Apa Kabar Nona?
masihkan kau risau karena rindu
masihkah kau gelisah karena janji yang belum ditunaikan
Apa Kabar Nona?
tersentakkah kau ketika ada yang bertambah tua ketika kau bertambah usia
tersentakkah kau ketika ada kedalaman kasih pada tatapan matanya
Apa Kabar Nona?
masihkah kau mengesap pahit dan manis kopi di pagi hari
masihkah kau memutar lagu yang sama berulang kali
Apa Kabar Nona?
masihkah kau melamunkan masa depan dengan lebih dulu melamunkan masa lalu
masihkah kau merangkai cerita dalam lamunan lalu menuliskannya
Apa Kabar Nona?
Showing posts with label Kenangan. Show all posts
Showing posts with label Kenangan. Show all posts
Monday, November 10, 2014
Saturday, November 8, 2014
Kenangan Yang Dibawa Hujan
Hujan turun selalu membawa serta kenangan, entah mengapa ia seperti punya kekuatan magis yang dapat menghidupkan waktu. Betapa banyak puisi dan sajak yang terinspirasi dari hujan, betapa banyak cerita yang ditulis dengan latar hujan. Hujan terasa begitu spesial bagi siapapun.
Begitupun bagiku. Hujan siang tadi menggeretku pada kenangan masa kecil. Ketika aku tidak perlu memikirkan hal-hal besar dalam hidup. Ketika yang ada dalam otakku hanyalah bermain. Ketika semua keinginan terasa sangat mudah diraih. Ketika dunia terasa sangat aman. Waktu itu jika hujan turun aku seperti anak-anak lainnya akan merasa sangat senang. Jika hujan turun mata kami berbinar-binar karena ketika hujan turun itu berarti aku bisa bermain air, mandi hujan. Meski harus sembunyi-sembunyi, karena biasanya orang tuaku tidak akan mengijinkan. Namun sekali waktu orang tua akan mengijinkan. Kehadiran hujan selalu membawa kesejukan, melapisi udara dengan kesegaran dan menghijaukan pekarangan. Hujan kala itu terasa ajaib di mataku, tak pernah sekalipun aku menggerutu tentang hujan.
Ketika itu, hujan terasa selalu membawa kedamaian. Tak pernah kudengar hujan yang membawa kehancuran, namun hal itu berbalik dengan keadaan hari ini. Hujan kala itu membawa serta orang-orang menjadi satu untuk bergembira, bukan untuk disumpahi. Aku ingin menjadi orang yang selalu bergembira atas datangnya hujan karena aku punya kenangan yang indah tentang hujan. Kenangan tentang masa kecil yang manis bersama orang-orang terkasih.
Hujan memang selalu berhasil menghadirkan waktu yang telah lalu dalam bingkai kenangan.
Begitupun bagiku. Hujan siang tadi menggeretku pada kenangan masa kecil. Ketika aku tidak perlu memikirkan hal-hal besar dalam hidup. Ketika yang ada dalam otakku hanyalah bermain. Ketika semua keinginan terasa sangat mudah diraih. Ketika dunia terasa sangat aman. Waktu itu jika hujan turun aku seperti anak-anak lainnya akan merasa sangat senang. Jika hujan turun mata kami berbinar-binar karena ketika hujan turun itu berarti aku bisa bermain air, mandi hujan. Meski harus sembunyi-sembunyi, karena biasanya orang tuaku tidak akan mengijinkan. Namun sekali waktu orang tua akan mengijinkan. Kehadiran hujan selalu membawa kesejukan, melapisi udara dengan kesegaran dan menghijaukan pekarangan. Hujan kala itu terasa ajaib di mataku, tak pernah sekalipun aku menggerutu tentang hujan.
Ketika itu, hujan terasa selalu membawa kedamaian. Tak pernah kudengar hujan yang membawa kehancuran, namun hal itu berbalik dengan keadaan hari ini. Hujan kala itu membawa serta orang-orang menjadi satu untuk bergembira, bukan untuk disumpahi. Aku ingin menjadi orang yang selalu bergembira atas datangnya hujan karena aku punya kenangan yang indah tentang hujan. Kenangan tentang masa kecil yang manis bersama orang-orang terkasih.
Hujan memang selalu berhasil menghadirkan waktu yang telah lalu dalam bingkai kenangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)