Ilmu yang bermanfaat. Dengan berkurangnya jatah umur saya semoga jadi pengingat untuk meningkatkan bekal abadi :)) 

Much Love!

A.