Tuesday, January 27, 2015
8 Hal Yang Harus Dilakukan Jika Dilanda Stress
1. Memasak
Bagi saya memasak adalah kegiatan yang menyenangkan. Ketika stress melanda saya akan memasak. Memasak makanan yang ingin saya makan. Proses ketika memasak di dapur akan membuat saya lupa dengan hal-hal yang membuat pusing, karena saya akan fokus pada masakan yang sedang saya buat. Selain tentu saja lebih sehat dan lebih hemat, memakan makanan hasil masakan sendiri juga menjadi kepuasan tersendiri karena pasti sesuai dengan selera saya. Selain itu dapat menjadi ajang mengolah kemampuan diri sendiri dalam memasak.
2. Menulis
Selain memasak, cara jitu untuk menghilangkan pusing dan gundah gulana adalah menulis. Serius. Bagi saya menulis sangat ampuh menghilangkan pusing kepala. Saya sering melakukannya. Apa yang harus ditulis? Apa saja. Tulis apa saja yang kalian inginkan, puisi, sajak-sajak, pantun, gumaman-gumaman kecil, curhat alay, cerpen, resep masakan, opini, esai, atau hal-hal yang lebih serius seperti tulisan-tulisan ilmiah. Menulis akan mengalihkan perhatian pada layar laptop atau lembaran kertas yang akan kalian tulisi. Otak akan berpikir cepat tentang apa-apa yang kalian tulis. Pikiran-pikiran yang menumpuk di kepala tersalurkan. Pusing hilang.
3. Beres-Beres
Hal lain yang bisa dilakukan beres-beres. Iya beres-beres, bisa beres-beres rumah, atau untuk anak kos beres-beres kamar kos. Coba perhatikan kamar kosmu, mungkin kamarmu sedang berantakan makanya pusing, haha... Tapi memang, bagi saya jika kamar saya sedang berantakan saya jadi malas mengerjakan apapun, jadi malas-malasan dan pusing sendiri. Jadi dengan mulai membereskan kamar sendiri akan membuat kadar pusing berkurang.
4. Melakukan Hobi
Tentu kita semua punya hobi. Hal-hal yang kita senangi, dan membuat kita dengan sukarela melakukannya. Ketika rasa stress melanda ada baiknya untuk melakukan hobi. Bagi saya melakukan hobi tentu saja menyenangkan. Seperti menulis dan memasak menjadi salah dua hobi yang sering saya lakukan. Selain itu saya akan membaca. Membaca membuat saya tenggelam pada dunia baru, menyelami karakter-karakter baru dan perasaan-perasaan baru yang tercipta. Untuk kalian, silahkan lakukan hobi yang membuat senang, misalnya menggambar atau melukis, bermain musik, menyanyi, naik gunung, camping, olahraga, fotografi, dan masih banyak lagi yang lainnya.
5. Keluarlah! Rekreasi!
Jika empat hal diatas masih tidak dapat menghilangkan rasa stress dan pusing, mungkin kita butuh keluar ruangan kita, rekreasi. Sebagai manusia biasa kita kita pasti punya rasa jenuh berdiam diri, kadang kita butuh melihat hal-hal yang menyegarkan pikiran. Rekreasi di sini buka berarti kalian harus rekreasi ke tempat yang jauh dengan biaya yang mahal, namun hal ini dapat dilakukan dengan hal-hal sederhana. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah olahraga, joging misalnya. Joging sore atau pagi di joging track kampus selain sehat tentu saja hemat. Selain itu kita dapat melakukan dengan sekedar jalan-jalan ke toko buku, ini adalah hal yang paling sering saya lakukan. Tidak harus membeli buku, namun bagi saya melihat-lihat buku dan mengecek buku yang kira-kira akan dibeli sudah menyenangkan. Kita ada waktu yang panjang dan kondisi keuangan yang oke, bisalah...rekreasi ke tempat yang jauh seperti pantai atau tempat rekreasi berbayar lainnya.
6. Bertemu Teman
Cara ampuh untuk menghilangkan stress lainnya adalah dengan bertemu teman-teman. Mungkin hal-hal yang membuat stress itu harus dibagi dengan orang lain. Bertemu teman-teman dekat untuk saling bercerita salah satu hal yang berharga dan menyenangkan. Kita bisa membuat janji untuk bertemu di tempat-tempat yang menyenangkan sambil menikmati jajanan kesukaan. Kita bisa saling mengeluarkan ide pemecahan masalah, saling membantu dan saling menghibur. Saya sering merasakan manfaat dari bertemu teman-teman, mereka selalu saja punya cara untuk menghibur dengan mengeluarkan lelucon-lelucon lucu dan konyol. Bertemu teman-teman juga akan mempererat tali silaturrahmi dan persahabatan.
7. Tidur ~~~
Jika 6 cara tersebut di atas tiak bisa dilakukan, maka lakukan hal ke lima ini yaitu tidur. Yups...tidur. Tidur adalah salah satu cara ampuh untuk melupakan permasalahan yang membuat stress dan pusing. Meski ketika bangun tidur kita akan jadi lebih ingat pada masalah yang ada. Tapi setidaknya dengan tidur kita diberikan sedikit waktu untuk tenang dan lupa pada masalah hidup :D
8. Cari Akar Masalahmu lalu Selesaikan!
Yang terakhir ini adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk mengusir rasa stress dan pusingmu, yaitu cara akar masalahmu kemudian selesaikan. Tiada hal yang lebih penting dari kalian sendiri yang harus tahu masalah kalian dan mencari solusinya. Mencari solusi bisa dilakukan dengan banyak cara. Bisa dengan membaca, berdiskusi dengan orang lain termasuk dengan orangtua, kontemplasi dan beribadah. Meningkatkan ibadah salah satu hal favorit saya dan terbukti ampuh menghilangkan gundah gulana. Silahkan dicoba.
Sampai disini.
Itulah hal-hal yang biasa saya lakukan untuk mengusir rasa stress, pusing dan gundah gulana. Pasti ada diantara kalian yang memiliki hal-hal favorit lain yang biasa dilakukan untuk menghilangkan stress. Daftar ini bisa lebih panjang lagi. 8 hal ini adalah hanya sebagian kecil hal yang bisa dilakukan, namun silahkan dicoba. Mungkin satu dua diantaranya akan berhasil :D
Saturday, January 24, 2015
Reminder
-Albert Einstein-
Kata Si Putri
Kata Putri, ya ampun betapa sempitnya pikiran manusia ini hingga ujung-ujungnya hanya bisa menangis,
Kata Putri, memang sih tidak ada yang salah dengan menangis, menangislah jika harus menangis,
Kata Putri, terkadang menangis bikin lega, dada terasa lapang, karena yang membuat sesak telah dikeluarkan.
Friday, January 23, 2015
Lewat Radio
Apalagi jika kau memutar radiomu pada jam 10 malam keatas, kau akan mendengar lagu-lagu yang akan menghantarkanmu pada kenangan. Zaman sekarang disebut galau. Tapi kenangan adalah bukan hanya perkara galau atau tidak, kenangan adalah perkara hal-hal yang begitu membekas di hati, sesuatu yang begitu mudah untuk dipanggil kembali pada masa sekarang.
Lewat radio, melalui gelombang elektromagnetik yang hadir di tengah-tengah ruang kamarmu kenangan itu sampai padamu. Celoteh para penyiar yang pada saat-saat tertentu membahas hal-hal yang mengingatkanmu pada sesuatu, maka hadirlah kenangan itu. Radio juga bisa menjadi media kau mengirim kenangan dan rindu pada yang lain. Berapa banyak orang-orang yang mengirimkan cerita kenangan dan kerinduan lewat radio. Berharap seseorang yang disebut dalam kenangan tersebut mendengarnya.
Meski jaman telah banyak berubah, radio tetap menjadi salah satu media pengirim kenangan yang spesial. Tak bisa digantikan. Lewat radio, kau bisa mengirimkan kenangan dan rindu yang telah lama terpendam, seperti kata salah satu band tanah air.
Tak Ada Yang Baru Di Bawah Matahari
Kalimat tersebut saya dengar pertama kali dari seorang dosen saya dulu. Waktu itu ia sedang menjadi pemateri dalam acara kepenulisan ilmiah. Ia adalah seorang profesor yang juga menjadi reviewer untuk program kreativitas mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan bagaimana memunculkan dan menggali suatu hal yang menarik untuk diteliti sehingga proposal penelitian dapat tembus untuk dibiayai.
Dosen tersebut mengatakan bahwa, jangan terlalu berpikir yang terlalu wah, berpikir terlalu tinggi sehingga membuat pusing duluan sebelum menulis dan meneliti. Kita seringkali terjebak pada keinginan-keinginan yang terlalu besar, sampai melupakan hal-hal yang sederhana. Hal-hal kecil yang ada di sekitar kita, yang sebenarnya jika ditelusuri akan sangat menarik untuk diteliti. Ia mengatakan, “Karena Tak Ada Yang Baru Di Bawah Matahari”. Semuanya sudah ada, kita tidak perlu mencari-cari lagi. Hal yang harus dilakukan adalah bagaimana memodifikasi yang sudah ada, mengembangkannya, mengintegrasikannya dengan sesuatu lainnya. Sehingga terciptalah sesuatu yang lebih bernilai dan bermanfaat.
Memang benar, Tak ada yang baru di bawah matahari
Waktu berlalu, setelah bertahun-tahun saya kembali diingatkan tentang kalimat tersebut hari ini oleh seorang penulis fiksi. Ia adalah Bernard Batubara yang sering disapa Bara. Penulis yang bisa dibilang sedang naik daun akhir-akhir ini. Saya berkesempatan untuk bertemu dan mendengarkan ia berbagi pengalaman. Bara bercerita kalau setiap ada kesempatan seperti talkshow, meet & greet, atau di kelas kopdar fiksi yang ia asuh, seringkali ditanya bagaimana memunculkan ide tulisan. Menurut dia itu adalah pertanyaan yang tidak masuk akal, karena ide itu ada dimana-mana. Hal yang harus dilakukan adalah kita harus lebih peka dengan sekitar kita. Membuka diri, membuka pikiran, mengajak otak untuk berpikir dan berimajinasi. Persis seperti yang disampaikkan oleh dosen saya sebelumnya bahwa kita cenderung ingin menciptakan sesuatu yang wah, sesuatu yang belum ada di muka bumi ini (dalam hal ini tulisan), hanya karena tak ingin dikatakan klise. Namun sebenarnya itu adalah hal yang mustahil. Yang harus diperhatikan adalah “bagaimananya” bukan “apanya” , maka akan tercipta sesuatu yang spesial.
Misalnya ketika akan menulis tentang cinta. Seperti yang kita tahu bahwa cinta sudah banyak ditulis oleh banyak penulis. Kemudian kita malah terlalu takut untuk mulai menulis karena ingin menulis kisah cinta yang wah, yang tidak terdengar klise hingga membuat kita tidak berkembang. Padahal unsur tulisan (misalnya novel) tidak hanya terletak di ide, namun banyak faktor lain yang harus diperhatikan seperti tokoh, karakter, alur, setting, narasi dan lain-lain. Banyak hal yang bisa dieksplore lebih jauh. Karena tak ada yang baru di atas muka bumi, kecuali jika mungkin suatu hari kita bangun di pagi hari kemudian menemukan ada tiga matahari, bisa jadi akan ada sesuatu yang baru.
Yaa…kalimat tak ada yang baru di bawah matahari begitu melekat di pikiran saya. Layak untuk direnungkan dan menjadi penggerak untuk lebih mengembangkan diri, untuk berkarya dan bekerja. Menjadi pengingat untuk tidak melupakan hal-hal kecil di sekitar kita yang pada dasarnya berharga.
By the way, tulisan mengenai hasil meet and greet dengan Bara hari ini akan saya share di blog saya yang khusus membahas buku dan tulis menulis barubukuku.blogspot.com
:))
Thursday, January 15, 2015
Buku Sakti Mahasiswa Fisika
Yups tiba-tiba saja saya ingin sedikit berbagi tentang mahasiswa fisika. Kalian tahu kan siapa mahasiswa fisika. Mereka adalah mahasiswa yang kuliah dengan mengambil jurusan fisika, jurusan ini masuk dalam Fakultas MIPA, fakultas dengan ilmu-ilmu murni. Fisika merupakan suatu pokok ilmu yang mempunyai banyak cabang, banyak banget, misalnya geofisika, astronomi, fisika material, biofisika, kimiafisika, fisika kedokteran, fisika instrumentasi, dan masih banyak lagi yang lain.
Saya tidak akan membahas mengenai cabang-cabang fisika tersebut, namun membahas tentang buku-buku mahasiswa fisika. Ini adalah tentang buku-buku wajib yang dijadikan pegangan oleh mahasiswa fisika. Kita bisa menyebutnya buku sakti…hehe. Setelah melakukan perenungan yang panjang akhirnya saya menyimpulkan beberapa buku yang saktinya luar biasa dalam menopang kehidupanmu dalam mengarungi hidupmu sebagai mahasiswa fisika. Jangan sebut dirimu mahasiswa fisika jika tidak mengoleksi buku-buku ini.
Baiklah ini dia buku-buku tersebut:
- Buku fisika dasar, Halliday-Resnick jilid 1 dan jilid 2
Sebagai mahasiswa fisika yang masih unyu-unyu di tahun pertama buku wajib yang kamu miliki adalah tentu saja buku untuk belajar fisika dasar. Dosen-dosen biasanya memakai buku ini sebagai pegangan mereka dan menyarankannya juga kepada mahasiswa. Mahasiswa fisika biasa menyebut buku ini dengan “Halliday”, misalnya dalam pertanyaan “eh kamu punya Halliday gak?” atau “Jawaban no ini ada di Halliday”, For your information ya text book Halliday ini beredar dalam bahasa inggris. Jadi mahasiswa fisika dari awal belajar dari text book dengan bahasa inggris. Bayangkan, fisikanya aja belum tentu ngerti, ditambah lagi dalam bahasa inggris. Betapa tabahnya mahasiswa fisika. Tapi jangan hawatir karena masih fisika dasar jadi materinya tidak terlalu jauh dengan materi fisika ketika di SMA ditambah lagi masih ada buku-buku teks fisika dasar dalam bahasa Indonesia yang dapat dijadikan pegangan. Seperti buku Fisika Dasar Giancoli atau Fisika Dasar yang ditulis Serway dan Jewett.
- Buku Mekanika Klasik Atam P. Arya
Mahasiswa fisika yang betah kemudian berhasil melanjutkan sampai tahun kedua akan bertemu dengan buku ini. Tidak adalagi fisika dasar. Mulai dari tahun kedua semua materi dalam fisika dasar tersebut dipecah belah dan memiliki mata kuliah sendiri-sendiri. Salah satunya adalah materi mekanika. Mata kuliah mekanika 1 dan mekanika 2. Buku karangan Atam P. Arya ini berjudul Introduction to Classical Mechanics. Ini baru introduction loh, dan ini bukunya sudah tebal, dalam bahasa inggris pula. Ini baru mekanikan klasik, mengapa disebut klasik karena masih membahas partikel yang lebih sederhana, partikel tersebut masih kontinyu, karena adalagi yang disebut dengan mekanika kuantum yang membahas materi yang lebih kompleks. Kata-kata dalam buku Atam P. Arya ini lebih mudah dimengerti dibandingkan dengan buku mekanika klasik lainnya. Selain itu buku mekanika klasik karangan Goldstein juga biasanya dijadikan pegangan karena banyak contoh-contoh soal dan pembahasan di dalamnya.
- Buku Fisika Matematika Mary L. Boas
Yups…saya rasa semua mahasiswa fisika kenal dengan buku ini. Jadi mahasiswa fisika punya mata kuliah wajib dengan judul yang menyeramkan yaitu Fisika Matematika, biasa disingkat Fismat, ada Fismat 1 dan Fismat 2. Bayangkan sudah fisika ditambah matematika. Memang sih fisika itu tidak bisa dilepaskan dari yang namanya matematika. Matematika adalah tool atau alat yang digunakan untuk menjelaskan fenomena fisis yang ditemui. Dosen saya dulu pernah bilang orang fisika itu sudah pasti bisa matematika, tapi orang matematika belum tentu bisa fisika….hehe. Menurut kalian gimana? :D. Balik lagi dengan buku ini, buku ini biasa disebut buku Boas yang tebel banget. Kalian bisa menjadikannya bantal jika kebetulan di kosan kalian tak punya bantal….haha. Dalam buku ini dibahas semua persamaan matematis yang digunakan dalam menjelaskan fenomena fisis, beserta contoh-contohnya. Nurunin rumus-rumus di buku ini juga biasa dijadikan sebagai tugas mahasiswa fisika. Owh ya buku ini berjudul Mathematical Methods in the Physical Sciences, sekali lagi dalam bahasa inggris.
- Buku Elektrodinamika David J. Griffiths
Buku berikutnya adalah buku yang dijadikan pegangan untuk mata kuliah elektrodinamika biasa disingkat eldin atau disebut juga teori medan. Berjudul Introduction to Electrodynamics yang ditulis oleh David J. Griffiths, text book ini juga dalam bahasa inggris. Kalian kebayang gak isi buku ini apa? Kalau mahasiswa fisika pasti tahu. Buku ini membahas tentang elektro, kemagnetan, hubungan antara keduanya, dinamikanya dan yang lainnya. Rumit cuy. Selain buku Griffiths ini masih banyak lagi buku tentang elektrodinamika yang dapat dijadikan rujukan.
- Buku Fisika Zat Padat Charles Kittel
Ada lagi mata kuliah fisika zat padat dengan buku saktinya yang berjudul Introduction to Solid State Physics yang ditulis oleh Charles Kittel. Buku ini juga dalam bahasa inggris. Buku ini berisi tentang materi atau zat padat yang dijelaskan secara fisika, bisa dibilang dasarnya fisika material gitu. Buku fisika zat padat lainnya juga masih banyak yang dapat dijadikan rujukan, rata-rata dalam bahasa inggris.
Sebagai mahasiswa fisika yang sudah tamat dua tahun yang lalu saya agak lupa dengan buku sakti yang lain, padahal buku sakti mahasiswa fisika yang lain itu masih banyak. Karena materi pelajaran fisika yang tak ada habis-habisnya. Misalnya untuk mata kuliah fisika kuantum, gelombang, elektronika, termodinamika, fisika statistik, fisika modern, fisika komputasi dan masih banyak lagi yang lainnya. Belum lagi kalau kalian mengambil konsentrasi tertentu semisal geofisika atau yang lainnya, bukunya makin banyak. Ditambah lagi kalau kalian melanjutkan kuliah fisika ke jenjang yang lebih tinggi.
Buku-buku sakti mahasiswa fisika rata-rata dalam bahasa inggris dan ditulis oleh penulis luar. Mungkin kelak salah satu dari kalian yang menekuni fisika dapat menulis buku text book fisika dalam bahasa Indonesia hingga lebih mudah dipahami oleh mahasiswa dan tentu lebih terjangkau. Sebagai mahasiswa fisika pasti sangat tahu rasanya berhadapan dengan buku-buku tersebut….haha.
Baiklah mumpung kalian masih duduk sebagai mahasiswa fisika nikmati masa-masa belajarnya, masa-masa harus mengerjakan soal-soal yang ada di buku-buku tersebut, masa-masa kalian harus nurunin rumus-rumus itu, dan masa-masa yang lainnya. Kelak jika sudah tamat kalian akan merindukannya, sungguh. Sayapun tak percaya bahwa ada saat-saat dimana saya rindu belajar fisika, rindu dengan rumus-rumusnya.
Selamat belajar :))
Sebuah Catatan Diseparuh Januari
Selamat malam,
Ini adalah posting pertama di tahun 2015, maaf ini karena beberapa kesibukan (lebih banyak dibuat-buat sih)....haha, tapi sebenarnya saya tetap ngepost, hanya saja ngepostnya di blog sebelah..hehe
Jadi dalam rangka mau jadi anggota Blog Buku Indonesia saya bikin blog baru yang khusus membahas tentang buku, saya menulis review atau tulisan tentang buku lainnya di blog saya ini http://barubuku.blogspot.com , silahkan berkunjung ke sana juga ya...feel free guys :D
Tidak terasa ini hari kelima belas di bulan Januari tahun 2015, sudah hampir separuh Januari terlewati. Lalu apa? apa saja yang telah kalian lakukan?, apakah kalian mulai menapaki satu-satu langkah untuk menggenapi resolusi di tahun 2015 yang telah kaliah tekadkan? semoga saja iya. Saya juga sedang melakukannya. Beberapa hal besar menurut saya yang harus tercapai di tahun ini. Salah satunya adalah tahun ini saya harus lulus kuliah dan memulai hidup untuk lebih sehat. Selain itu membaca lebih banyak buku dan menulis lebih banyak hal juga menjadi hal yang tak bisa dilupakan.
Terkadang ide-ide tulisan banyak muncul di kepala saya dalam waktu yang bersamaan, seperti berkejaran, kadang saya langsung menuliskannya di buku note saya atau menuliskannya di sticky note terus menempelkannya di lemari. Ada hari-hari tertentu saya akan melihat lagi ide-ide tersebut untuk kemudian mulai untuk menulisnya secara baik dan tidak semuanya untuk di posting....hehe.
Baiklah, ini hanyalah sedikit catatan untuk memulai. Januari baru separuh. Meski begitu waktu akan berjalan begitu cepat tanpa kita sadari, lebih-lebih lagi jika kita hanya melewatinya dengan sia-sia. Semoga saja tidak ya. Semoga hari-hari kita penuh manfaat ke depannya.
:))
Sunday, December 21, 2014
10 Hal yang paling aku sukai dari Ibuk, Selamat Hari Ibu :)
- Senyumnya yang selalu berhasil menghilangkan gundah
- Sentuhannya ketika membelai rambut dan memeluk saya
- Suaranya di malam-malam yang sepi, ketika ia selalu tahu anaknya sedang gundah gulana
- Ketika ia berangkat mengajar ke sekolah dengan seragamnya
- Ketika ia menatap mesra Bapak dan meyakinkan semuanya akan baik-baik saja
- Kekuatan tangannya, ketika ia harus segera menyiapkan makanan
- Melihat ia menjelaskan persoalan Matematika di papan tulis
- Ketika ia menyiapkan bekal untuk Bapak ke kantor
- Ketika ia mematut diri di depan cermin dan meminta pendapat kami tentang penampilannya
- Nasihatnya di saat kami hampir menyerah
Ibuk…...sepuluh hal tersebut bukan apa-apa, hanya sebagian kecil dari dirimu. Sesungguhnya setiap inci dari dirimu aku sukai, semua tentangmu. Bahkan engkau melahirkanku ke dunia ini adalah hal yang paling ku sukai.
Ibuk…..kata orang hari ini hari Ibu. Seharusnya hari ini kau tidak perlu melakukan apapun, cukup bersantai dan menikmati apa yang kau inginkan. Tapi apa daya, anakmu yang sudah besar ini masih belum di rumah. Selamat hari ibu Ibuk. Semoga engkau selalu sehat, dimudahkan segala urusan dan rencanamu. Semoga engkau diberi umur panjang dan penuh berkah, sampai melihat kami semua tumbuh besar dan melihat cucu-cucumu kelak. Semoga Alloh SWT menjadikan kami anak-anakmu yang soleh soleha, yang menjadi tiket ke surga-Nya. Semoga engkau diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tetaplah menjadi Ibuk yang luar biasa untuk kami.
Sampai saat ini belum ada angka nominal yang dapat menyatakan betapa berharganya dirimu, atau apapun yang dapat menggambarkan betapa kami menyayangimu. Engkau tak tergantikan Ibuk. Maaf kadang aku membantah perkataanmu. Maaf belum bisa selalu ada di sampingmu.
Kami menyayangimu. Peluk cium dari Jogja.
:))
Friday, December 12, 2014
Back To December
Sebelum bulan Desember berlalu
Ini ada sebuah lirik lagu dari Taylor Swift, judulnya Back To December :))
Lagu ini tentang seseorang yang menyesal telah merusak hubungannya dengan orang yang dia sayangi
Silahkan galau setelah membaca lirik lagu ini .......
I’m so glad you made time to see me
Aku sangat senang kau mau luangkan waktu untuk menemuiku
How’s life? Tell me, how’s your family?
Bagaimana kabarmu? Katakan, bagaimana kabar keluargamu?
I haven’t seen them in a while
Sudah cukup lama aku tak bertemu mereka
You’ve been good, busier than ever
Kabarmu baik, lebih sibuk dari dahulu
We small talk, work and the weather
Kita berbincang, (tentang) pekerjaan dan cuaca
Your guard is up, and I know why
Kau tampak hati-hati, dan aku tahu sebabnya
Because the last time you saw me
Karena terakhir kali kau melihatku
Is still burned in the back of your mind
Masih berkobar di dalam pikiranmu
You gave me roses, and I left them there to die
Kau beri aku mawar, dan kubiarkan semuanya layu
So this is me swallowing my pride
Dan kini kutelan ludahku sendiri
Standing in front of you, saying I’m sorry for that night
Berdiri di depanmu, minta maaf untuk malam itu
And I go back to December all the time
Dan selalu kukenang bulan Desember
It turns out freedom ain’t nothing but missing you
Ternyata kebebasan tiada artinya jika merindukanmu
Wishing I’d realized what I had when you were mine
Berharap dulu kusadari yang kumiliki saat kau bersamaku
I go back to December, turn around and make it alright
Kukenang kembali bulan Desember, menoleh dan meluruskan semuanya
I go back to December all the time
Selalu kukenang bulan Desember
These days, I haven’t been sleeping
Akhir-akhir ini, aku tak bisa tidur
Staying up, playing back myself leaving
Terjaga, membayangkan kepergianku
When your birthday passed, and I didn’t call
Di hari ulang tahunmu, dan aku tak menghubungimu
Then I think about summer, all the beautiful times
Lalu terpikirku tentang musim panas, saat-saat yang indah
I watched you laughing from the passenger side
Kulihat kau tertawa di bangku penumpang
And realized I loved you in the fall
Dan kusadari aku mencintaimu di musim gugur
And then the cold came, the dark days
Dan lalu musim dingin datang, hari-hari gelap
When fear crept into my mind
Saat rasa takut merasuk pikiranku
You gave me all your love, and all I gave you was goodbye
Telah kau berikan seluruh cintamu, dan kubalas dengan meninggalkanmu
I miss your tan skin, your sweet smile
Aku rindu kulit sawo matangmu, senyum manismu
So good to me, so right
Begitu indah bagiku, begitu indah
And how you held me in your arms that September night
Dan bagaimana kau dekap aku di malam bulan September itu
The first time you ever saw me cry
Pertama kali kau lihat aku menangis
Maybe this is wishful thinking
Ini mungkin hanya harapan
Probably mindless dreaming
Mungkin sekedar mimpi
But if we loved again, I swear I’d love you right
Namun jika kita saling mencintai lagi, aku bersumpah akan mencintaimu seperti seharusnya
I’d go back in time and change it, but I can’t
Aku mau kembali ke masa lalu dan mengubahnya, namun aku tak bisa
So if the chain is on your door, I understand
Maka jika rantai itu ada di pintumu, kumengerti
Taylor Swift
Kau menjadikan orang-orang di sekitarmu sebagai sumber inspirasi, karena memang begitulah seharusnya. Hal terdekat dari kitalah yang paling bisa menginspirasi. Bersyukur karena inspirasi itu adalah baik, hingga menghasilkan karya. Kau bisa tiba-tiba muncul dengan nyanyian yang menggebu-gebu, untuk kemudian muncul dengan nyanyian yang mendayu-dayu. Lagu-lagumu mewakili perasaan orang-orang yang mencinta. Itu menyenangkan.
Sunday, November 30, 2014
Cerpen: Gadis Di Persimpangan Jalan (Bag. 3)
Gerutuanku tentang sampah di sungai yang membuat banjir terhenti karena otakku mengirim sinyal ingatan tentang gadis di persimpangan jalan yang selalu kelihat di waktu yang sama dalam beberapa hari ini. Entah mengapa sejak melihat gadis itu aku dilanda penasaran yang besar. Aku belum pernah merasa sepenasaran ini pada seseorang. Aku seperti melihat diriku dalam diri gadis itu. Seorang manusia yang penuh kegalauan karena sedang menunggu, entah menunggu seseorang atau menunggu kabar baik. Sama-sama menunggu kepastian.
Di daerah ini aku tidak memiliki teman, karena aku memang berniat menjaga jarak dengan siapapun. Aku sudah terlalu lelah untuk berurusan dengan manusia lainnya yang justru hanya ada saat kau senang. Namun setelah dua minggu selalu melihat gadis di persimpangan jalan, aku jadi ingin mengenalnya. Kuputuskan besok untuk bertemu dengannya dan menyapanya.
(bersambung)
Thursday, November 27, 2014
Cerpen: Gadis Di Persimpangan Jalan (Bag. 2)
Kau mungkin tak menyadari betapa hati dan fisikku semakin hari semakin kuat untuk berdiri menunggumu di sini. Aku telah mempersiapkan diriku sebaik-baiknya untuk pertemuanku denganmu. Meski hujan atau terik matahari. Aku tak peduli pada tatapan orang yang menatapku iba, heran, dan takut. Mereka pasti menganggapku gila. Tapi aku tak peduli. Lagipula mengapa kau harus repot peduli pada tanggapan orang atas apa yang kau yakini. Karena rasa peduliku sudah kau sedot habis pada janjimu yang menjelma jutaan kilo watt cahaya yang membuat ruang hatiku terang benderang.
Entah sampai kapan kekuatanku bertahan untuk menunggumu. Akupun tak tahu. Mungkin sampai ibu melarangku untuk keluar rumah lagi. Kau tahu kan aku tidak akan pernah bisa menolak perintah ibu, karena aku ingin mendapatkan surga atas ridhonya. Atau mungkin sampai persimpangan jalan ini sudah tidak ada lagi. Persimpangan jalan yang akan menunjukkan aku padamu, kau padaku.
Dari jauh masih tak ada tanda-tanda kau datang. Apakah kau akan datang diantar tukang ojek atau naik bus reot yang melewati persimpangan jalan ini?, masih tak ada tanda. Jangan hawatir, aku adalah pengingat jitu. Aku bisa mengingat semua detail, apalagi tentangmu. Tentang janjimu yang membuatku menunggu di sini, di persimpangan jalan ini.
(bersambung)
Cerpen: Gadis Di Persimpangan Jalan (Bag. 1)
Aku memesan segelas kopi panas untuk menghangatkan badan pada ibu warung yang menurutku terlalu cerewet. Ia tak hentinya berbicara. Berbicara tentang apa saja yang terlintas di kepalanya. Mulai tentang anaknya yang nakal, tentang tetangganya yang tukang pamer, dan tidak ketinggalan tentang kenaikan BBM yang diikuti dengan kenaikan harga barang-barang sedangkan warungnya juga tak ramai. Aku hanya mendengarkan tanpa komentar, tapi ibu warung tidak peduli ia terus saja bicara. Sepertinya ia memang tidak butuh untuk dikomentari, ia hanya ingin menumpahkan isi hati tanpa harus dihakimi pendengarnya. Bukankah manusia seringkali butuh yang seperti itu.
Kopiku telah setengah. Hujan tak juga menunjukkan tanda akan berhenti. Rintiknya semakin keras saja menimpa atap asbes warung dan sanggup melunakkan tanah yang keras. Suaranya menarik perhatian karena tak ada yang seharmonis itu, pun riak gelombang yang ditimbulkannya. Namun, mataku menangkap sesuatu yang lebih menarik di persimpangan jalan, setidaknya untuk mata dan otakku.
Seorang gadis berdiri di persimpangan jalan, tidak jauh dari warung tempatku berteduh. Ia berdiri menatap persimpangan jalan yang sepi itu. Di bawah payung hijau ia berdiri, yang ternyata tak cukup melindunginya dari hujan. Hujan deras tampias mengenai bajunya membuat ia kuyup, namun ia tak menggigil. Gadis itu berpakaian rapi, memakai sebuah sepatu yang sangat pas dengan kakinya dan rambut yang digerai. Penampilannya seperti orang yang akan bertemu dengan seseorang yang telah ditunggu-tunggu. Entah apa yang ada dalam pikiran gadis itu, aku heran. Begitu derasnya hujan turun namun ia tak beranjak satu sentipun dari tempatnya berdiri. Sepertinya ia memang telah mempersiapkan tenaganya agar kuat berdiri di sana. Apa gadis itu sudah gila, pikirku. Aku penasaran.
Ibu warung membaca pikiranku, karena mataku yang lama memperhatikan gadis itu. Gadis itu sudah lama selalu berdiri di situ, setiap sore sampai waktu magrib menjelang malam, kata ibu warung. “Mungkin dia orang gila, tak peduli pada penampilannya, sekarang kan memang banyak orang gila, mengikuti dunia yang juga sudah gila”, ibu warung menambahkan. Aku tertarik dengan kalimat ibu warung, namun sayang ia malah tidak melanjutkan bicaranya. Sinetron Serigala yang tak bermutu yang ditayangkan TV itu ternyata lebih menarik perhatiannya. Aku menarik nafas, entah untuk bagian yang mana.
Perhatian berusaha kualihkan pada kopi dalam gelas yang kadar panasnya telah menurun. Kuseruput untuk kesekian kalinya. Aku belum mau menghabiskannya karena hujan belum reda dan uangku yang tidak cukup untuk membayar dua gelas kopi. Motor bututku butuh bensin, agar aku bisa sampai di kamar kosku yang sesak. Ternyata setelah melihat gadis itu otakku tak henti berpikir tentangnya. Siapa dia? Darimana asalnya? Apa dia sedang menunggu seseorang?
(bersambung)