Monday, April 28, 2014

Deutschkurs, Teman baru

Deutschkurs artinya kursus bahasa Jerman

Saat ini saya mengambil kursus bahasa Jerman di Pusat Studi Jerman UGM. Baru level 1, hehe....mengapa Jerman? Karena saya suka dengan negaranya, jadi saya tertarik untuk belajar bahasanya, belajar bahasa berarti belajar budayanya juga, jadi plus-plus deh. Selain itu suatu saat saya ingin belajar ke Jerman, jadi tidak ada salahnya mulai dengan belajar bahasanya kan J

Kesibukan kuliah dan ditambah dengan kursus inilah yang membuat saya rada-rada ngadat mengisi blog ini, hehe (alasan aja)

Tapi bukan itu yang ingin saya bahas. Saya ingin menceritakan sedikit tentang kelas bahasa Jerman saya. Mengambil kesibukan yang lain berarti menambah teman, sama halnya dengan di kelas Jerman ini, saya bertemu teman-teman baru. Di kelas kami ber-16, rata-rata mahasiswa S1.

Teman-teman baru saya ada Meutia, gadis cantik asal Aceh mahasiswi kedokteran UGM. Yang kedua adalah Intan, mahasiswi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik UGM, dia agak pendiam kayaknya. Berikutnya ada Tio, dia cowok asal Lampung mahasiswa tingkat akhir jurusan kimia UGM, dia teman ngobrol pertama saya di kelas. Kemudian ada mba Golda, mba cantik ini adalah seorang dokter sekaligus peneliti vaksin di RSP Sardjito, lulusan fakultas kedokteran UGM, bisa dapat konsultasi gratis dari mba Golda..haha. Ada juga si Hakim, mahasiswa teknik fisika UGM semester 2, dia tipe yang serius sepertinya. Terus ada si Ayip, saya lupa Ayip jurusan apa dan semester berapa. Lalu, ada mba Fani, dia adalah lulusan manajemen UGM dan sekarang bekerja di Angkasa Pura Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.

Selanjutnya ada Anggi dan Rina, mereka dari jurusan kimia UGM semester 2, mereka sepertinya sahabat baik karena selalu datang dan pulang bersama, dan selalu duduk berdampingan. Kemudian ada mas Teddy , dia mahasiswa S3 teknik elektro UGM sekaligus mahasiswa S2 sastra inggris UGM, owh man kalian bisa bayangkan bagaimana dia melakukan kuliahnya? Dan dia sangat suka belajar bahasa, selain mempelajari bahasa Inggris dan bahasa Jerman, dia juga mempelajari bahasa Korea. Berikutnya ada Valya, gadis manis asal Surabaya ini mahasiswi UGM jurusan matematika dan baru semester 2, Valya sebelumnya pernah mengambil kursus bahasa Jerman, namun katanya dia sudah lupa maka dia ikut kursus bahasa Jerman lagi dengan level yang sama. Selain itu ada Fara, mahasiswi UGM juga tapi saya lupa jurusan apa. Kemudian ada Era, cewek berkacamata ini mahasiswi UGM jurusan matematika tingkat akhir asal Jakarta, dia orang yang supel. Berikutnya ada Theodora, dia ada di jurusan yang sama dengan Era dan mereka seangkatan. Terus ada Vanda, dia adalah mahasiswi hubungan internasional UGM, dia termasuk anak yang paling cepat menangkap pelajaran di kelas kursus bahasa Jerman kami. Yang terakhir ada Irene, yups Irene teman kelas saya di kuliah dan juga di kelas kursus bahasa Jerman, kami sama-sama menyukai Jerman dan berharap suatu saat kami akan mengunjungi Jerman J

Kelas bahasa Jerman menjadi lebih seru karena adanya teman-teman dan tutor kami yang lucu dan sangat membantu kami dalam memahami pelajaran, sesekali ada native Jerman yang mengajar di kelas kami. Saya selalu senang mendengar para native Jerman itu menggunakan bahasa ibu mereka, bahasa Jerman, ada sensasi tersendiri ketika mendengarnya.

:)

 

Friday, March 21, 2014

My Small Dreams

This is my small dreams that I had written for Youth Competition for Disaster Education :)

As a young woman who care with the environment and living in the country with a huge potential for natural disasters, I have a dream to make a better disaster and spatial management for Indonesia. This is because Indonesia still not good at disaster management while the spatial management is still a mess. Especially in my original place, Province of Nusa Tenggara Barat, as compared with other province in Indonesia, the disaster management of Nusa Tenggara Barat is so far behind.

I want to work as a lecturer and a researcher in the field which mainly concentrate on earthquake disaster management  and geosciences. That way I can apply the knowledge and technology that I learned not only in laboratory but moreover could be applied in the communities. I want to make people aware that there are natural disasters around places  we live and thus we should be able to deal with it. I think nowadays there is should be a shift in people’s thought which usually not think about the risk of natural disasters to be more prepared in dealing with it.  In addition, I have a dream to continue my study to the PhD level in Germany. I want to learn more about geophysical, geo-information and conduct a research in the state that strongly support the development of geosciences as in Germany.

I am a person who loves to write, I hope someday my writings could be published into a book, either in the form of fiction or science. It  must be very nice seeing my name on the cover of the book. In addition, I would like to write a book about disaster education specifically for children, using the language of the children so that they can easily read and enjoy, because children are the groups that most vulnerable to natural hazards. With the disaster education books for children, they are expected to know much more about the natural disasters around them and gain knowledge about natural disasters from an early age as well as increasing their reading passion.

Have free reading and learning parks for the children and the community are also one of my dreams. Because I see children’s enthuasism in reading is still lacking and there are still many illiteracy among the elderly, especially in Nusa Tenggara Barat. I hope with the existing of a reading and learning park could facilitate the children to enjoy reading and at the same time  help the government in eradicating illiteracy.

To fulfill my dreams and expectation, I choose to keep learning, reading books and discussing. Also joining student organizations to enhance skills in organizing and socializing. Other than that, I also add my experience by attending various activities to increase knowledge and expand my network which of course could support my participation in society one day.

Thursday, March 20, 2014

Jadian 6 Bulan

Judul               : Jadian 6 Bulan

Penulis             : Rhein Fathia

Halaman          : 190 Hal.

Penerbit           : DAR! Mizan

Buku ini berlatar belakang kehidupan remaja SMA, tentang kisah cinta. Kisah antara Tiara dengan Rio. Tiara dan Rio adalah anak SMA kelas XI, bersekolah di SMA yang sama, SMA Negeri 1 Bogor. Kehebohan yang menggemparkan seisi sekolah terjadi lantaran Tiara dan Rio jadian. Ya mereka jadian, status pacaran. Jadian mereka menjadi heboh karena latar belakang mereka yang sangat berbeda. Tiara sang gadis cantik, seorang jilbaber, aktivis Rohis, sedangkan Rio seorang bintang basket dan dipuja banyak gadis-gadis, dan dia sering dekat dengan cewek-cewek itu walaupun tidak pernah berpacaran dengan mereka.

Berita jadiannya mereka, menyebar dengan cepat ke penjuru sekolah. Banyak yang tidak menyangka kalau mereka akan jadian. Banyak yang menghujat terutama cewe-cewek yang dulunya naksir Rio atau pernah dekat dengan Rio, mereka menyindir Tiara sebagai cewek munafik. Teman-teman Tiara sesama aktivis Rohis pun tak kalah kaget, mereka mengejar penjelasan Tiara, namun Tiara belum bisa memberikan penjelasannya karena ia pikir belum waktunya.

Rio nembak Tiara jadi pacarnya karena tantangan dari teman-temannya sesama tim basket. Tiara dipilih sebagai tantangan karena Tiara adalah cewek yang tidak pernah pacaran sekalipun dan dia tidak mudah disentuh. Ternyata Tiara pun memiliki misi tersendiri mengapa ia mau jadian dengan Rio. Tiara ingin melaksanakan dakwah, ingin mengetahui lebih dalam tentang kehidupan para remaja yang maish jauh dengan ajaran Islam, sehingga dapat mengetahui cara berdakwah terbaik dalam dunia mereka.

Setelah mereka jadian, yang terjadi adalah Rio jadi beneran naksir Tiara. Ketika itu muncullah Shendi kakak Rio yang juga adalah cowok yang ditaksir Tiara, karena kesholehannya. Dan ternyata Shendi pun diam-diam menaruh hati pada Tiara. Namun mereka sama-sama memilih untuk mengubur perasaan masing-masing. Shendi pun memilih mengalah demi adik satu-satunya, karena ia melihat Rio berubah semakin baik setelah dekat dengan Tiara.

Rio jatuh cinta pada Tiara. Jatuh hati pada ketegasan, tutur lembut, dan pesona Tiara. Tiara ternyata mampu menjadikan Rio jadi lebih baik dan lebih dekat dengan Islam. Pada bulan ke enam Rio memutuskan hubungannya dengan Tiara, karena Rio telah sadar bahwa sebaik-baik Cinta hanya untuk Allah.

“Cinta bukanlah permainan. Apa pun alasannya, Cinta bukanlah sarana pertaruhan gengsi.”

Saya membaca buku ini hanya dalam waktu semalam, selain tipis namun juga lebih karena penasaran dengan kisah Tiara dan Rio selanjutnya membuat tidak bisa berhenti. Sampul novel ini keren, kece abis deh, remaja banget. Termasuk telat juga baru bisa baca novel ini sekarang (kemarin kemana aja neng :D).

Di novel ini Rhein Fathia sukses menyebarkan dakwah islam dengan tidak menggurui. Alur di novel ini mengalir dengan baik dan sangat pas. Walaupun Rhein Fathia masih muda namun dia peduli dengan para remaja dan selalu ada dakwah islam di dalam novel-novelnya, ini sesuatu yang spesial menurut saya.

Novel ini harus dibaca oleh remaja-remaja yang sedang bertumbuh, agar kau tahu bahwa cinta itu bukanlah suatu permainan. Untuk orang-orang yang peduli dengan generasi penerus. Novel ini media yang bagus untuk memberi pelajaran kepada para remaja aturan tentang hubungan laki-laki dan perempuan, tentang pacaran dalam islam.

Dapatkan novel ini di toko-toko buku. Buku ini telah di re-publish tahun 2013, setelah sebelumnya pertama kali terbit di tahun 2005

Memang benar seperti komentar Benny Rhamdani (penulis serial Kelas Ajaib), saya juga akan mengatakan demikian:

“Ceritanya seru, bikin penasaran. Baca sampai habis!”

Gambar

Monday, March 10, 2014

Selamat Ulang Tahun Adek

Happy Birthday My Litle Brother :)

Hari ini tanggal 11 Maret adek saya yang paling kecil berulang tahun. Tanggal kelahiran yang selalu dibanggakan oleh Bapak karena mengingatkan pada surat perintah 11 Maret. Mungkin adek suatu saat akan membaca tulisan ini.

Melalui tulisan ini kakak mau mengucapkan selamat ulang tahun. Semua doa terbaik buatmu. Semoga adek terus tumbuh menjadi anak yang sholeh dan pintar. Tumbuh menjadi anak yang bebas dengan semua cita-cita yang kau inginkan. Menjadi permata hati yang selalu menghibur, yang menggugurkan semua lelah dan gundah. Menjadi cahaya yang akan menerangi dirimu, orang-orang disekitarmu dan lingkunganmu. Seperti namamu, nama kebanggaan yang diberikan Ibuk dan Bapak. Semoga kau tumbuh menjadi orang yang bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa.

Selamat ulang tahun adek Marsudi Nurfiahadi :)

Sudah berapa buku yang kau baca bulan ini?

Sudah berapa buku yang kau baca bulan ini?

Sebenarnya pertanyaan itu saya tujukan lebih kepada diri sendiri. Yaaa...sebagai pengingat, berapa buku yang sudah saya baca bulan ini. Baiklah saya mau mengakui bahwa bulan ini baru menghabiskan satu buku, hanya satu T,T . Padahal ada tiga buku baru yang saya sudah saya beli bulan lalu yang belum selesai dibaca.

Entah kenapa saya lebih memilih menghabiskan membaca Sokola Rimba yang saya pinjam dari seorang teman daripada melanjutkan membaca buku yang telah saya beli. Memang sih kebanyakan saya akan menghabiskan membaca buku yang saya pinjam dari teman atau perpustakaan (kecuali buku kuliah,,,,haha), karena harus segera dikembalikan.

Diantara ketiga buku yang telah saya beli, salah satunya adalah buku Haruki Murakami yang berjudul 1Q48. Awalnya saya memang penasaran dengan buku ini, terlebih karena ingin mengetahui gaya menulisnya Murakami karena banyak sekali yang menyebut-nyebut penulis asal Jepang ini. Namun ketika telah dibeli dan saya perhatikan ternyata bukunya tebal, padahal itu baru buku 1Q48 edisi ke-3 --" . Jadi saya mengalami sebuah dilema antara penasaran ingin tahu isinya namun juga masih mengumpulkan energi untuk menyentuh dan membukanya *lebay ..... haha

Selain itu buku kuliah dan jurnal-jurnal menanti untuk dibaca dan dipahami.

Baiklah, harus semangat membaca

Selamat membaca :)

Thursday, February 20, 2014

Dari Paulo Coelho

Salah satu tulisan dalam buku "Kitab Suci Kesatria Cahaya"

*Setiap kesatria cahaya pernah merasa takut untuk terjun ke medan tempur.

Setiap kesatria cahaya pernah, di masa lalu, membohongi atau mengkhianati seseorang.

Setiap kesatria cahaya pernah melangkahkan kaki di jalan yang bukan jalannya.

Setiap kesatria cahaya pernah menderita karena alasan-alasan yang paling sepele.

Setiap kesatria cahaya pernah, setidaknya sekali, meyakini bahwa dirinya bukanlah kesatria cahaya.

Setiap kesatria cahaya pernah gagal dalam menunaikan kewajiban-kewajiban spiritualnya.

Setiap kesatria cahaya pernah berkata "ya" ketika dia menginginkan "tidak".

Setiap kesatria cahaya pernah menyakiti seseorang yang dia sayangi.

Itulah sebabnya dia disebut kesatria cahaya, sebab dia telah melalui semua itu namun tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik daripada dirinya yang sekarang.

Monolog Matahari #1

Hari ini aku melihat sepasang burung terbang di kejauhan …….

Hai, perkenalkan namaku Matahari. Entah siapa yang pertama kali member nama itu padaku dan di setiap daerah yang lain mereka menyebutkan dalam kata yang lain dalam bahasa mereka. Ini cukup membingungkan awalnya, namun cukup membuatku tersenyum, setidaknya aku punya nama.

Aku ada di atas, ribuan kilometer jaraknya dari tanah yang biasa kalian pijak. Tida ada satupun dari kalian yang dapat menjangkauku ataupun menyentuhku, karena kalian akan hangus terbakar jika mencoba melakukannya. Bahkan sebelum benar-benar dekat denganku. Kalian akan hangus karena pijarku yang ribuan Kelvin panasnya.

Karena keberadaanku yang selalu di atas maka aku dapat menyaksikan apa yang terjadi di bawahku. Bagaimana anak-anak manusia beraktifitas. Menyaksikan belahan dunia porak poranda karena rusaknya alam. Menyaksikan belahan dunia yang lainnya tumbuh subur dan makmur. Meskipun aku tak bisa mengetahui yang tersembunyi, karena masih ada yang Maha Tinggi.

Ada kalanya aku memancarkan pijar yang begitu terang dan menyengat, dan ada kalanya juga aku enggan untuk bersinar dan awan membantuku bersembunyi. Sinar yang terang dan sinar yang redup selalu saja menghiasi hari-hariku. Membuat orang-orang di bawah sana mengucap syukur atau mengumpat kesal. Jarang yang senantiasa bersyukur atas apa yang terjadi di sekelilingnya. Apa itu memang sudah menjadi tabiat kalian?

Wednesday, February 12, 2014

*random

Hey...Hey....
Today my Professor say that "Don't undermind the small scene"

What do you think? ~~~~~~~

Thursday, January 23, 2014

Jika Kelak Kita Tidak Bertemu Lagi

Jika kelak kita tidak bertemu lagi, aku ingin kau mengingat hal-hal ini.
Entah...mungkin saja daftarnya akan terus bertambah :)
1. Aku ingin kamu ingat bagaimana saat kita pertama kali bertemu dan berkenalan
2. Aku ingin kamu ingat bagaimana kita menertawakan hal-hal bodoh dan konyol
3. Aku ingin kamu ingat diskusi-diskusi kita tentang hidup, tentang cita-cita
4. Aku ingin kamu ingat cerita-cerita tentang kampung halaman
5. Tetaplah bahagia dengan apa yang kau miliki

Tuesday, January 21, 2014

Stasiun: Mengantar Pergi, Menjemput Pulang

Sepagi ini ingatanku melayang ke suasana siang di sebuah stasiun kereta api ibukota. Siang itu stasiun sangat ramai. Ramai oleh orang-orang yang ingin bepergian, orang-orang yang sekedar transit untuk kemudian melanjutkan perjalanan, orang-orang yang bekerja di stasiun, orang-orang yang datang untuk menjemput pulang ataupun orang-orang yang hanya mengantar pergi. Ruang tunggu stasiun tidak lagi mampu memuat orang-orang itu, sehingga trotoar dan lantaipun menjadi tempat duduk. Begitu banyak orang, entah apa yang ada dalam masing-masing pikiran mereka.

Cuaca panas begitu menyengat, peluh mengalir deras. Matahari kala itu menunjukkan kekuatannya, kekuatan sinarnya. Padahal itu baru sinarnya saja, dan telah sanggup membuat manusia kepayahan karena panasnya. Mungkin semua orang merasakan gerah akibat cuaca siang hari itu. Begitupun aku.

Pemberangkatan keretaku masih beberapa jam lagi, jadi aku masih harus menunggu. Aku memilih duduk mengamati dan berkenalan dengan orang yang duduk di sebelahku. Ternyata banyak yang sedang menunggu, menunggu beberapa menit, beberapa jam, bahkan menunggu berhari-hari karena kehabisan tiket. Namun tak apa, mereka sanggup menunggu berhari-hari di stasiun untuk sampai di tempat kerja, rumah ataupun kampung halaman mereka.

Banyak yang berwajah cerah karena bertemu keluarga dan orang terkasih di stasiun, ada yang berwajah sedih harus berpisah, berwajah kusut karena kelelahan, dan berwajah gelisah karena terlalu lama menunggu. Ada yang berjalan santai, berjalan cepat dan terkadang berlari takut ketinggalan kereta.

Walaupun stasiun selalu ramai, namun orang-orang tidak akan pernah mau untuk tetap tinggal disana. Pada kenyataannya stasiun hanyalah tempat singgah. Tempat dimana orang-orang datang untuk menjemput pulang dan mengantar pergi.

Wednesday, January 8, 2014

Bogor: IPB, Kebun Raya dan Hujan

Bisa dikatakan kalau ini adalah late post, karena sudah kejadian seminggu yang lalu. Tapi enggak apa-apa kan, mohon dimaafkan …hehehe

Liburan akhir tahun lalu aku berkesempatan mengunjungi kota ini, Bogor. Sebelumnya tidak terbayangkan akan berkunjung kesana, namun karena ada kesempatan maka tidak aku sia-siakan.
Dari Jogja aku mencapai Bogor dengan kereta api, yang disambung dengan commuter line sampai stasiun Bogor, beruntung waktu itu hari libur dan masih pagi jadi commuter linenya tidak seramai pada jam kerja. Kamu hanya perlu membayar 4000 rupiah dan uang jaminan kartu 5000 rupiah untuk menikmati commuter line, dan distasiun tujuan kamu dapat menukarkan kartu jaminan dan uang jaminan kembali :D
Sampai di stasiun Bogor…..jeng….jeng…, yang aku lihat di depan stasiun berderet angkot-angkot berwarna hijau, yang menunggu penumpang. Menurutku ini sedikit luar biasa, sebelumnya aku tidak pernah melihat angkot berederet-deret begitu, kecuali di TV. Di kota domisiliku yang sekarang, Jogja, transportasi masa seperti angkot tidak ada. Masyarakat Bogor menjadi lebih mandiri dengan difasilitasi angkot sebagai alat transportasi mereka. Ongkos naik angkotnyapun termasuk murah.
Destinasi pertama yang ingin aku kunjungi di kota ini adalah kampusnya, yang jadi ikon Bogor, yap IPB. Entah mengapa jika mengunjungi suatu kota yang memiliki kampus yang terkenal, pertama kali aku pasti ingin berkunjung ke kampusnya. Ada yang bilang bahwa jika kamu mengunjungi suatu tempat maka pertama-tama kunjungilah masjid dan perpustakaannya. Maka itu juga yang aku lakukan, Alhamdulillah aku berkesempatan sholat di masjid IPB, yang sebelumnya hanya pernah mendengar namanya. Namun sayang sekali aku tidak mengunjungi perpustakaannya. IPB asri, kampus yang rindang dan hijau banyak tanaman disana yang akan membuatmu sejuk memandangnya. Mungkin karena huruf “P” –nya itu yang membuat ia memiliki banyak tanaman ….

Ikon kedua kota ini tentu saja Kebun Raya nya, yang ternyata memang “Raya”, kau butuh banyak waktu untuk berkeliling, mengelilingi setiap sudutnya dan mempelajari beraneka rupa tanaman yang ada disana.

Tidak sah rasanya ke Bogor tanpa ada hujan. Tiba-tiba hujan turun mengiringi kepergianku menuju tujuan selanjutnya. Benar katanya, hujan pasti akan turun dan hujan di Bogor itu beda, karena aku merasakan hujan di Bogor jatuh dengan penuh semangat dengan bulir-bulirnya yang bisa dikatakan tak biasa. Hujan di Bogor waktu itu seakan memperjelas bahwa Bogor memang kota Hujan.

Sampai bertemu Bogor

Tuesday, January 7, 2014

Unity in Diversity

We are unity in diversity

unity in diversity



Yogyakarta 2013 :)

a reminder

This is a reminder :)

"Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”

-Nyai Ontosoroh- dalam Bumi Manusia