Saturday, May 14, 2016

Menikmati Segarnya Hutan Wisata Sesaot

Perjalanan ke hutan wisata aik nyet Sesaot kali ini tadinya tidak ada dalam initerary perjalanan kak Windah. Kak Windah adalah seorang teman saya yang berasal dari Makassar. Tahun ini adalah kunjungannya yang kedua ke Lombok. Setelah tahun lalu ia juga berkunjung ke Lombok. Si penyuka laut ini memang mengapu tidak akan kapok untuk datang ke Lombok. Bagaimana tidak, Lombok memberikan lahan yang luas bagi kesukaannya yaitu snorkling dan diving. Hari pertama jalan-jalannya di Lombok seharusnya kami akan ke gili meno, tapi gagal lantaran suatu hal.

Kami krik-krik , kemudian langsung mendaftar teman-teman yang bisa diajakin buat jalan dan ngasi ide mau jalan kemana. Akhirnya kami terhubung dengan kak Riza yang aktif di komunitas Lombok Backpaker yang ngajakin ke Aik Nyet Sesaot. Sebelum berangkat kami berkenalan dulu dengan tiga orang lainnya yaitu kak Wahyu, kak Indra dan kak Tina (Indra dan Tina sudah saya kenal sebelumnya). Singkat cerita berangkatlah kami ke aik nyet Sesaot dengan mobil kak Wahyu.

DSCF2216
inilah kami :D

Sunday, May 8, 2016

Dear, Kamu

0d5146f4-a0e7-4370-804c-5fdad111569f
*sumber gambar: playbuzz.com

Ada yang bilang pertemuan itu adalah pangkal rindu. Mungkin itu benar. Karena setiap kali aku telah bertemu denganmu aku merasa semakin rindu. Rasanya waktu tidak pernah cukup untukku. Setiap pertemuan denganmu melahirkan rindu yang baru. Rinduku menjadi selalu baru, tak pernah usang.

Friday, May 6, 2016

Perihal Memilih Sebuah Buku (Bagus?)

Banyak teman saya yang sering bertanya seperti ini:

Kasi rekomendasi buku bagus dong? atau Buku yang bagus menurut kamu apa?

Books
*sumber gambar: independent.co.uk

Pertanyaan itu sering disampaikan teman-teman saya ketika mereka mau membeli buku. Ini bagi teman-teman saya yang baru mau coba-coba baca buku atau hanya karena takut kecewa aja, merasa salah beli buku #padahal kan kecewa mah tergantung seberapa besar rasa #eh. Ada juga yang merasa zonk tiap kali beli buku, rasanya bukunya selalu jelek, nggak mengena di hati, jadi butuh referensi sebelum beli buku lagi.

Tuesday, April 19, 2016

One Day Trip To Kuta Lombok

IMG_4884
Kalau bukan gara-gara kak Dewi, entah kapan saya akan menginjakkan kaki di Kuta Lombok dan sekitarnya yang lagi ngehits ini. Okey, sebelumya biarkan saya perkenalkan dulu teman saya ini. Saya biasa memanggilnya Kak Dewi, yang saya kenal dari kegiatan kelas inspirasi beberapa waktu lalu. Kak Dewi adalah dokter asal Bengkulu yang lagi internship di Sumbawa Barat. Kalau kamu kepoin instagramnya pasti ketahuan kalau kak Dewi ini lagi senang-senangnya jalan-jalan. Rupanya di sela-sela jadwal internship yang super padat dia nggak mau ketinggalan untuk mengeksplore Sumbawa dan sekitarnya termasuk Lombok. Jadi, sabtu minggu kemarin datanglah ia ke Lombok. Katanya sih pengen diajakin jalan-jalan di Lombok, dan saya langsung mengiyakan. Maka jadilah saya mikir-mikir mau ngajakin kak Dewi jalan kemana. Pengennya sih ke tempat yang juga belum saya datangi.

Terlintaslah pantai Kuta Lombok di Kabupaten Lombok Tengah yang menarik untuk didatangi. Pasalnya di sekitar tempat itu juga terdapat banyak lokasi yang bisa dikunjungi, jadi bisa dapat banyak tempat. Hal ini juga diperkuat dengan informasi dari kak Suri yang juga jadi teman jalan-jalan saya kali ini. Jadilah kak Suri yang menjadi guide kami ke pantai Kuta. Kak Suri yang berprofesi sebagai dosen ini hobi jalan-jalan, mulai dari pantai sampai gunung dia jabanin. So, cocok bangetlah buat ngajakin kak Suri jalan-jalan…haha.

Di hari minggu kami bertiga melintasi jalanan panjang beraspal dengan start dari rumah saya Lendang Nangka, Lombok Timur. Kami mengambil jalur BIL untuk sampai ke pantai Kuta dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam. Kami berangkat sekitar pukul 10.00 WITA dan sampai di rumah kembali sekitar pukul 19.00 WITA. Perjalanan hari itu cerah ceria hampir panas menyengat tapi tak terasa karena kami bersemangat untuk jalan-jalan. Tapi…lama kelamaan rupanya rasa ngantuk menyerang kak Dewi yang saya bonceng, katanya sih gara-gara kebanyakan sarapan dan angin sepoi-sepoi. Dan ternyata rasa ngantuknya menular ke saya, OMG. Daripada ngantuk di jalan dan bisa membahayakan kami memutuskan mampir ****mart untuk membeli kopi.

IMG_4160

Setelah melanjutkan perjalanan akhirnya sampailah kami pantai Kuta. Kawasan pantai Kuta kini ramai. Jalanannya hampir mirip kawasan Senggigi dengan hotel, homestay dan tempat makan di pinggirnya, hanya kurang lebar aja jalannya. Pantai Kuta adalah pantai pertama yang akan kamu temui jika datang ke kawasan ini. Karakteristik pantai ini adalah pasir putih yang memiliki butiran mirip ketumbar dan bebatuan yang menjorok ke tengah pantai. Viewnya cantik, kamu bisa bebas mengambil foto, mau mandi juga boleh.

IMG_4340

Selanjutnya kami menuju bukit Merese yang ternyata nama aslinya adalah bukit Meresik. Tapi kebanyakan orang-orang melafalnya menjadi merese. Bukit ini lagi jadi salah satu bukit yang hits di Lombok. Pernah menjadi lokasi syuting film kalam-kalam langit. Bukit ini berada di sebelah pantai yang juga disebut pantai Merese. Bukit ini tidak terlalu tinggi, kamu bisa berjalan santai untuk mencapainya, nggak sampai bikin ngos-ngosan kok. Setelah naik ke atas bukit ini saya baru paham mengapa bukit ini jadi hits banget. Ini pasti gara-gara pemandangan cantik yang bisa kamu lihat dari atas sini. Serius….viewnya cakep banget!. Foto-foto cantikpun jelas kami dapatkan.

IMG_4423

Rasanya nggak afdol kalau sudah tiba di daerah ini tapi nggak berkunjung ke Tanjung Aan. Tanjung Aan adalah nama pantai yang bisa dibilang berada paling ujung dari kawasan ini. Ternyata kalau di Tanjung Aan meskipun pasirnya sama-sama putih dengan Kuta tapi tekstur pasir di Tanjung Aan jauh lebih lembut. Lembut banget malah. Kamu harus cobain sendiri biar percaya. Jangan lupa buat foto-foto juga di tempat ini karena kamu bisa menyesal kalau tidak melakukannya. Cakep banget sih. Kami aja sampai mati gaya saking banyak foto yang kami ambil…hahaha.

Bagi saya, jalan-jalan kemarin sangat berkesan. Kami cewek, cuma bertiga dan pakai motor pula. Ternyata kuat juga saya bawa motor sampai ke Kuta *amazed*. Saya lebih terkesan lagi karena partner jalan-jalan saya kemarin sangat menyenangkan. Mereka nggak gampang mengeluh dan tangguh. Kami sama-sama paham ketika di perjalanan itu mesti ngapain. Foto-foto hasil jepretan kak Suri juga luar biasa cakep, nggak sia-sia jadi anak Fokus Unram ya kak …haha.

foto-foto lainnya bisa kamu lihat di instagram saya.

Kapan-kapan kita jalan-jalan lagi ya :)

Wednesday, April 6, 2016

Sebuah Daun Kepada Setetes Embun

***

Aku ingin mengenalmu lebih dekat, lebih jauh. Tapi hari selalu lebih pendek. Sehari dua hari tidak pernah cukup bagiku. Berapa waktu yang aku butuhkan untuk mengenalmu?, aku tidak tahu. Mungkin tidak akan pernah tahu. Bisa jadi sepanjang sisa hidupku.

***

Ada rahasia di matamu, yang sebenarnya ingin kau bagi. Tapi hari selalu lebih pendek. Kau tidak pernah sempat berkata apa-apa tentang rahasia itu. Hari selalu berakhir tiap kau bersiap membukanya.

***

Ada yang bilang, yakinlah bahwa waktu tak akan pernah cukup. Raih sekarang, sebelum sesal datang di hadapanmu. Dan aku hanya ingin kau tahu bahwa aku siap mendengarkanmu. Meskipun itu hanya sebuah lelucon konyol yang ingin kau tertawakan.

***

Hari selalu lebih pendek dari keinginanku mengenalmu lebih dekat. Tapi tak mengapa bagiku. Selama aku masih menjadi tempatmu bersandar di setiap pagi. Aku ingin mendengar ucapan selamat pagi darimu, selalu.

***

Tuesday, April 5, 2016

Menikmati Makan Siang Ala Lesehan Tanak Maik

IMG_20160311_135821
Tanak Maik, mungkin terdengar agak aneh bagi kalian yang tidak tinggal di Lombok. Tapi tenang, saya akan memberitahukan kepada kalian apa itu tanak maik. Tanak Maik adalah nama sebuah tempat lebih tepatnya kampung yang merupakan bagian dari Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Secara bahasa, tanak maik berasal dari bahasa sasak dimana tanak berarti tanah dan maik berarti enak. Jadi kalau digabung bisa diartikan tanah yang enak. Berhubung saya bukan ahli sejarah dan terlalu sibuk (sok sibuk lebih tepatnya) untuk melakukan wawancara pada warga setempat maka saya tidak tahu pasti mengapa tempat tersebut dinamakan tanak maik. Mungkin karena tempat ini merupakan daerah yang subur hingga sangat nyaman untuk ditinggali #sotoy.

Entah sejak kapan persisnya tanak maik ramai dibicarakan orang, saya tidak tahu pasti. Hal yang saya tahu adalah tanak maik sering disebut-sebut orang sejak banyaknya lesehan yang menyajikan hidangan lezat di sana. Sudah pada tahu kan lesehan itu apa?. Oke saya anggap sudah tahu ya, jadi saya tidak perlu menjelaskan lagi. Jadi di daerah tanak maik ini terdapat beberapa lesehan yang lengkap dengan kolam-kolam ikan air tawar. Dimana sajian utama mereka adalah ikan air tawar bakar lengkap dengan pelecing kangkung dan  sayur bening.

IMG_20160311_135751

Tanak maik bisa kamu temukan dengan menempuh perjalanan selama sekitar 1,5 jam dari Kota Mataram. Setalah bertemu perempatan Masbagik kamu belok kiri, setelah sekitar satu kilometer kamu akan menemukan perempatan kecil. Nah di perempatan tersebut kamu belok kanan sekitar 800 meter maka sampailah kamu di kawasan tanak maik dengan beraneka lesehan. Ribet ya?, kalau nggak mau bingung pakai google maps saja pasti ada kok. Kalau dari rumah saya yang berada di Lendang Nangka, Tanak Maik sangatlah dekat. Saya hanya membutuhkan waktu maksimal 30 menit untuk mencapainya. Jadi bisa mampir kapan saja ke Tanak Maik.

Waktu itu saya dan keluarga (ibuk bapak dan adik) sengaja meluangkan waktu untuk makan siang bersama di lesehan Tanak Maik, bertepatan dengan hari ulang tahun adik saya yang paling kecil. Kami hanya ingin menikmati waktu bersama, sesekali libur masak di rumah dan makan di luar. Meskipun tiga orang anggota keluarga lainnya tidak bisa ikut karena tidak sedang di Lombok. Kami biasa memilih lesehan purnama tiap kali ke Tanak Maik. Hanya berdasarkan rekomendasi teman saya yang telah mencoba lesehan lain di Tanak Maik dan lesehan purnamalah yang paling enak, katanya. Kali itu bukanlah yang pertama saya datang ke lesehan Tanak Maik dan kami memang langsung cocok dengan lesehan purnama.

IMG_20160311_135939

Lesehan yang saya datangi berada dekat dengan komplek persawahan. Sejauh mata memandang adalah petak-petak sawah yang sedang hijau-hijaunya waktu itu. Terdapat banyak kolam-kolam ikan dengan ikan-ikan segar yang berenang ke sana kemari. Di atas kolam dibangun berugak-berugak, ada yang dengan empat tiang da nada yang dengan enam tiang. Berugak adalah sebutan untuk sejenis gazebo yang biasa ada di rumah-rumah masyarakat Lombok.

IMG_20160311_140227

Makanan utama yang menjadi andalan di lesehan ini adalah ikan air tawar bakar dengan bumbu khas yang meresap sampai ke bagian dalam ikan. Dijamin kamu tidak akan bisa menolak untuk menghabiskannya. Sajian ikan bakar ini dilengkapi dengan nasi putih, pelecing kangkung, sayur bening dan sambel pedes yang bisa dicocol. Kalau orang Lombok sih doyan banget makan ala-ala begini. Oh ya di bulan Ramadhan lesehan ini sangat ramai. Sering dijadikan tempat buka puasa bersama, sampai-sampai harus booking terlebih dahulu supaya dapat tempat. Lesehan ini bisa jadi alternatif tempat makan di sekitar Lombok Timur.

Monday, April 4, 2016

Ternyata Pantai Cantik Tak Hanya Milik Lombok

rantung

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata pantai?, apakah debur ombak?, laut biru yang dinaungi langit biru dan awan putih yang bergelung?, pasir putih yang mesra menyentuh kaki?, lambaian pohon kelapa?, sunset dan sunrise?, atau kenangan tentang sang mantan? #oke abaikan yang ini #dilarang baper. Apapun itu yang pasti pantai pasti selalu meninggalkan kenangan yang indah bukan.

Friday, March 18, 2016

Earth Hour 2016; Yuk Mulai Perubahan

Suatu perubahan yang besar bisa dicapai dengan memulai perubahan-perubahan kecil yang kita lakukan. Hal inilah yang menjadi pondasi komunitas Earth Hour dalam menjalankan misinya. Earth hour yang merupakan sebuah gerakan global untuk perubahan iklim memiliki komitmen untuk mengajak semua lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga bumi. Hal ini secara nyata tentu bisa tercapai dengan mengubah gaya hidup kita demi kelestarian bumi. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan adalah, misalnya dengan menghemat salah sumber energi kita yaitu listrik. Mematikan lampu ruangan ketika tidak ada orang di dalamnya, mengurangi penggunaan AC dan mencabut charger gadget ketika selesai digunakan adalah hal yang bisa kamu lakukan. Terlihat sepele tetapi tanpa kita sadari hal tersebut sangat besar pengaruhnya bagi bumi kita. Dan bayangkan jika tidak hanya kamu yang melakukan hal itu tapi 10, 100, 200, bahkan jutaan orang yang melakukan itu maka kita sudah berhasil menghemat energi demi kelestarian bumi.

Tuesday, March 15, 2016

Cara Mudah Memulai Sebuah Proposal Tugas Akhir

Halo, apa kabar mahasiswa tingkat akhir?

32
*sumber gambar: eazyresearch.com

Sudah sadar belum kalau kamu sudah ada di tahun terakhir kuliah (ini bagi yang niat buat lulus kuliah sih). Apa sudah dapat SP dari orang tua untuk segera menyelesaikan kuliah?. Padahal yang di sini masih selow-selow, belum ngapa-ngapain. Gimana mau mulai ngerjain tugas akhir kalau proposal penelitiannya aja belum dibikin. Duh…selama ini ngapain aja dek. Jadi masih bingung gimana mau memulai bikin proposal penelitian ya. Baiklah kali ini saya akan berbagi sedikit tips cara mudah untuk membuat proposal tugas akhir kamu.

Tuesday, March 8, 2016

#DAY7: Cerita Dari Sumbawa Yang Belum Usai

Sudah hari ke tujuh kami berada di Sumbawa dan tadi malam kami sudah kembali menginap di camp Newmont. Hari ini kami masih akan berkeliling ke daerah lingkar tambang Newmont. Tempat yang kami kunjungi pertama adalah tempat pembuatan Virgin Coconat Oil (VCO) yang berada di Desa Dasan Kecamatan Jereweh, masih di Kabupaten Sumbawa Barat. VCO yang dibuat di tempat ini adalah hasil kerjasama antara warga masyarakat, Newmont dan IPB. Ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibantu oleh Newmont. Newmont membantu untuk penyediaan peralatan. VCO yang dihasilkan di tempat ini merupakan bahan untuk membuat kosmetik yang pembuatannya dilakukan oleh IPB. Pelatihan VCO untuk masyarakat juga dilakukan secara rutin.

Setelah dari tempat pembuatan VCO kami akan menuju Desa Kertasari. Kali ini kami akan mendatangi desa yang berada di tepi pantai. Yaa…kertasari adalah kampung nelayan yang secara administrasi masuk dalam wilayah Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Memasuki Kertasari tampaklah rumah-rumah panggung yang menjadi ciri perkampungan nelayan. Pola ruang berubah maka berubah pula aspek yang lain termasuk bentuk rumah dan pekerjaan penduduknya. Namun terdapat beberapa rumah yang bentuknya bukan lagi rumah panggung tetapi rumah batu bata seperti rumah di desa atau kota lain. Bau laut menembus indra penciuman kami, angina laut menyapa kulit kami, dan sinar matahari yang terik sudah lama membuat kulit satu tingkat lebih gelap dari sebelum kami datang ke Sumbawa, tetapi para peserta bootcamp masih bersemangat. Masih semangat karena akan mendapatkan hal baru lagi, cerita baru lagi, foto baru lagi.

DSCF9649

*sumber foto: Monika Yolando Putri


Kertasari merupakan desa nelayan yang menjadi penghasil rumput laut dan mengolah rumput laut tersebut menjadi berbagai macam produk. Produk olahan rumput laut yang dihasilkan antara lain adalah dodol rumput laut dan stik rumput laut. Newmont juga memberikan dukungan kepada Kertasari untuk pengembangan rumput laut. Hampir semua penduduk Kertasari menggantungkan hidupnya pada laut salah satunya dengan menjadi petani rumput laut. Satu hal lagi yang tidak biasa adalah ternyata hampir 75% penduduk Kertasari adalah keturunan bugis, berdarah Sulawesi. Jadi bahasa yang digunakan adalah campuran antara bahasa Sumbawa dan bahasa bugis.

DSCF9700

*sumber foto: Monika Yolando Putri


Di Kertasari kami dijamu makan siang dengan makanan yang luar biasa sedapnya. Ada urap rumput laut, sate abalone (sejenis kerang laut), sepat (makanan khas Sumbawa yang berbahan dasar ikan dengan daun aru), sambel cumi, dan sambel cabe rawit yang super enak. Di tengah teriknya matahari kami makan siang dengan sangat lahap. Makan siang kami dilengkapi dengan es rumput laut yang manis dan segar. Rasa rumput lautnya yang kenyal terasa segar. Rumput laut yang digunakan sudah berbentuk jeli. Cara membuatnya adalah rumput laut tersebut dimasak bersama air hingga mengental kemudian ditempatkan dalam wadah, setelah dingin dipotong-potong dan dicampur dengan bahan es campur yang lain.

IMG_20160220_121002

*dokumen pribadi


Setelah mengunjungi Kertasari kami mengunjungi landmark Taliwang yang hits yaitu masjid Agung Darussalam Taliwang. Kami melaksanakan sholat ashar di masjid ini. Masjid megah ini dikelilingi oleh bukit-bukit hijau dan memiliki halaman luas yang sering digunakan oleh masyarakat untuk sekedar bersantai. Kami juga sempat menikmati halaman masjid ini dan mengambil foto di depannya. Senyum masih mengembang di wajah-wajah kami. Selagi di Taliwang kami juga mampir ke rumah pak Arie Burhanuddin selaku penanggung jawab kegiatan Newmont Bootcamp di Sumbawa. Pak Arie dengan senang hati (apa terpaksa ya…bukan gara-gara dipaksa kak Cumi kan pak? …haha) mengundang kami ke rumahnya. Sekedar untuk menikmati secangkir kopi dan sepiring kue. Terima kasih banyak pak atas undangannya.

IMG-20160224-WA0033

*lupa siapa yang foto


Satu hari lagi bertambah. Bertambah lagi cerita kami, pertambah lagi pengalaman dan wawasan kami. Sumbawa telah memberikan cerita baru dalam kehidupan kami masing-masing. Sumbawa menjadi tanah yang mempertemukan kami. Banyak cerita baik yang harus didengar oleh orang banyak di luar sana tentang Sumbawa. Dan semoga kami bisa menjadi penutur yang baik bagi mereka.

 

Sunday, March 6, 2016

#DAY6: Masih, Melihat Daerah Lingkar Tambang Lebih Dekat

Hari ke enam, dan kami masih berada di desa lingkar tambang Newmont. Hari ini kelompok kami akan berkunjung ke Kecamatan Sekongkang. Sementara kelompok satu yang sedang berada di Sekongkang akan berkunjung ke Maluk. Masih dalam suasana jalan-jalan melihat potensi yang ada di daerah yang berada di lingkar tambang, kami semua masih bersemangat. Meskipun panasnya matahari Sumbawa begitu menyengat. Tapi tak mengapa karena hari ini kami akan melihat yang segar-segar.

DSCF9415

*sumber foto: Monika Yolando Putri


Kami bergerak menuju Sekongkang untuk mengunjungi tempat wisata air terjun. Tidak disangka kalau Sumbawa juga punya air terjun yang indah, namanya air terjun perpas. Air terjun ini tepatnya berada di Desa Kemuning Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk diketahui bahwa Kecamatan Maluk, Kecamatan Sekongkang, dan Kecamatan Jereweh merupakan daerah lingkar tambang Newmont. Tiga kecamatan tersebut menjadi fokus Newmont dalam menjalankan program-program CSR nya. Oke balik lagi ke air terjun perpas -,- …. Jadi untuk mencapai air terjun perpas kamu harus berjalan memasuki hutan dan jalan setapak selama 45 sampai 60 menit. Jauh ya? Iya emang jauh. Tetapi jangan khawatir perjalanan jauh itu tidak akan ada artinya jika dilakukan bersama teman-teman dan hati yang riang. Naik turun jalan dan keringat yang bercucuran akan terbayarkan dengan segarnya air terjun yang telah menanti. Benar saja, sesampainya kami di Perpas semua rasa lelah terbayarkan. Bayangkan saja komposisi ini; pepohonan hijau, langit biru, suara burung bersahutan, dan suara air mengalir sudah pasti akan membuatmu segar kembali. Meskipun air terjun ini tidak seperti air terjun Sendang Gila yang ada di Lombok tetapi air terjun ini cukup memuaskan bagi kami yang saat itu kegerahan. Beberapa teman-teman langsung mandi, menikmati air terjun Perpas. Di daerah aliran air trejun Perpas ini Newmont membantu pembuatan bak tampungan air yang kemudian dialirkan ke desa, ke rumah-rumah penduduk.

DSCF9422

*sumber foto: Monika Yolando Putri


Setelah puas main di air terjun kami bergerak turun untuk makan siang dan menuju lokasi berikutnya. Mengunjungi sebuah perkebunan jeruk adalah tujuan kami berikutnya. Jeruk adalah buah favorit saya dan saya excited mau melihat kebun jeruk secara langsung karena jujur saja saya belum pernah melihat kebun jeruk sebelumnya. Tetapi sesampainya di lokasi saya sedikit kecewa karena jeruknya belum ada yang matang, saya kan jadi tidak bisa mencicipi #eh. Belum waktunya panen sih. Kebun jeruk ini bisa menjadi tujuan wisata seperti di Malang jika disiapkan dengan lebih baik.

DSCF9526

*sumber foto: Monika Yolando Putri


Perjalanan kami hari itu tidak berakhir di kebun jeruk karena masih ada tempat berikutnya yang akan kami datangi. Selanjutnya, kami menuju tempat wisata yang menyajikan permainan outdoor yaitu flying fox. Tempat ini terbilang masih baru, tampak masih melakukan penataan disana-sini dan terus meningkatkan fasilitas yang ada. Beberapa teman saya ingin mencoba flying fox, mereka bersemangat ingin mencoba tetapi harus mereka harus menelan keinginannya karena tali flying fox putus. Hal ini bisa jadi pelajaran berharga untuk pengelola taman agar lebih memperhatikan fasilitas, kontrol dan perawatannya. Satu tempat lagi yang akan kami tuju sebelum kembali ke Townsite yaitu pantai Lawar. Tidak ada hal serius yang akan kami lakukan di pantai Lawar, kami hanya akan menikmati sunset dan pemandangan pantai. Sambil berfoto-foto narsis tentu saja. Bertambah lagi pantai indah yang saya temui di Sumbawa.

IMG-20160219-WA0008

*sumber foto: Iqbal Kautsar


Perjalanan hari ini memberikan pemahaman bahwa ternyata Sumbawa memiliki lokasi wisata yang tidak kalah potensial dengan Lombok. Hanya perlu dilakukan penataan dan peningkatan fasilitas serta promosi wisata yang serius. Dukungan dari pemerintah, pengusaha dan masyarakat sangat diperlukan. Pariwisata bisa menjadi sektor utama yang berkembang di masa depan dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat apalagi selepas Newont tak lagi beroperasi kelak.

 

#DAY5: Melihat Lebih Dekat Kehidupan Di Daerah Lingkar Tambang

Di hari kelima kami tidak lagi berkeliling di area tambang tetapi berkeliling di desa yang berada di lingkar tambang Newmont. Salah satunya adalah bertemu adik-adik di sebuah sekolah di Maluk. Rombongan peserta bootcamp dibagi menjadi dua kelompok; kelompok satu menginap di Kecamatan Sekongkang dan kelompok dua menginap di Kecamatan Maluk. Saya masuk ke dalam kelompok dua yang berarti menginap di Kecamatan Maluk. Di kelompok dua saya bersama bunda Intan, bunda Donna, Kak Monik, Kak Chakry, Shouma, Afi, Kadek, bli Putu, mas Iqbal, kak Timo, kak Cumi, mas Bram, Ikhsan, dan Satria. Kami menginap di salah satu rumah warga, terpisah antara laki-laki dan perempuan. Para perempuan menginap di rumah pak Arifin.

Malam telah tiba ketika kami sampai di rumah pak Arifin. Sebelumnya kami menikmati sunset di pantai Rantung, dan yaaa kalian harus tahu kalau sunsetnya indah banget. Kayaknya saya perlu menulis bagian khusus tentang sunset yang indah ini. Setelah menikmati sunset kami makan malam di sebuah warung makan. Kehidupan di luar area pertambangan Newmont sama seperti desa-desa lain. Rumah-rumah dengan berbagai tipe, toko-toko, sekolah, masjid, warung makan, dll menghiasi wajah Maluk. Malam ini kami tidak bisa langsung tidur karena kami harus menyiapkan bahan untuk bertemu adik-adik di sekolah besok pagi. Kami akan sedikit sharing dengan adik-adik sekolah yang mudah-mudahan dapat menginspirasi mereka.

IMG-20160218-WA0010

*sumber foto: Iqbal Kautsar


Akhirnya pagi ini tiba, jadwal padat telah menanti kami hari ini. Pertama kami akan berkunjung ke SMKN 1 Maluk untuk sharing bersama para siswa. Sekolah ini di kelilingi bukit hijau yang menyejukkan mata. Bangunan sekolah yang masih baru dengan bau cat yang masih terasa di indra penciuman. Para guru dan siswa menunjukkan wajah penuh senyum ketika menerima kedatangan kami. Kami tidak menyangka kalau para siswa akan sangat antusias dengan kedatangan kami. Sharing tentang cita-cita dan impian dengan para siswa membuat kami semua sama-sama belajar bahwa semuanya bisa diraih jika ada kemauan. Siswa-siswa tersebut tidak ada yang malu-malu mengungkapkan impian dan cita-cita mereka. Mereka dengan yakin sudah bisa mengungkapkan akan jadi apa mereka kelak. Hal yang menarik lainnya adalah ketika pertambangan Newmont sering “dihujat” oleh warga sekitar tambang tetapi mengapa ada anak-anak yang bercita-cita ingin bekerja di Newmont kelak dan itu merupakan bagian dari keinginan orang tua mereka juga. Ada harapan dari wajah-wajah mereka sebagai generasi penerus yang akan membangun Sumbawa menjadi lebih baik di masa depan.

IMG-20160226-WA0029

*sumber foto: Ari Burhanudin


Hari sudah siang, sudah saatnya berpisah dengan adik-adik SMKN 1 Maluk. Kami bergerak untuk mencari makan siang sebelum berkunjung ke lokasi lain di daerah lingkar tambang Newmont. Kami menikmati hidangan laut sebagai menu makan siang di pantai Maluk. Saya bertemu lagi dengan pantai cantik di Sumbawa, pantai Maluk. Ikan bakar dan rarit menjadi menu andalan di pantai Maluk. Rarit adalah makanan yang terbuat dari daging sapi, mirip dendeng sapi, kemudian dimakan bersama sambel cabe rawit. Selain itu ada juga pisang goreng sebagai cemilan and you know what? makannya pakai sambel. Iya serius, makan pisang goreng dicocol sambel cabe rawit. Belum pernah nyobain kan, makanya datang ke pantai Maluk. Oh ya jangan lupa kelapa mudanya. Nggak afdol dong kalau makan di pinggir pantai tanpa kelapa muda. Pantai Maluk merupakan salah satu pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Birunya air laut, pasir putih, dan ombak yang bergelung manja di kaki pantai akan membuat jatuh hati setiap yang datang ke sana. Di pantai Maluk juga terdapat penangkaran anak penyu alias tukik yang di dukung oleh Newmont. Kami berkesempatan untuk melepas tukik yang telah siap bertemu lautan luas. Sebuah pengalaman yang tidak didapatkan oleh banyak orang.

IMG-20160218-WA0014

*sumber foto: Satria Junanda


Selanjutnya kami bergerak menuju tempat pembuatan coconet. Coconet adalah semacam jaring yang terbuat dari sabut kelapa. Sebelumnya sabut kelapa tersebut dipilin hingga menjadi sebuah tali dengan bantuan mesin khusus. Setelah tali-tali tersebut jadi barulah dibentuk menjadi jaring atau net. Coconet digunakan sebagai bahan dalam proses reklamasi, sebagai penyangga tanah dan penahan air. Jadi, keberadaan coconet dapat memperkuat tanah, menyebabkan topsoil yang menjadi tempat tumbuhnya tanaman tidak mudah tererosi ketika hujan turun. Sebuah teknologi sederhana yang sangat bermanfaat. Setelah melihat tempat pembuatan coconet kami menuju bank sampah yang dimiliki Maluk. Bank sampah menjadi solusi tepat untuk mengurangi masalah sampah yang ada di Maluk. Menjadikan masyarakat lebih bersemangat untuk mengurus sampah mereka. Bayangkan saja, menabung sampah dan menghasilkan uang, siapa yang tidak mau?. Terakhir kami berkunjung ke kebun buah naga dan tempat pembibitan tanaman yang disediakan Newmont bagi masyarakat sekitar. Masyarakat bisa mendapatkan bibit tanaman tersebut secara cuma-cuma asalkan benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik.

IMG-20160225-WA0017

*sumber foto: Lalu Budi Karyadi


 

Hasil perjalanan hari ini memperlihatkan bahwa Maluk hari ini adalah Maluk yang telah jauh berkembang dari segala sisi dibandingkan dengan Maluk bertahun-tahun yang lalu. Itu adalah hal baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa Newmont membawa dampak yang siginifikan terhadap kehidupan masyarakat di lingkar tambang saat ini. Newmont sedikit banyak menjadi jalan masyarakat tumbuh dengan masa depan cerah yang bisa diraih bersama-sama.

 

Friday, March 4, 2016

#DAY4: Pengelolaan Lingkungan Itu Bukanlah Hanya Omong Kosong

Hari ke empat adalah jadwal kami mengunjungi departemen lingkungan hidup Newmont. Kami akan melihat secara langsung bagiamana Newmont mengelola lingkungan yang terdampak akibat keberadaannya dan mendengar penjelasan para ahli ddari departemen lingkungan hidup Newmont. Sampai hari ke empat ini banyak pengetahuan dan pengalaman yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya yang saya peroleh. Menyenangkan rasanya ketika setiap harinya kita bisa meningkatkan kapasitas diri dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman.

Departemen lingkungan hidup merupakan departemen yang tidak kalah penting jika dibandingkan dengan departemen lain di lingkungan Newmont. Jika departemen lingkungan hidup tidak ada maka perjalanan penambangan Newmont selama ini tidak akan berjalan lancar. Bisa dikatakan bahwa departemen lingkungan hidup adalah bagian yang bekerja paling akhir hingga kelak pertambangan Newmont tutup. Merekalah yang paling terakhir angkat kaki dari Newmont sampai lunas reklamasi lahan yang harus mereka lakukan. Meski begitu departemen lingkungan hidup terus menerus bekerja untuk mempersiapkan kebutuhan untuk reklamasi dan pemeliharaan lingkungan sekitar tambang.

IMG_20160217_085638

*dokumen pribadi


Di sekitar area kantor departemen lingkungan hidup Newmont terdapat Nursery Environmental, semacam lahan tempat budidaya dan perawatan tanaman yang akan digunakan untuk reklamasi. Di tempat ini dilakukan pembibitan selama enam bulan, kemudian dirawat sampai mencapai usia siap tanam. Tanaman yang dibudidayakan adalah tanaman yang merupakan tanaman asli daerah Sumbawa. Mengingat prinsip reklamasi yang harus mengembalikan lahan mirip seperti semula. Jadi tanaman atau pohon yang ditanam adalah tanaman asli dari daerah tersebut.

IMG_20160217_095842

*dokumen pribadi


Setelah melihat lokasi Nursery kami menuju lokasi yang sedang dalam proses reklamasi oleh Newmont. Kami melihat secara langsung bagaimana usaha Newmont untuk mengembalikan lahan yang telah dipakai menjadi seperti semula. Biaya yang ditanggung tidaklah sedikit, namun Newmont berkomitmen untuk bertanggung jawab hingga tuntas. Kegiatan reklamasi dimulai dari penyiapan lahan yang tidak mudah, agar bisa ditanami. Topsoil yang digunakan adalah topsoil yang telah dikumpulkan dan dipelihara dari lahan yang telah dibuka pada waktu yang lalu. Jadi tidaklah mengeruk tanah dari tempat lain lagi. Semuanya telah dipersiapkan secara matang oleh Newmont. Terlihat bahwa usaha reklamasi yang secara perlahan telah dilakukan Newmont sudah berhasil. Lahan yang tidak dipergunakan lagi oleh Newmont dengan segera akan direklamasi, tidak menunggu kontrak karya Newmont berakhir baru dilakukan reklamasi. Namun sudah mulai dilakukan sedikit demi sedikit.

IMG_20160217_135614

*dokumen pribadi


Departemen lingkungan Hidup juga melakukan pemeliharaan rutin seperti mengontrol air permukaan, mengontrol curah hujan, dan menganalisis perubahan-perubahan lingkungan lainnya. Hal yang harus diutamakan adalah mencegah perusakan lingkungan, meminimalisir kerusakan dan mengupayakan perbaikan atas kerusakan yang telah terjadi. Newmont melalui departemen lingkungan hidupnya telah menyiapkan dam-dam sebagai tempat pengendali air untuk mencegah bercampurnya air tambang dengan air sungai yang digunakan warga. Salah satu dam pengendali air yang dimiliki Newmont adalah Dam Santong 3. Dam Santong 3 ini berfungsi untuk menampung air tambang yang akan diolah kembali dan digunakan untuk keperluan di pabrik pengolahan. Dalam tour hari ini kami juga mengunjungi Landfill Incinerator yaitu sebagai tempat pembakaran sampah medis dan tempat pengolahan sampah basah Newmont. Sampah medis Newmont dibakar dengan alat khusus yang disebut incinerator, dan penggunaannya telah mendapatkan ijin yang sah. Sedangkan sampah rumah tangga diolah Newmont yang hasilnya kemudian digunakan untuk menyiram lapangan golf, dll.

untitled-jpg-56ce7dc081afbdb02ce5f0d6

*sumber foto: PT.NNT


Seperti yang diketahui bahwa hasil akhir dari proses penambangan di Newmont adalah konsentrat dan tailing. Konsentrat adalah bahan mineral berharga yang mengandung tembaga, emas dan perak. Sedangkan tailing merupakan limbah yang tidak digunakan lagi. Pengelolaan tailing atau limbah pertambangan ini telah dipikirkan dengan matang oleh Newmont. Meski sejak dulu persoalan tailing ini selalu diperdebatkan oleh masyarakat luar yang tidak mengerti duduk perkaranya. Selama ini Newmont menempatkan tailing mereka di bawah laut dengan kedalaman 4000 meter tepatnya di Teluk Senunu, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Penempatan tailing ini bukanlah tanpa dasar tetapi berdasarkan ijin dari Kementrian Lingkungan Hidup melalu SK Menteri No. 24 Tahun 2002. Batas jumlah tailing yang diizinkan adalah sebesar 54,8 juta dmt (dry metric ton) per tahun. Sebuah teknik khusus digunakan dalam menempatkan tailing di bawah laut yaitu teknik DSTP (Deep Sea Tailing Placement) dan teknik gravitasi. Hal yang menjadi pertimbangan penempatan tailing di bawah laut adalah karena jika ditampung di darat akan membutuhkan lahan yang tidak sedikit dan akibat yang bisa timbul di kemudian hari jika terjadinya kebocoran penampungan akan lebih merugikan. Setelah ditempatkan di bawah laut tailing tidak ditinggalkan begitu saja tetapi terus dikontrol untuk mengetahui pergerakannya dan bagaimana kondisinya di bawah sana. Penelitian terus dilakukan sebagai bagian dari kontrol tailing antara lain memeriksa sampel sedimen dan air laut, serta meneliti dampaknya terhadap ekosistem laut. Penelitian yang dilakukan Newmont juga bekerjasama dengan LIPI.

IMG-20160224-WA0021

*sumber foto: Jonatan Davin


Pemeliharaan lingkungan terus menerus dilakukan Newmont. Bukan hanya sebagai janji kepada pemerintah untuk mengembalikan lahan seperti sedia kala tetapi juga sebagai bentuk tangggung jawab Newmont untuk menjaga bumi bagi generasi berikutnya.