Friday, February 26, 2016

#DAY2: Lubang Besar Di Muka Bumi Yang Terpampang Nyata

Di hari kedua Newmont Bootcamp kami dijadwalkan berkunjung ke divisi mining Newmont, kami akan belajar tentang proses pertambangan yang telah dilakukan Newmont. Sebelum memulai aktivitas kami sudah harus berada di Mess Hall pada jam 6 pagi. Mess Hall adalah semacam kantin tempat para karyawan Newmont makan. Semua orang yang berada di dalam Townsite Newmont berhak makan di tempat ini, tentu saja dengan memperlihatkan ID Card. Makanan di Mess Hall beragam banget, bisa kamu makan sepuasnya. Semua makanan ada label nama sekaligus peringatan apakah makanan tersebut baik untuk kamu makan dalam jumlah yang banyak atau tidak. Semua peralatan makanpun sangat terjaga kebersihannya. Hal ini demi menjaga kesehatan para karyawan Newmont.

Saya sedikit tahu tentang proses pertambangan dari sisi sebelum eksplorasi yang biasanya menggunakan metode geofisika dan geologi, #gara-gara belajar geofisika dan geologi di bangku kuliah. Setelah masa survei selesai barulah eksplorasi pertambangan dilakukan hingga ke proses dan penjualan, di dalamnya semakin banyak bidang ilmu yang berkecimpung seperti teknik pertambangan, teknik metalurgi, teknik kimia, ekonomi, dll. Saya masih bersemangat untuk mendengar penjelasan dari para ahli dan melihat langsung lokasi penambangan Newmont.

IMG-20160215-WA0025

*foto dari salah satu teman rombongan, lupa siapa yang foto..hehe


Presentasi tentang proses pertambangan di Batu Hijau disampaikan oleh pak Budianto seorang mining engineer dari divisi mining Newmont. Apa yang disampaikan oleh pak Budi lebih ke hal teknis dalam melakukan pertambangan, mulai dari struktur geologi wilayah, grand desain pertambangan, tentang fase pertambangan, proses penggalian dan pengangkutan batuan, pengontrolan sampai proses pengelolaan air tambang. Pengambilan bahan tambang menggunakan bahan peledak. Jangan buru-buru marah, bahan peledak yang digunakan masih dalam tahap aman kok, penggunaannya dengan izin resmi dari pemerintah dan telah diperhitungkan dengan teliti sebelumnya. Ketika melakukan peledakan juga dilakukan pengambilan data seismik yang bertujuan untuk mengontrol kekuatan dinding pit #metode seismik adalah salah satu metode geofisika lho.

Setelah mendengar sedikit penjelasan tentang proses pertambangan kami menuju pit penambangan Newmont. Pit adalah sebutan untuk lubang galian tempat penambangan dilakukan. Masuk ke area pit penambangan sangatlah ketat, kami harus melewati bagian security, kamu harus punya izin resmi untuk bisa masuk ke area pit. Tahukah kamu tidak semua pegawai Newmont yang pernah melihat pit penambangan. Jadi para peserta bootcamp kali ini adalah orang-orang yang beruntung bisa melihat pit penambangan secara langsung. Bisa foto-foto narsis lagi di sana #kelakuan. Setelah sampai di area terdekat dari pit, saya pribadi terpana. Terpana melihat lubang besar yang terpampang nyata di depan saya. Selama ini saya melihat lubang besar seperti itu hanya di buku-buku kuliah dan di internet. Sekarang saya melihatnya langsung. Lubang besar itu adalah hasil karya manusia, bukan bekas jatuhan meteor atau semacamnya. Betapa kuatnya manusia. Manusia dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Jika dipikirkan lebih dalam, lubang yang menurut saya besar tersebut masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan segala milik Alloh SWT. Manusia dan hasil karyanya masih setitik kecil di muka bumi ini.

IMG_20160215_105326

*moto sendiri


Di sekitar pit penambangan terdapat semacam gardu pandang yang disediakan sebagai tempat melihat pit dengan aman. Di gardu pandang pak Budi kembali memberikan penjelasan mengenai pit penambangan. Kami bebas bertanya kepada pak Budi dan bapak-bapak lain yang ikut bersama kami. Pit penambangan tersebut sekarang berdiameter 2,7 km dengan fase penambangan pada seperempat fase 6. Pit penambangan ini akan berakhir pada fase 7 dengan perkiraan diameter pada saat itu adalah 3 km. Saat ini elevasi lantai tambang terendah adalah -240 m dari permukaan laut. Material tambang yang diambil dari penambangan Newmont adalah tembaga, perak dan emas. Emas jumlahnya sangatlah kecil, material utamanya adalah tembaga. Jadi tidaklah benar jika selama ini Newmont menambang emas dalam jumlah yang besar apalagi menambang emas batangan #yakali bisa nambang emas batangan. Hal ini karena sudah menjadi sifatnya bahwa emas yang ada di perut bumi tidak pernah bergumpal-gumpal di satu tempat. Emas selalu berdekatan dengan tembaga. Jika kamu menambang tembaga, maka kamu kemungkinan bisa mendapatkan emas tetapi kadarnya sangat kecil. FYI, tembaga adalah mineral berharga yang menjadi bahan dasar beragam perlengkapan yang digunakan manusia abad ini. Kamu tidak akan bisa menggunakan listrik, wifi, smartphone, laptop, tv, mobil, pesawat, dll jika tidak ada tembaga.

IMG_20160215_115712

*difotoin pak Lalu Budi


Ada hal besar yang juga saya temukan di pit penambangan yaitu Haul Truck. Haul truck adalah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut material tambang dari pit penambangan menuju tempat pengumpulan untuk dikirim ke pabrik pemrosesan. Ini adalah kali pertama saya melihat haul truck yang tingginya saja mencapai 6 m dan mampu membawa beban sampai dengan 300 ton. Konon katanya kalau si haul truck menabrak sebuah mobil kecil seukuran sedan misalnya, maka tabrakan tersebut tidak akan dirasakan oleh si haul truck. Tiba-tiba aja itu mobil yang ditabrak udah gepeng dilindas si haul truck. Kita yang berada di area pit penambangan benar-benar harus berhati-hati karena banyak haul truck yang lalu lalang. Kelalaian karena tidak hati-hati akan berakibat fatal. Pengemudi haul truck haruslah orang yang benar-benar sehat secara fisik dan jasmani. Mereka yang menjadi pengemudi haul truck harus menjalani serangkaian tes dan training. Pengemudi haul truck di Newmont tidak hanya laki-laki tetapi ada juga pengemudi perempuan, salah satunya adalah mbak Ritawati yang biasa dipanggil Itot. She is so manly…haha.

IMG_20160215_111806

*moto sendiri


Di hari kedua kami juga berkunjung ke gedung simulator haul truck. Gedung ini menjadi tempat latihan bagi para peserta training untuk mengemudikan haul truck. Beberapa orang teman saya mencoba haul truck di ruang simulator. Ketika mencoba simulator maka keadaannya akan persis seperti kondisi di lapangan dan akan diberikan beberapa tantangan seperti kondisi saat hujan, jatuhan batu, kebakaran, dll.

Jalan-jalan ke pit penambangan kali ini menambah kesadaran bahwa kami hanyalah manusia-manusia yang baru memiliki sebagian kecil dari ilmu pengetahuan milik Alloh SWT.

 

Wednesday, February 24, 2016

#DAY1: Selamat Datang Di Pertambangan Batu Hijau Newmont Nusa Tenggara

Hari minggu (14/02/2016) lalu adalah hari yang saya tunggu-tunggu. Pasalnya hari itu saya akan bertemu dengan teman-teman baru dan akan melakukan perjalanan ke pertambangan Batu Hijau Newmont. Hari itu dimulai dengan kopi darat di Hotel Lombok Garden Mataram. Saya agak deg-degan sebenarnya hari itu, takut nggak bisa nyambung dengan teman-teman baru nantinya. Meskipun selama ini saya bisa menghandle keadaan ketika bertemu orang-orang baru. Teman-teman peserta Bootcamp dari Surabaya dan Jogja sudah ada di Lombok sejak sabtu dan menginap di Lombok Garden juga. Memasuki jam kopi darat, saya bergegas ke ruangan tempat kopdar berlangsung. Pertama kali saya bertemu dengan Wulan. Saya mengenal wajahnya karena sebelumnya berteman di facebook. Jadilah kami bertegur sapa. Awal yang baik batin saya. Tidak lama berselang datanglah teman-teman Bootcamp yang lain. Saya berkenalan dengan beberapa orang yaitu dengan Shouma, Rahel, Ikhsan, Satria, Mas Aan, dan Mas Putu. Mereka ramah-ramah dan kami langsung akrab. Satu senyuman dan jabatan tangan menjadi awal pertemanan kami.

Kopi darat diisi dengan sedikit ngobrol-ngobrol tentang pertambangan Newmont Nusa Tenggara. Disampaikan oleh pak Rubi dari divisi komunikasi, pak Ruli dari divisi lingkungan hidup, pak Jarot dari divisi CSR, dan pengalaman bootcamp batch sebelumnya yang disampaikan Subhan dan mas Danang. Mendengar cerita mereka membuat saya semakin penasaran dan excited.

Setelah makan siang dan sholat tibalah waktu bagi kamu untuk melakukan perjalanan dari Mataram menuju pelabuhan Kayangan. Sesampainya kami di Kayangan kami bertemu dengan teman-teman dari Jakarta yang sudah menunggu di sana. Semakin banyak orang-orang baru yang saya temui. Kami bertukar sapa dan senyum. Kami telah resmi berteman.

IMG-20160221-WA0009.jpg

*sumber foto: Kadek Dwika Yundarani


Sejak sampai di Kayanganpun banyak hal baru yang saya temukan tentang Newmont salah satunya adalah, ternyata Newmont memiliki kapal sendiri yang bertugas mengantarkan para pekerjanya dari Lombok ke Newmont dan sebaliknya. Namanya adalah kapal Tenggara Satu. Sebelum masuk ke ruang tunggu menuju tempat naik kapal, kita harus melewati pemeriksaan barang bawaan persis seperti ketika kamu mau chek in di Bandara. Semuanya berjalan dengan teratur, nggak ada ceritanya tuh desak-desakan rebutan buat naik kapal. Di Kayangan Newmont memiliki tempat khusus bagi kapal mereka dan penyebrangan ke Newmont tidaklah ke pelabuhan Poto Tano tetapi menuju Benete Port yang merupakan daerah paling dekat dengan Newmont yaitu di Kabupaten Sumbawa Barat. Naik kapal kali ini bukanlah pengalaman pertama saya, tetapi inilah pertama kalinya saya naik kapal dengan suasana yang menyenangkan, bersih dan nyaman, tidak membuat mabuk laut. Tentu saja hal ini membuat saya bisa menikmati perjalanan.

IMG-20160224-WA0036.jpg

*sumber foto: Jonathan Davin


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam kamipun tiba di tanah Samawa. Ini bukan pertama kalinya saya ke Sumbawa tetapi ingatan saya tentang Sumbawa telah pudar, maklum ke Sumbawanya jaman masih TK….haha. Sebuah bus telah menunggu kami di pelabuhan, bersiap mengantarkan kami menuju Batu Hijau. Lokasi pertama yang kami datangi adalah Visitor Center Admin 1 di Benete. Ibaratnya, tempat ini adalah gerbang pertama yang harus dilalui sebelum menjelajah bagian batu hijau yang lain. Hal ini karena di sinilah kita mendapat briefing singkat terkait hal apa saja yang harus dilakukan selama berada di batu hijau. Menjaga keamanan dan  keselamatan adalah wajib hukumnya selama berada di batu hijau. Kelalaian dalam hal tersebut bisa mendapatkan sangsi yang berat. Jadi kami diberikan peralatan safety gear yang terdiri dari vest, helmet, kacamata, dan sepatu booth buat di lapangan. By the way sepatunya agak berat dan bikin kaki lecet kalau nggak pakai kaos kaki yang tebal. Ini bagi saya sih, mungkin karena kaki saya aja yang katrok nggak biasa pakai sepatu lapangan. Jangan hawatir kalau sepatunya kegedean atau kekecilan karena bisa ditukar, tetapi selamat terima nasib bagi yang kakinya emang kecil alias imut kayak saya #eheem. Ukuran terkecil sepatu booth yang tersedia adalah 36 dan itu masih kegedean di kaki saya #yasudahlah. Tetapi sepatu ini akan benar-benar melindungi kakimu ketika berada di lapangan lho.

IMG-20160216-WA0011.jpg

 

*maaf ya agak narsis..haha, yang motoin kakak Monika Yulando Putri


Oh ya, satu lagi perabot penting yang diberikan kepada kami yaitu ID Card. Ini adalah kartu maha penting di batu hijau. Kamu mau ngapain aja harus pakai kartu ini, mulai dari keluar masuk lokasi batu hijau sampai mau makan harus bawa kartu ini. Nggak bawa kartu ini kamu nggak bisa makan, FYI uang nggak berlaku di sini., hahaha.

IMG_20160214_185456.jpg

*moto sendiri


Setelah dari Visitor Center kami menuju Mess tempat kami akan menginap yang berada di Townsite. Sampai di mess perhatian saya langsung tertuju pada bangunan mess yang merupakan desain bangunan tahan gempabumi. Sebagai seseorang yang pernah penelitian tentang kerentanan bangunan terhadap bahaya gempabumi saya memahami bangunan tersebut. Bangunannya dibangun mengikuti kontur tanah bukan sebaliknya, menggunakan material ringan seperti baja ringan, aliran air dan listrik dibuat se-aman mungkin, desain dengan kolom silang serta teratur secara vertikal dan horizontal diberlakukan pada bangunan tersebut. Persis sepeti dalam teori yang selama ini saya pahami #jadi flashback penelitian gini. Tidak hanya bangunan mess saja yang seperti itu, tetapi juga bangunan lain di wilayah Batu Hijau. Perencanaan bangunan dan perencanaan wilayah di area Batu Hijau dilakukan dengan sangat baik, dengan berbasis GIS membuat semuanya nyaris sempurna. Saya pribadi mengagumi hal ini. Semuanya begitu tertata dan telah dipikirkan dengan matang sebelum dilakukan.

IMG-20160224-WA0012.jpg

*sumber foto: Hendra Wardhana


Jangan ditanya bagian dalamnya seperti apa, nyaman banget. Kasurnya bisa bikin langsung terlelap, hehe.


IMG-20160224-WA0041.jpg

*sumber foto: Iqbal Kautsar


Yups....mata saya menangkap hal-hal baik di hari pertama. Batin saya berbisik “selamat datang di batu hijau Azmi”.

 

 

 

Tuesday, February 23, 2016

Sebuah Ruang Persahabatan Bernama Bootcamp

Awal tahun ini Tuhan masih sangat baik pada saya. Saya diberikan kesehatan sehingga saya bisa melakukan banyak hal, dan saya juga diberikan kesempatan untuk bertemu banyak orang. Saya ingat sekali ketika saya mengirimkan tulisan ke lomba Sustainability Mining Bootcamp yang diadakan Newmont pada batas pendaftaran terakhir. Saat itu saya masih sempat ragu apakah akan mendaftar atau tidak. Kesibukan mengurus wisuda membuat saya hampir lupa pada lomba tersebut. Saya ragu apakah saya akan berhasil menulis untuk lomba tersebut atau tidak. Tapi….akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya. Semesta mendukung, tulisan saya selesai sebelum jam terakhir pendaftaran dan saya bisa men-submit tulisan saya. Singkat cerita, hari pengumumanpun tiba dan tidak disangka saya lolos. Huaaa…senang sekali rasanya. Saya langsung terbayang akan bertemu banyak teman baru dan akan belajar tentang dunia tambang.

IMG-20160220-WA0006.jpg
*sumber foto: twitter.com/NewmontID

Tuesday, February 9, 2016

Sebuah Cincin Penjaga

Select-and-Buy-Jewish-Wedding-Rings-Step-5


*sumber gambar: wikihow.com


Saya tidak tahu apa alasan pastinya Ibuk memberikan saya sebuah cincin untuk saya gunakan. Sejak SD saya sudah menggunakan sebuah cincin emas di jari tengah tangan kiri saya. Ya, di jari tengah, entah mengapa saya lebih nyaman memakai cincin di jari tengah daripada di jari manis. Hingga kini saya terbiasa menggunakan cincin di jari tengah. Cincin tersebut secara berkala diganti. Jika sudah tidak muat lagi di jari kami, atau Ibuk sedang punya rejeki lebih dan ia mau mengganti cincin kami dengan model terbaru. Bukan hanya saya yang memakai cincin tetapi juga adik perempuan saya. Cincin emas tersebut menjadi aksesoris yang selalu kami pakai. Saya pribadi sangat jarang melepas cincin saya, kapanpun dan dimanapun selalu saya pakai. Jika kebetulan melepasnya Ibuk pasti akan bertanya kemana cincin itu.


Kesempatan kuliah di Jogja memberikan saya pemahaman lain tentang sebuah cincin. Di Jogja, bahkan mungkin di Jawa seorang perempuan yang memakai sebuah cincin menandakan bahwa ia telah menikah, paling tidak telah bertunangan. Kebiasaan masyarakat di Jawa, perhiasan berupa cincin digunakan oleh orang yang telah menikah. Bukan rahasia lagi kalau cincin telah menjadi tanda pengikat antara pasangan yang telah menikah. Hal inilah yang menimbulkan salah penilaian orang-orang pada saya. Karena cincin yang saya gunakan, tidak jarang orang yang baru bertemu dengan saya mengira kalau saya sudah menikah. Bahkan dosen pembimbing thesis saya juga mengira kalau saya sudah menikah. Saya terkejut dan menanyakan alasan dosen saya mengira saya sudah menikah. Beliau menjawab, “soalnya mba Azmi sudah pakai cincin sih, jadi saya kira sudah menikah”. Well….begitulah saya hanya tersenyum (atau tertawa ya) sambil menjawab yang sebenarnya.

Berbeda dengan di Lombok yang rata-rata masyarakatnya tidak terlalu mempedulikan arti sebuah cincin. Di Lombok, banyak pasangan yang sudah menikah tetapi tidak memakai cincin di jari mereka. Sepertinya trend memakai cincin pernikahan di Lombok mulai muncul di kalangan pasangan-pasangan muda yang menikah satu dekade terakhir. Berdasarkan hal ini bisa dikatakan bahwa masyarakat di satu daerah dengan daerah lainnya memang berbeda. Perbedaan tradisi, kebiasaan, dan pemahaman yang berkembang di masyarakat selalu ada.

Maka saya mulai mereka-reka maksud Ibuk memberikan saya sebuah cincin untuk dipakai. Mungkin untuk menjaga saya ketika saya jauh darinya. Setidaknya laki-laki yang berniat menggoda akan mengurungkan niatnya ketika melihat cincin melingkar di jari saya. Ternyata sebuah cincin bisa menjadi penjaga bagi pemiliknya.

Sunday, February 7, 2016

Hei Berhentilah Berbasa Basi

Basa basi? basi tahu!

taylor-swift-shake-it-off-ballerina

*sumber gambar: wadebearden.com

Acara kumpul-kumpul bareng sahabat hari ini, seperti biasa rangkap jadi acara curhat dan cerita-cerita. Setelah perut kenyang, semua macam ceritapun meluncur. Mulai tentang cerita teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, kabar keluarga, dan kabar kehidupan kami beberapa waktu terakhir ini. Sudah tidak bisa dihindarkan kalau cerita tentang pernikahan dan cerita setelah pernikahan juga menjadi topik pembicaraan kami. Menarik memang.

Friday, January 29, 2016

Suatu Siang di Sebuah Gedung

summer_clouds__psd__by_macsix-d6trrl1.png

Ada sunyi yang hilang ditelan suara-suara mereka yang haus ilmu, di sebuah gedung kuliah. Buku-buku seakan tidak pernah habis untuk dibaca dan seorang ahli yang berdiri di depan ruangan yang bisa ditanya kapan saja. Internet, sesuatu yang sangat dibutuhkan manusia abad 21 tersedia dengan kecepatan yang membuatmu puas. Lantai bersih dan mengkilap, kursi-kursi empuk, dinding yang kokoh serta pendingin ruangan mennyertaimu. Semuanya terasa begitu hidup, mudah, dan menyenangkan.

Thursday, January 28, 2016

Cara Memunculkan dan Memelihara Ide

bigstock-Girl-writer-82007798.jpg
*sumber gambar: jimwoodswrites.com*

Pasti banyak di antara kalian yang sering kehabisan ide untuk menulis. Bagi seseorang yang hobi menulis kehilangan ide adalah suatu petaka. Meskipun sebenarnya omong kosong banget kalau sampai kita kehabisan ide, kata seorang penulis. Ide itu ada di sekitar kita, dia ada dimana-mana. Hal yang harus kita lakukan adalah membuka diri terhadap sekitar kita. Belajar menangkap makna yang ada, belajar untuk jadi lebih peka.

Lebih jauh lagi, menurut seorang teman saya yang sudah berpengalaman dalam dunia tulis menulis mengatakan bahwa ide bisa muncul kapan saja. Siapkan saja sesuatu untuk mengikat ide itu dengan mencatat. Entah itu di notes atau di smartphonemu. Buatlah poin-poinnya terlebih dahulu, baru kemudian dikembangkan ketika kamu siap di depan komputermu. Sebuah ide bisa muncul ketika kamu sedang melakukan kegiatan yang lain seperti jalan-jalan, mendengar orang lain berbicara, menonton film, mendengarkan sebuah lagu, membaca apapun, ketika berbaring sebelum tidur. Masih menurutnya, ide bisa muncul ketika di suatu pagi kita membaca koran dan ingin menulis feature yang mirip dengan yang sedang kita baca. Biasanya pengetahuan, pengalaman, dan apa yang pernah kita lihat akan muncul kembali ketika kita membaca kisah serupa. Nah ...itu sudah menjadi ide yang bagus yang bisa kamu tulis. Ide-ide yang bermunculan tersebut jangan lupa untuk ditulis. Wajib hukumnya bagi kamu untuk punya sebuah notes yang bisa kamu bawa kemanapun. Ide-ide tersebut juga harus kamu berikan nomor urut sesuai dengan ide mana yang lebih dulu ingin kamu tulis. Barulah kemudian menyusun data apa yang dibutuhkan dalam tulisan tersebut dan membuat alur tulisan tersebut. Seperti ketika kamu mau menulis novel, membuat outline terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkanmu untuk fokus dengan tulisanmu.

Saya pribadi juga melakukan hal yang sama. Sejak punya kontrak kerja yang mengharuskan saya menulis. Saya membuka lebih lebar kedua mata, kedua telinga, hati, kepala, bisa dibilang semua anggota tubuh saya untuk bisa menangkap ide. Kemudian akan segera saya catat, karena saya tahu kemamupuan mengingat saya yang hanya seberapa. Sebuah ide tidak perlulah muluk-muluk, hal-hal yang sederhana dan sehari-hari kamu temui bisa menjadi ide yang cemerlang. Tinggal bagaimana kamu mengeksekusinya menjadi sebuah tulisan yang menarik. Karena sebuah tulisan tidak hanya terdiri dari sebuah ide. Kamu juga harus tahu sasaran pembaca yang kamu tuju sehingga kamu bisa menentukan seperti apa tulisan yang kamu akan tulis.

Saran saya, sebelum mempublish tulisanmu berpikirlah sejenak "apakah tulisanmu tersebut berharga untuk orang lain, apakah orang lain bisa mengambil suatu nilai baik dari tulisanmu, minimal bisa menghibur orang lain". Karena menulis adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menggerakkan seseorang menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Selamat mencari ide dan menulis.

Wednesday, January 27, 2016

Ada "Angels" di Kinanti 99c

Di Jogjakarta ada sebuah jalan yang bernama jalan Kaliurang, bisa disingkat Jakal. Jalan ini menjadi jalur yang menghubungkan banyak tempat di Jogja dengan wilayah Gunungapi Merapi. Jadi, semakin ke uatara jalan ini semakin menanjak dan dingin, terutama di musim penghujan. Jalan Kaliurang adalah jalan yang sangat padat. Mungkin karena di dalamnya berada dua kampus besar Jogja yaitu UGM di bagian bawah dan UII di bagian atas. Sepanjang jalan ini kamu bisa menemukan beragam tempat seperti rumah makan, toko-toko, sampai hotel dan penginapan. Di jalan ini juga ada gang-gang yang di dalamnya banyak terdapat kos-kosan yang rata-rata dihuni para mahasiswa UGM dan UII.

Tidak perlu sampai ke jalan Kaliurang bagian atas untuk bisa menemukan sebuah gang bernama gang Kinanti karena ia berada di jalan Kaliurang kilometer 4,5. Di dalam ini ada sebuah kos-kosan dengan nomor 99c. Kos-kosan ini dulunya adalah sebuah rumah keluarga. Terdapat banyak kamar (lupa berapa persisnya), ruang tengah, dapur, kamar mandi, plus ada halaman. Nah....di kos inilah saya menghabiskan hampir dua tahun waktu saya di Jogja. Sebelumnya saya tidak tinggal di kos ini ketika pertama kali datang ke Jogja untuk kuliah.

Menemukan kos ini adalah sebuah anugerah tersendiri buat saya. Kos ini menjadi tempat saya bertemu dengan teman-teman baik. Ada trio Makassar; kak Eka, kak En-en dan kak Rose. Kak Rose dan kak En-en anak IT UII nih, jadi mereka selalu berhubungan dengan komputer dan jaringan dong, yup bener banget. Kalau kak Eka adalah seorang psikolog di sebuah puskesmas di Jogja, bisa banget konsultasi dan curhat gratis sama kak Eka *nyengir*...haha. Adalagi anak Padang Via dan Deni. Tahu nggak, kemampuan memasak Via apalagi sambel padang patut diacungin jempol. Viiii......kamu harus buka warung padang Vii :D. Anak Lombok bukan hanya saya di kos ini, ada Ida dan Syai juga, mereka memang anggota baru. Kak Aat, Ida dan Syai juga pintar memasak, apalagi Ida...beuh paling rajin masak. Selain itu ada Rita, dia adalah teman berjuang saya sejak kamu mendaftar masuk UGM. Kami sudah saling kenal sejak S1 karena dia adalah adik tingkat saya di kampus. Rita menjadi partner diskusi tentang kuliah sampai masalah pribadi. Diskusi kami semakin intens ketika mengerjakan tesis. Ada anak Jambi dan Lampung juga yang tinggal di kos ini, Tri dan kak Firda. Tri menjadi teman curhat tentang tesis gara-gara kami senasib dipertemukan dengan satu dosen pembimbing tesis. Selain mahasiswa S2, lebih banyak lagi mahasiswa S1 yang tinggal di kos ini. Ada Kia si gadis manis dari Cilacap, ada Kiwa dari mana ya? lupaak >,<, ada Ipit si gadis ceria dari Riau, saya suka sekali logat melayunya Ipit, udah kayak Upin Ipin...haha. Terus ada juga Sari dan Dewi, mereka adalah adik kakak. Anak S1 lainnya ada Andra, Aina, Ipeh, Wita, dan Iza.

Banyak hal yang sudah kami lalui bersama di kos ini. Mulai dari masak bareng, makan bareng, sholat berjamaah, ngerumpi, nyanyi-nyanyi dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Di penghujung 2015 lalu kami juga melakukan tukar kado sambil makan-makan, So much fun :D. Kami juga saling berbagi pengalaman kuliah dan cerita-cerita tentang daerah asal kami.

kis_IMG_0162.jpg

*yippi....inilah kami - masih ada yang nggak ikut foto sih*


Entah siapa yang pertama kali menyebut para warga kos ini dengan sebutan kinanti angels. Well...bukan sebutan yang buruk sih dan saya juga suka. Meskipun tidak bersayap mereka bisa dianggap sebagai malaikat yang insyaalloh akan selalu menebar kebaikan di muka bumi :))

Saya merasa sangat terberkahi telah dipertemukan dengan mereka. Semoga silaturrahmi kita tetap terjaga ya teman-teman.

Friday, January 22, 2016

Newmont; Tetap Ingin Dekat dengan Masyarakat

Nusa Tenggara Barat yang biasa disingkat NTB adalah salah satu provinsi yang terletak di bagian tengah Indonesia. NTB terdiri dari dua pulau besar yaitu pulau Lombok dan pulau Sumbawa serta pulau-pulau atau gili-gili kecil yang ada di sekitarnya. Pulau Lombok dan pulau Sumbawa sama-sama memiliki potensi yang menarik. Di pulau Lombok terdapat kota Mataram yang merupakan ibukota provinsi NTB. Hal ini menjadikan Lombok sebagai pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan, pariwisata dan pendidikan. Pulau Lombok memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pulau Sumbawa. Padahal jika dilihat dari luas lahan, Pulau Lombok jauh lebih kecil dari pulau Sumbawa yaitu hanya sekitar 4.725 km2.

Pulau Sumbawa, meskipun tidak menjadi pusat kegiatan masyarakat ia tidak bisa dipandang sebelah mata. Pulau Sumbawa juga penuh dengan tempat-tempat wisata yang eksotis dan indah seperti pantai, air terjun, gunung, dan hutan. Beberapa festival unik dan menarik yang secara rutin diadakan juga menjadi keunggulan tersendiri di Sumbawa. Selain itu Sumbawa memiliki kekayaan alam yang luar biasa yang dianugerahkan Tuhan di bumi Sumbawa yaitu potensi bahan tambang yang berlimpah. Potensi bahan tambang tersebut antara lain tembaga, perak dan emas. Keberadaan potensi bahan tambang tersebut tentu saja menjadi penopang pembangunan dalam banyak bidang bagi masyarakat, pemerintah NTB pada khususnya, dan pemerintah Indonesia pada umumnya. Keberadaan bahan tambang tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTB dan Sumbawa pada khususnya yang menjadi masyarakat sekitar tambang.

Adalah PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang saat ini menjadi perusahaan yang bertanggung jawab atas penambangan yang ada di Sumbawa dengan sharing saham antara pemerintah Indonesia dan Amerika. Lokasi penambangan ini lebih dikenal dengan sebutan batu hijau yang mulai beroperasi secara penuh pada Maret tahun 2000. Lokasi tambang ini sendiri secara spesifik terletak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

82356_620

*sumber gambar: bisnis.tempo.co


Keseriusan Newmont dalam Mengelola Tambang dengan Tidak Melupakan Lingkungan yang Perlu Dijaga.

Seperti diketahui bahwa suatu kegiatan pertambangan, selain memberikan manfaat besar untuk kehidupan masayarakat ia juga menyimpan potensi bencana bagi masyarakat. Kegiatan pertambangan sejatinya menyimpan bahaya dan akan menjadi bencana bagi masyarakat ketika pengelolaannya tidak dilakukan dengan baik, misalnya tidak mempedulikan efeknya terhadap lingkungan dan proses keberlanjutannya (sustainability). Analisis yang berhubungan dengan dampak pertambangan terhadap lingkungan adalah hal wajib yang harus dilakukan. Selain itu harus juga dianalisis keberlanjutan dari pertambangan tersebut. Selama ini kita seringkali fokus pada hal-hal yang sedang dikerjakan pada saat ini tetapi tidak memikirkan bagiamana setelahnya. Karena tentu saja bahan tambang yang bisa ditambang atau diambil pasti terbatas dan jika hal tersebut terjadi makan akan diapakan lokasi penambangan tersebut. Inilah yang dimaksud dengan keberlanjutan yang juga harus dipikirkan.

Hal semacam itu telah juga dipikirkan oleh PT Newmont Nusa Tenggara. Meskipun sejak beroperasi secara resmi pada tahun 2000 Newmont sering menerima komentar miring dari masyarakat. Masyarakat cenderung memandang Newmont dengan sebelah mata karena dianggap sebagai perusahaan tambang yang tidak memperhatikan efek lingkungan dan keberlanjutan (sustainability). Hal ini disebabkan sedikit banyak oleh kasus pencemaran lingkungan dan penyakit minamata di Minahasa yang ternyata tidak terbukti. Seiring berjalannya waktu, Newmont membuktikan bahwa penambangan di batu hijau telah melakukan analisis dampak lingkungan yang sangat ketat sehingga tidak menghasilkan pencemaran lingkungan. Hal lain yang dilakukan Newmont untuk membuka pikiran masyarakat tentang penambangan adalah mengundang masyarakat untuk datang ke lokasi penambangan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mengenal lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana proses dan pengelolaannya sehingga masyarakat dapat mengambil kesimpulan yang tidak dipengaruhi orang lain.

Mengundang masyarakat untuk datang ke lokasi panambangan batu hijau tentu tidak bisa dilakukan setiap hari karena dapat menyebabkan terganggunya kegiatan penambangan dan hal lain yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu kegiatan kunjungan yang dilakukan masyarakat hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan saja. Salah satu kegiatan rutin yang diadakan Newmont dalam rangka mengundang masyarakat luas melihat langsung kegiatan penambangan adalah Sustainable Mining Bootcamp. Sustainable Mining Bootcamp ini merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan peserta bootcamp mengenai pertambangan. Kegiatan camp yang diakomodir Newmont adalah salah satu langkah nyata yang diambil Newmont untuk memberikan pengetahuan tentang dunia tambang kepada masyarakat luar dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda.

Sejauh ini Newmont telah melakukan berbagai macam upaya yang menjadi bukti keseriusan Newmont dalam mendukung pengelolaan tambang dan lingkungan yang baik, peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar tambang, dan menanamkan pemahaman yang benar tentang tambang bagi masyarakat. Seperti yang diungkapkan dalam dokumen Tambang Batu Hijau (ptnnt.com), langkah konkret yang dilakukan Newmont dalam pengelolaan lingkungan adalah AMDAL (1), proses tailing (2), memperhatikan mutu air (3), reklamasi (4), dan penutupan tambang (5). Dalam hal pengembanga masyarakat Newmont melakukan beberap kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar tamban. Antara lain peduli pada kesehatan masyarakat (1), pengembangan pendidikan (2), pengembangan ekonomi (3), pengembangan usaha lokal (4), dan pembangunan infrastruktur (5).

Harapannya masyarakat adalah semoga semua upaya yang disebutkan dalam dokumen tertulis tersebut benar-benar dilakukan dan mengena di hati masyarakat. Hal ini sangat krusial mengingat betapa pentingnya suatu pengelola pertambangan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar tambang. Pengelolaan yang berkelanjutan juga menjadi harapan semua lapisan masyarakat yang sudah seharusnya diterapkan oleh Newmont.

Di Setiap Jalan dan Proses Selalu Ada Tantangan, Tetapi Juga Selalu Ada Jalan Keluar

Berbagai upaya yang telah dilakukan Newmont tersebut dalam menjalankan pertambangan yang memperhatikan pengelolaan lingkungan masih terbatas. Misalnya dalam hal ketika Newmont mengundang masyarakat untuk datang ke lokasi tambang. Masyarakat yang datang berkunjung ke lokasi penambangan tentu tidak bisa dalam jumlah yang banyak dan tidak setiap hari. Keterbatasan inilah yang harus dilewati oleh Newmont dengan melakukan hal lain selain mengundang masyarakat untuk datang langsung ke lokasi penambangan. Dibutuhkan jalan lain yang bisa menumbuhkan hubungan yang lebih erat antara Newmont dengan masyarakat. Newmont harus bergerak lebih aktif untuk masuk ke dalam masyarakat serta berperan aktif secara langsung untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar tambang. Newmont tidak boleh lelah dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat. Keterbatasan tersebut merupakan tantangan bagi Newmont untuk terus berupaya lebih baik lagi dalam rangka membuka pikiran masayarakat dan pengelolaan tambang yang berbasis lingkungan.

Salah satu poin penting yang wajib diperhatikan Newmont dan harus tetap digalakkan  adalah pengembangan pendidikan. Pendidikan mengenai tambang dan hal-hal yang berhubungan di dalamnya seperti penyebabnya, efek lingkungan, pengelolaan, dan bencana bawaannya wajib diberikan kepada masyarakat, terutama masyarakat di sekitar lokasi tambang. Banyak hal yang bisa berubah dari bertambahnya pendidikan dan pemahaman seseorang terhadap sesuatu, termasuk tentang dunia pertambangan. Namun yang harus diingat adalah pengetahuan tentang dunia tambang bukan hanya tanggung jawab pengelola tambang saja tetapi juga masyarakat. Masyarakat harus mau membuka diri terhadap informasi mengenai sesuatu yang ada atau terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk tentang pertambangan. Menggali informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai macam sumber tentang pertambangan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan atau pandangan yang bijak mengenai dunia tambang. Pihak pemerintah juga memiliki tanggung jawab yang sama dengan pengelola tambang untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pertambangan kepada masyarakat. Jadi jalan keluar yang dibutuhkan adalah kerjasama antara ketiga pihak yang terlibat dalam pengelolaan sebuah tambang yaitu perusahaan, pemerintah dan masyarakat.

Monday, January 11, 2016

Perihal Menunggu dan Perkara-Perkara Penting di Dalamnya

Waiting-by-Ramon-Mariano
*sumber gambar: greatinspire.com*

Di dunia ini siapa sih yang tidak pernah menunggu?, jawabannya tidak ada. Hampir tujuh miliar penduduk bumi pernah menunggu. Mulai dari bayi sampai orang dengan lanjut usia, tanpa terkecuali. Seorang bayi menunggu untuk bisa berlari. Seorang ibu dan bapak menunggu kelahiran anaknya dan menunggu mereka tumbuh besar. Anak-anak menunggu untuk segera terlepas dari mata pelajaran matematika. Seorang remaja menunggu sampai waktunya ia tahu rasanya kuliah ke luar kota. Seorang yang dewasa menunggu untuk dipertemukan dengan jodohnya. Itu hanya sebagian umum perihal menunggu. Belum lagi hal-hal kecil yang selalu kita tunggu setiap harinya.


Ada kalanya kamu sangat ingin waktu agar cepat-cepat berlalu agar apa yang kamu tunggu bisa datang segera, tetapi ada kalanya ketika kamu sangat ingin bilang pada waktu untuk datang nanti-nanti saja supaya yang kamu tunggu lebih lama tiba. Semua tergantung dari apa yang kamu tunggu dan bagaimana pentingnya hal itu. Hanya kamu sendirilah yang bisa mengukurnya.

Hal penting yang harus diingat bahwa perkara menunggu bukanlah perkara yang sepele. Di dalamnya terdapat dua syarat utama dan penting yaitu yakin dan sabar. Keduanya terdengar sulit, tetapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Keyakinan akan menuntunmu menuju apa yang kamu tunggu. Rasa yakin mengandung semangat, usaha dan kerja keras untuk mendapatkan apa yang kamu tunggu. Jika tidak punya rasa yakin dalam hati bagaimana mungkin kamu mau repot-repot untuk menunggu. Bagaimana mungkin kamu mau berlama-lama menunggu. Jadi, keyakinan itulah yang membuatmu tetap teguh pada keputusanmu untuk menunggu. Rasa sabar juga tidak bisa dihilangkan dalam menunggu. Menunggu sudah melekat erat dengan yang namanya sabar. Sabar untuk tidak buru-buru menyerah, sabar untuk tidak meninggalkan janjimu pada apa yang kau tunggu. Sulitnya luar biasa, mengingat kita sebagai manusia sangat hobi untuk terburu-buru.

Ingatlah selalu, menunggu bukan berarti hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Justru ketika menunggu itulah kamu harus melakukan usaha terbaikmu, yang kamu bisa. Mempersiapkan hal terbaik darimu agar kamu siap menghadapi apa yang kamu tunggu. Ketika yang kau tunggu di awal tak kunjung datang maka kamu tidak terlalu rugi karena kamu telah mempersiapkan dirimu sendiri. Proses menunggu itu telah membuatmu jadi pribadi yang lebih tangguh. Selalu ada hal penting yang bisa diambil hikmahnya dalam perihal menunggu.

Thursday, December 31, 2015

2015: Tahun Kebahagiaan

2015 lalu diawali dengan penelitian tugas akhir yang menguras begitu banyak energi. Waktu, pikiran dan tenaga saya semua tercurah hanya untuk tugas akhir seorang. Namun perjuangan menyelesaikan tugas akhirpun berakhir dengan baik. Ujian tertutup dengan para pembimbing berlangsung lancar. Saya mengantongi nilai yang membuat tersenyum.

Sejak ujian tesis yang berakhir bahagia, sisa 2015 juga penuh dengan rasa bahagia. Di akhir tahun ini Alloh melingkupi keluarga saya kebahagiaan karena adik saya menikah. Kami berbahagia. Orang-orang di sekitar saya juga banyak yang berbahagia. Ada berita kelulusan, pernikahan dan kelahiran anak dari teman-teman saya. Saya ikut berbahagia untuk mereka.

2015 juga memberikan saya kesempatan untuk bertemu dengan lebih banyak teman baru lagi. Teman-teman baru tersebut memberikan saya pengalaman yang lebih banyak lagi.

page

2015, I feel blessed.


Berharap di tahun 2016 besok semakin banyak kebahagiaan di muka bumi dan impian yang saya ikhtiarkan bisa tercapai.

Wednesday, December 30, 2015

2015 in review

Laporan dari wordpress.com selama tahun 2015.

Yeay....selamat datang 2016



Berikut ini kutipannya:
Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 11.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 4 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Sunday, November 15, 2015

Tidak Ada Yang Berubah Di Antara Kita

Selain bertemu dengan keluarga, pulang ke rumah juga berarti bertemu dengan para sahabat. Ini adalah salah satu hal menyenangkan dalam hidup saya yaitu bertemu dan berkumpul bersama mereka. Alhamdulillah sampai hari ini kami masih diberikan sehat dan umur panjang untuk bertemu.

Seperti biasa, kalau sudah bertemu mereka jelas nggak akan bisa kalem, pasti selalu heboh dan ribut...hahaha. Meskipun dua orang di antara kami sudah menikah bahkan salah satunya lagi hamil besar saya merasakan tidak ada hal yang berubah di antara kami. Kami tetap nggak jaim ketika ngobrol, tetap bisa nyeletuk tanpa menyinggung, tetap bisa bercanda sepuasnya dan tetap bisa berbagi rahasia.

Semoga persahabatan kita ini selamanya ya *hugkiss*

11049480_1538834723075114_5563514283228467063_n