Wednesday, September 14, 2016

Dunia Blog, Blogger dan Saya

Blogger, sekumpulan orang yang keberadaannya di era digital saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Merekalah yang diam-diam menjadi media marketing yang memberikan efek yang luar biasa pada hasil penjualan suatu produk. Menjadi penghubung yang menjembatani para konsumen dengan produsen, secara tidak langsung. Para Blogger ini telah membuat suatu produk menjadi terkenal. Seringkali tanpa diminta, apalagi dibayar. Kini, para Blogger banyak dilirik untuk menjadi duta untuk mempromosikan sebuah produk.

Pemerintah Nusa Tenggara Barat pun tidak ketinggalan untuk melirik para Blogger dalam mempromosikan daerah NTB, terutama dalam bidang pariwiasata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada hari Sabtu 10 September 2016 lalu mengadakan sebuah kegiatan yang mempertemukan para Blogger Lombok Sumbawa. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Bulan Budaya Lombok Sumbawa 2016. Pada temu Blogger tersebut hadir sebagai pembicara mas Yusran Darmawan, seorang blogger kawakan dan peneliti, kemudian mba Siti Chotijah yang akrab dipanggil mba Jhe, seorang dosen di jurusan ilmu komunikasi. Selain itu hadir pula Bapak Kepala Dinas BudPar NTB. Masing-masing pembicara memberikan materi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

img_20160910_071016

*narsis sebelum pembicara datang #ups


Pada kesempatan tersebut Bapak Kadis Budpar memberikan materi atau penjelasan terkait perkembangan pariwisata di NTB saat ini. Terlebih lagi tentang wisata halal yang diusung oleh NTB, dikuatkan oleh menangnya Lombok dalam dua kategori wisata halal secara internasional. Hal ini tentu saja menarik, terutama bagi saya yang selama ini bertanya-tanya seperti apa wisata halal tersebut. Wisata halal ini lebih terkait konsep yang diusung, bukan hanya terkait destinasinya. Misalnya di hotel atau tujuan wisata lainnya harus menyediakan tempat sholat lengkap dengan tempat wudhu yang memadai, tidak adanya alkohol di tempat tersebut, semua bahan makanannya dicek kehalalannya dan masih banyak yang lainnya. Diskusi terkait hal ini berlangsung seru, banyak dari teman Blogger yang menyampaikan pertanyaan dan sharing pengalaman terkait wisata di Lombok serta memberikan masukan untuk BudPar. Mba Jhe sendiri memberikan materi terkait branding wisata NTB, mba Jhe sepertinya pakar branding dan komunikasi marketing. Kini ia memfokuskan diri untuk terjun membangun pariwisata NTB dengan ilmu komunikasi marketingnya. Mba Jhe mendukung dan mendorong para Blogger untuk ikut mempromosikan pariwisata NTB. Minimal hanya dengan like dan share deh. Ingat ya!, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

Terakhir saya akan menceritakan materi yang disampaikan oleh mas Yusran Darmawan, pemateri yang paling menarik bagi saya. Kegiatan tulis menulis dan menggali ilmu tentangnya sudah sejak lama saya sukai. Saya suka menghadiri pertemuan yang membahas dunia buku ataupun dunia tulis menulis. Jadi, hadir di acara temu Blogger kemarin adalah salah satu kegiatan keren yang tidak mau saya lewatkan. Sebenarnya Mas Yusran adalah pembicara pertama pada acara ini tapi saya ingin membahasnya terakhir supaya lebih leluasa. Mas Yusran membahas materi tentang tips dan trik dalam blogging. Sebagai Blogger kawakan dan peneliti tentu ia sudah memahami banyak hal dalam dunia tulis menulis dan dunia Blog. Maka, menyimak materi yang disampaikannya akan sangat bermanfaat bagi seseorang yang mau serius ngeblog seperti saya ini #katanya.

Slide pertama mas Yusran menampilkan quote terkenal dari Pramoedya Ananta Toer

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”


Hati saya hangat membaca kalimat ini. Karena percaya atau tidak kalimat ini jugalah yang menggerakkan saya begitu semangat bikin blog di tahun 2013 lalu, sebagai tempat untuk menuliskan apa yang saya pikirkan atau rasakan. Di tahun itu saya baru saja menyelesaikan buku Bumi Manusia, buku pertama tetralogi Buru karangan Pramoedya Ananta Toer tempat kalimat tersebut berada. Seperti diketahui bersama, Blog adalah media tulis menulis paling personal bagi pemiliknya. Di dalamnya ia bebas mau menuliskan apa saja. Mungkin sudah ada jutaan bahkan lebih Blog saat ini dengan beragam isi. Blog menjadi tempat untuk lari dari hiruk pikuk dunia luar, tempat bebas untuk menumpahkan isi kepala dan isi hati. Dan hei ternyata Blog kita bisa dibaca oleh semua orang di dunia ini. Di sinilah tanggung jawab sosial itu muncul, pilihan ada ditangan kita. Mau nulis yang baik, yang bisa memberikan semangat dan menebar kebaikan kepada orang lain atau menebar keburukan.

img_20160910_125658

*bareng mas Yusran dan teman blogger Kak Eliyan


Balik lagi ke mas Yusran, yang menyampaikan bahwa ngeblog juga harus punya keseriusan. Salah satunya serius dalam memilih konten blog. Ada banyak konten blog yang bisa dipilih, misalnya tentang buku, traveling, guest post, quotes, answer question, writing contest, how to ….dan masih banyak lagi yang lainnya. Supaya blognya bisa bertahan lama di tangga laman google, jadi populer atau punya page rank yang tinggi tentu kontennya menjadi sangat penting. Temukan gaya menulis blog terbaikmu dan konten paling cocok yang ingin diangkat, kemudian tekuni. Ungkap dari sisi yang tidak biasa. Terutama ketika mengungkap cerita tentang orang (human interest). Gali lebih banyak cerita sehingga kita bisa melihat dari sudut pandang yang selama ini luput dari penglihatan orang lain. Everyone has their own story. Kalimat ini juga disampaikan Cecelia Ahern di bukunya One Hundred Names. Bagaimana ketika orang yang terlihat biasa-biasa saja ternyata punya cerita yang luar biasa, bisa liat ulasan bukunya di sini.

Lebih lanjut lagi mas Yusran menyampaikan bahwa spesifikasi (terkait konten) blog menjadi penting jika blog adalah menjadi batu loncatan bagi sesuatu yang lain. Atau kalau tidak spesifik berikan suatu ciri khas dalam setiap konten yang kamu tulis. Misalnya dengan memberikan pelajaran di dalamnya dan berbagi pengalaman personal. Kamu bisa menjadikan blog sebagai jalan untuk menemukan passionmu. Memang ini tidaklah mudah tapi dengan ketekunan dan latihan pasti bisa.

Ada yang pernah merasa suntuk dan uring-uringan? kemudian menulis untuk menghilangkannya?. Maka saya menjawab Iya untuk pertanyaan ini. Seringkali perasaan saya lega ketika saya sudah mengungkapkannya dengan tulisan. Ketika galau tentang sesuatu, merasa sedih, marah, atau ketika tergelitik tentang suatu peristiwa. Maka terciptalah puisi atau sajak galau, paragraph-paragraf galau –yang kalau cukup bernyali saya post di blog, ada juga yang tidak saya post. Menulis menjadi semacam healing proses. Sama seperti yang dikatakan mas Yusran.

Kini, ketika sudah memasuki tahun ke empat saya ngeblog ingin rasanya lebih serius lagi dalam menulis. Saya ingin menulis konten yang agak serius, ingin share pengalaman terkait lingkungan dan akademik, dalam bentuk opini-opini ilmiah populer hingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Cerita tentang jalan-jalan juga jelas akan tetap ditulis, apalagi tentang jalan-jalan di Lombok. Soalnya saya masih belum bisa lepas sama yang namanya jalan-jalan #nyengirlebar.

14238181_348453395543772_1934969995174864995_n

*teman baru yang seru, foto by Cepot


Temu blogger ini memberikan kesan yang mendalam bagi saya, selain mendapatkan ilmu saya juga dapat teman-teman baru sesama blogger. Ternyata Blogger Lombok banyak lho dan eksis banget. Teman bertambah lagi dan lagi. I'm feeling so blessed.

Jadi, sebenarnya apa sih kesimpulan dari tulisan ini?

:))

Saturday, September 3, 2016

Selamat Jadi Anak Kos Lagi

Mungkin sudah menjadi sebuah kewajaran ketika semakin bertambah usia seseorang maka semakin bertambah pula pertimbangannya dalam memutuskan sesuatu. Atau ini hanya pikiran saya saja?. Entah, atau banyak juga di luar sana orang-orang lain seperti saya yang kadang sebelum memutuskan A atau B semedi dulu selama seminggu.

Sebulan yang lalu saya sibuk nyari kos-kosan untuk ditempati. Ternyata cari kos-kosan itu memang gampang-gampang susah. Meskipun ini bukan pertama kalinya saya akan ngekos tapi kali ini terasa lain. Pasalnya saya ngekos tidak lagi dalam posisi sebagai mahasiswa. Pertimbangan saya dalam memilih kos lebih rumit dari ketika menjadi mahasiswa. Kriteria saya bisa dibilang lebih banyak. Tidak tanggung-tanggung, saya sampai sanggup mendatangi banyak kos-kosan untuk melihat apakah kos itu cocok atau tidak. Saya beruntung punya teman yang memiliki banyak informasi tentang kos-kosan di kota yang saya tinggali sekarang. Dan ia berbaik hati mengantar saya melihat kos-kosan tersebut di tengah kesibukannya bekerja.

Beberapa kriteria saya dalam mencari kos yang cocok adalah pertama tentu kos tersebut adalah kos khusus cewek, bisa dibayar perbulan, sudah punya furniture, kamar mandi di dalam, dan harus ada dapurnya. Dulu waktu masih ngekos jadi mahasiswa mana pernah kepikiran kriteria kosan begitu banyak, cukup kriteria pertama. Setelah pencarian saya yang begitu lama *lebay....akhirnya saya menemukan satu kos yang menurut saya cocok. Letaknya strategis, dekat kalau mau ke tempat kerja dan kemana-mana juga dekat. Meskipun di tengah kota tapi kos ini tidak di pemukiman padat penduduk. Masih asri dengan tetangga-tetangga bangunan yang terlihat ramah. Kos-kosan ini tidak memiliki banyak kamar, jadi penghuninya dikit jadi nggak berisiklah yaa. Tapi satu hal yang bikin agak deg-degan adalah soal teman kos yang akan saya temui nanti. Enak atau nggak ya, bisa nyambung ngobrol atau nggak ya.

Ternyata deg-degan saya tidak berlangsung lama karena saya punya tetangga kamar kos yang super baik. Anaknya asyik banget. Kalau ngobrol nyambung. Kami jadi sering sharing. Dan kini dia jadi partner jogging saya. Yeay....pertemanan kami sehat. Kebetulan kosan kami dekat dengan taman yang biasa dijadikan tempat olahrga warga kota. Jadi kami sebisa mungkin meluangkan waktu untuk jogging bareng. Usianya lebih muda satu tahun dari saya, tapi banyak hal yang bisa dipelajari dari sosoknya. Anugrah banget deh ketemu teman kos baik kayak dia.

Sepertinya kriteria-kriterai kos nyaman buat saya sudah dipenuhi kos yang saya tempati sekarang. Meskipun minggu lalu terjadi gangguan pada airnya tapi untung segera diatasi. Tapi terlepas dari kos yang nyaman ini terselip setitik harapan, semoga nggak lama-lama deh jadi anak kosnya. Masak mau jadi anak kos mulu, ye kan.

Btw, selamat jadi anak kos. Lagi.

Friday, September 2, 2016

Apa-Apa

8bffd51cd2705b99335ce635a13dbb09

*pinterest.com


bukannya apa-apa ...


aku hanya takut kita tidak akan pernah jadi apa-apa


berdekatan, tapi tak pernah jadi satu

Saturday, August 20, 2016

Nggak Perlu Kaya Kalau Mau Jalan-Jalan

lawar
*Pantai Rantung, Sumbawa Barat

Suatu hari ada seorang teman yang berkomentar, kira-kira begini:
"mba Azmi kaya ya, enak banget jalan-jalan terus"

....kemudian saya langsung senyum-senyum sendiri, nyaris tertawa membaca pesan teks tersebut. Saat itu kami sebenarnya sedang membicarakan hal yang sedikit serius terkait materi akademik tapi entah mengapa jadi nyerempet komentar tersebut muncul. Komentar ini mungkin gara-gara pada ngelihat foto jalan-jalan yang saya share di sosmed beberapa waktu belakangan ini. Saya harus mengakui bahwa saya termasuk orang yang aktif di sosmed, semua sosmed dimainin, mulai dari path, twitter, instagram, apalagi facebook tapi nggak main snapchat sih. Rata-rata saya share foto-foto dengan caption yang (sok) penting ataupun nggak penting sama sekali. Bikin status yang diselubungi curhat, status alay, status yang benar-benar nggak jelas sampai status demi terlihat pintar dengan mengomentari kelakuan orang lain. Kurang kerjaan banget mbak?, iya biar terlihat eksis dan kekinian mbak.

Friday, July 29, 2016

Sehari Berbagi Inspirasi, Di Kelas Inspirasi

Ini adalah secuil cerita saya ketika mengikuti Kelas Inspirasi Lombok 3 beberapa waktu kemarin. Sebenarnya cerita tentang Kelas Inspirasi ini sudah lama ingin saya tulis tapi tak kunjung terlaksana, hanya draftnya saja yang mengendap tanpa tahu kapan dipublish. Apakah tulisan ini akan jadi basi?, semoga nggak ya. Cerita ini saya tulis dan bagikan karena ternyata banyak di antara teman-teman saya tidak tahu kelas inspirasi, bahkan ada yang baru pertama mendengar tentang kelas inspirasi dari foto-foto kelas inspirasi yang saya share di waktu lalu. Jadi bisa disimak deh cerita ini.

Patah Hati Itu Baik

IMG_20160130_184534
patah hati adalah cara untuk tahu bahwa kamu masih punya hati.

Siapa bilang patah hati itu tidak baik?. Baik kok. Karena dengan begitu kamu tahu bahwa kamu hidup, pernah punya harapan, pernah punya rencana, pernah punya cita-cita, pernah bersemangat dan bersuka cita. Apa-apa yang pernah kita rencanakan dan harapkan tentu saja tidak semuanya bisa berjalan mulus dan tercapai. Selalu ada batu sandungan atau kerikil-kerikil di jalan yang akan kita lalui. Begitulah hidup, tak selalu menjanjikan bahwa hatimu akan baik-baik saja.

Thursday, July 28, 2016

Tak Tergantikan: Buku Cetak dan Tulisan Tangan

agenda

Seberapa penting bagi kalian sebuah agenda/diary/notes?. Bagi saya, sangat penting. Hingga kini saya tidak bisa lepas dari agenda (atau apapun sebutannya).

Sejak dulu, ketika di bangku sekolah menengah pertama saya sudah akrab dengan agenda atau lebih tenar dengan sebutan diary. Kala itu, diary saya lebih banyak berisi biodata teman-teman sekolah saya – yang saya minta tulis sendiri. Atau saya tulisi dengan lirik-lirik lagu yang sedang hits saat itu. Saya belum memfungsikan agenda dengan maksimal. Saya baru sebatas suka membeli diary-diary lucu yang dijual di toko langganan.

Memasuki sekolah menengah atas diary lebih bermanfaat dari sekedar menjadi temapt biodata teman-teman. Saya mulai menulisi diary dengan curhat-curhatan ala a-be-ge dan menulis to do list atau jadwal sehari-hari yang akan saya lakukan. Diary saya sangat bersifat rahasia, takut banget ketahuan isinya sama orang lain. Sampai bela-belain beli diary yang ada gemboknya… LOL. Meski begitu masih saja belum konsisten menulis di diary.

Bisa dibilang kalau konsistensi saya dalam menulis di agenda dimulai sejak di bangku kuliah. Saya memilih agenda/diary yang memiliki kertas yang tebal agar ketika saya gambar dengan tebal tidak mudah tembus. Dan tentu saja saya juga memilih diary yang bergambar atau yang warna-warni, khas cewek. Di dalam diary tersebut saya rutin membuat semacam resolusi, pencapaian yang ingin saya raih, to do list, jadwal-jadwal penting, dan pikiran-pikiran random yang muncul di kepala. Saya sering membuat semacam peta/diagram pencapaian dan target-target. Target-target yang saya buat ada yang tercapai dan ada pula yang tidak. Tapi tak mengapa karena bagi saya itu bagian dari perencanaan dan pembelajaran. Pernah ada seorang teman saya komentar, “apa nggak kaku banget gitu hidupmu kalo semua dibikin to do listnya atau jadwalnya?”. Jawabannya jelas aja nggak. Sampai saat ini saya merasa hidup saya tetap menyenangkan dan penuh kejutan. Yaa…kan tahu sendiri kalau manusia cuma bisa berencana. Di perjalanannya tetap saja Tuhan kasih kejutan karena Dia tahu yang paling baik untuk kita. To do list saya lebih banyak saya buat ketika saya akan menghadapi minggu-minggu yang padat karena banyak tugas. Meski begitu di dalamnya tetap saja harus ada “me time”-nya biar tetap waras…hehe.

Kini, meski zaman sudah canggih dengan semua perangkat digitalnya. Agenda/diary yang ditulis tangan masih belum tergantikan bagi saya. Setiap tulisan tangan saya terasa lebih bernilai dan meyakinkan atas apa yang saya tulis di sana (re: diary). Saya lebih suka melihat coretan tangan saya di kertas walaupun kadang rapi kadang acak-acakan. Adanya aplikasi notes di smartphone tetap nggak bikin nyaman. Itulah mengapa di tas saya selalu terselip notes dan pulpen untuk menulis. Buku cetak dan tulisan tangan belum bisa tergantikan.

13

Dan saat ini saya sedang keranjingan bikin Bullet Journal, sebuah personal journal. Kalau mau tahu lebih banyak tentang bullet journal boleh deh ketik di gugel. Bullet journal memang jadi wadah personal journal yang dibuat sesuai sebutuhan masing-masing pengguna. Dihias, ditulis dengan alat tulis warna-warni, pokoknya dibikin cantik. Setiap orang bisa berkreasi sebebas mungkin dengan bullet journalnya. Jadi setiap orang akan memiliki bullet journal yang berbeda dengan orang lain. Tapi biasanya, secara umum isinya sama yaitu planning, to do list, doodling about something, life goals or anything. Kalau liat di internet sih seru banget bullet journal ini. Sampai ada komunitasnya juga. Gara-gara ini saya jadi semakin rajin bikin journal, baik bulanan atau harian, dan goals yang ingin saya capai.

12

:))

Friday, July 22, 2016

RefleksI d.u.a.e.n.a.m

IMG-20160722-WA0010
*photo by Bli Putu, edited by Wulan ~ temen bootcamp yang kece badai*

Happy 22 July ,

Happy Birthday

zum Geburstag Viel Gluck!

Di tanggal ini genap saya berusia 26 tahun. Apa yang diharapkan dari seorang anak manusia di usia 26 tahun?. Tentu sudah harus lebih dewasa dan lebih bijaksana dari hari kemarin. Berharap sudah bisa meredam rasa egois yang ada dalam diri sendiri, semakin matang dalam berpikir, semakin bijaksana dalam mengambil keputusan dan banyak lagi hal lainnya. Dulu saya berpikir usia 26 adalah usia yang sudah “tua”, sudah jadi orang tua begitu. Tapi ternyata tidak, menjadi tua adalah sebuah keniscayaan tapi bukan berarti semua hal dalam diri kita ikut menjadi “tua”. Saya merasa masih muda #kibas poni, masih memiliki banyak kesempatan, masih bersemangat, masih punya banyak cita-cita dan impian. Meskipun kadang galau sih #ups. Dan yaaa saya sedang berada di jalan untuk mencapainya.

Terima kasih saya ucapkan buat semua teman-teman dan keluarga yang menyampaikan doa-doa terbaik di hari ulang tahun ini. Berasa banget kalau masih ada yang perhatian, yang masih ingat hal kecil ini dari saya. Saya mengaminkan semua doa-doa teman-teman dan doa yang sama juga untuk teman-teman. Tahun ini bisa ditebak kalau sebagian besar doa yang disampaikan adalah “semoga segera bertemu jodoh”. Ya ampun saya sampai terharu …..hahaha #lebay.  Etapi beneran deh bikin terharu aja si. Sekali lagi saya aminin semuanya.

Keinginan saya di usia yang ke 26 ini nggak muluk-muluk sih. Banyak hal yang ingin saya wujudkan namun tetap dengan memperhatikan prioritasnya. Semoga selalu diberikan kesehatan (olahraga dan jaga makanan – inget umur sik), kerjaan lancar, semakin produktif, semakin bermanfaat, dan semakin-semakin yang lainnya  (tetep aja banyak maunya --"). Dan yang pasti tidak bisa dipungkiri semoga segera bertemu kamu, iyaa kamuuu…. Jodoh terbaik dari Tuhan #uhuk.

Terima kasih juga buat keluarga saya terutama Ibuk dan Bapak yang sudah sabar banget sama anaknya ini hingga kini berusia 26 tahun. Thank you very much.

with love,

U. Azmiyati

Saturday, July 16, 2016

Si Bungsu yang Bikin Kangen

13692600_1075208092565873_3530300271729130646_n

*maaf atas foto selfie ini.....hahaha*


Hari kamis kemarin adik bungsu saya mulai masuk pondok. Dia baru saja tamat sekolah dasar dan memilih sendiri untuk melanjutkan sekolah ke pondok pesantren. Tanpa ragu-ragu dia menyatakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke ponpes tempat kakaknya (adik laki-laki pertama saya) dulu sekolah. Semua atas kemauannya sendiri. Maka jadilah ia didaftarkan ke ponpes tersebut, mengikuti tes masuk dan alhamdulillah dinyatakan diterima di hari pengumuman. Daftar ulangpun dilakukan. Resmilah ia menjadi siswa/santri di ponpes tersebut.

Meskipun di pertengahan bulan Ramadhan lalu si bungsu sempat sakit – dan kami mengira dia sakit gara-gara bentar lagi mau pisah dari rumah. Maklum, selama ini ia tidak pernah jauh dari rumah apalagi dari Ibuk. Tidur aja kadang masih ditemani Ibuk. Ibuk dan Bapakpun menanyakan kembali keinginan dan keseriusannya untuk sekolah di ponpes. Dan jawabannya masih sama, dia tetap ingin masuk ponpes. Okey, baiklah. Meskipun waktu itu kami masih was-was, bisa nggak ya dia survive jauh dari rumah.

Ternyata kekhawatiran kami tidak terbukti. Menjelang keberangkatan dia ke Ponpes, si bungsu sudah dalam keadaan sangat sehat. Dia sibuk ikut mempersiapkan semua keperluannya, memilih-milih baju yang akan dibawa, meminta dibelikan makanan kesukaan, peralatan mandi, dan beberapa pakaian sholat yang ia pilih sendiri. Sepanjang hari dia ceria, senyum terus terpasang di wajahnya. Sambil sesekali memainkan mobil-mobilan remote control yang jadi mainan favoritnya akhir-akhir ini. Mungkin ia ingin memuaskan diri dulu sebelum berpisah dengan mainan itu.

Satu hal yang tidak pernah saya sangka-sangka adalah betapa saya merindukan si bungsu ini. Ketika ikut mengantarnya ke Ponpes dan berpisah, pikiran saya terus tertuju padanya. Malam pertama ia tidak ada di rumah saya sampai jadi susah tidur, serius. Otak saya tak bisa berhenti memikirkannya. Mikirnya si adek bisa tidur nggak ya, sekarang dia lagi ngapain ya, sudah punya teman-teman akrab belum ya, sudah makan belum ya dan banyak lagi pertanyaan lainnya. Dulu waktu adik laki-laki pertama saya pergi ke ponpes perasaan saya nggak gini-gini amat. Mungkin karena dulu ketika ia masuk ponpes saya juga sedang di rantauan kali ya. Beda banget dengan si bungsu ini.

Beberapa waktu terakhir ini hanya ada kami (saya dan si bungsu) yang ada di rumah, dua adik saya yang lain di rantauan. Jadi, saya banyak menghabiskan waktu bersama si bungsu. Di rumah ia jadi tukang ngerempongin saya. Mainin hape dan laptop, minta jajan es krim, snack keju, minta diajakin ke kolam berenang dan banyak lagi yang lainnya. Pembicaraan kami bisa bermacam-macam hal, selalu nyambung kalau ngobrol, kalau tidak mengerti atau penasaran dia akan bertanya atau tinggal googling sendiri. Akhir-akhir kemarin kami sering membahas sepakbola gara-gara ada euro cup (fyi, dia ini penggemar sepakbola banget, hapal nama pemain, klub, Negara asal sampai istilah-istilah sepakbola) dan kami juga doodling bareng (gara-gara melihat saya yang bikin bullet journal).

Meskipun si bungsu ini cepat ngambek tapi cepat juga baiknya. Ngambeknya juga paling cuma gara-gara ditegur karena terlalu berisik atau nggak dikasi mainin hape saya. Khas anak kecil. Si bungsu pemilik bulu mata paling lentik di rumah ini adalah pelipur lara kami. Mendengar dia berceloteh dan menceritakan apa-apa yang dilihat dan di dengarnya selalu menyenangkan. Saya suka mendengar suara tawanya ketika ia menonton film kartun atau melihat sesuatu yang lucu atau ketika dia bercerita hal yang lucu. Aah …I  miss him so much.

Semua doa terbaik untukmu ya dek. Semoga jalanmu dilancarkan, ilmu yang kau tuntut penuh berkah. Tetap semangat dek <3

Monday, July 11, 2016

Antara Waktu Luang Dan Meluangkan Waktu

azmi

Perbedaan antara waktu luang dan meluangkan waktu sebenarnya tipis, sehelai benang saja.

Nyaris tak terlihat jika tidak diperhatikan dengan seksama. Tapi dampaknya bisa sangat luar biasa. Waktu luang tak membutuhkan rencana yang matang ataupun rasa ingin yang menggebu. Ketika waktu luang datang, rencana bisa saja berubah. Sesuai dengan suasana hati atau godaan lainnya (sebut saja faktor x). Sedangkan meluangkan waktu adalah kebalikan dari waktu luang. Meluangkan waktu berarti secara sadar sebuah rencana dibuat. Ada perasaan sukacita dan keseriusan di dalamnya. Dengan meluangkan waktu berarti bahwa kamu telah membuat komitmen dan janji, paling tidak dengan dirimu sendiri, untuk menepatinya. Meluangkan waktu bisa membuat lebih bersemangat dan lebih terarah.

Tuesday, June 21, 2016

Mengungkap Rahasia Di Jam Bodoh

~ it's secret time ~


Pernah mendengar istilah jam bodoh? Atau ini pertama kalinya kamu mendengar istilah ini?. Jangan khawatir, karena kamu nggak sendiri. Saya juga baru mendengar istilah ini beberapa waktu terakhir ini. Saya mendengar istilah ini dari seorang teman saya yang ternyata tahu istilah ini dari temannya juga (ribet yak). Pertama kali mendengar istilah ini saya langsung tertawa dan merasa heran. Tanpa ditanya lebih dulu teman saya langsung menjelaskan apa itu jam bodoh. Jadi, jam bodoh adalah jam atau waktu di tengah malam yang bisa membuat orang-orang bercerita dengan lugas, mengeluarkan uneg-uneg atau beban pikirannya hanya dengan sedikit pancingan dari lawan bicaranya. Seseorang tersebut seolah-olah menjadi kehilangan kepintarannya dalam memilih apa yang ingin ia ceritakan ke orang lain. Berpotensi besar untuk menceritakan sebuah rahasia.


Mungkin karena pada saat itu kita sedang berada di dalam pengaruh alam bawah sadar kita. Antara ngantuk tapi tetap ingin sadar. Antara mau tidur tapi obrolan masih seru. Jadi dipancing dikit keluar semua deh itu cerita. Sadarnya sih setelah bangun di esok pagi. Aah jadi semalem aku cerita apa aja ya?.....tidaaaakk!!!.


Mungkin banyak di antara kalian yang pernah terjerumus pada jam bodoh, hanya saja nggak tahu istilahnya. Saya juga tidak tahu persis siapa yang pertama kali memberikan istilah itu. Mungkin temannya teman saya juga tahu dari temannya (teman yang tak berujung ini mah). Tanpa bertanya istilah itu darimana.


Sampai saat ini saya masih saja tertawa tiap kali teman saya menyebut jam bodoh. Dan tanpa alasan yang jelas saya menyukai jam bodoh.


 

Monday, June 20, 2016

Apa Kabar Ramadhanmu?

Haloooo, 


Selamat siang!


Sudah lama tidak bersua ya. Ini akan menjadi posting pertama saya di bulan Juni padahal bulan Juni sudah masuk pertengahan bulan. Maklum lagi rajin di lapak sebelah guys #nyengir


Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi warga muslim sedunia. Meskipun telat tapi nggak ada salahnya kan. Semoga semua ibadah yang kita jalankan lancar sampai akhir Ramadhan, penuh keberkahan dan menjadi lebih baik meskipun Ramadhan telah usai. Amiiin Ya Robbalalamin. 


Tidak terasa kita sudah memasuki hari ke-15 Ramadhan yang berarti bahwa kita sudah menjalankan ibadah puasa selama 14 hari, insyaalloh di jam berbuka nanti menjadi 15. Sejauh ini bagaimana puasa kalian? berjalan lancar kah?. Apa cuma saya yang merasakan kalau Ramadhan kali ini mendapat banyak cobaan dan godaan. Bukan hanya untuk diri pribadi tapi juga bagi lingkungan, terlebih bagi Bangsa kita. Tahu sendiri beberapa hari lalu heboh berita yang berpotensi memecah belah umat dan kini banyak saudara kita yang diberi ujian bencana banjir di Ramadhan kali ini. Semoga saja kita semua bisa melewatinya. Semoga ini menjadi jalan untuk meningkatkan derajat kita di sisi-Nya. Semoga saja warga yang terkena bencana diberikan ketabahan dan bisa menyambut Idul Fitri dengan suka cita nanti. Iya, saya tahu ini sedikit terdengar klise tapi saya menungkapkan ini dari lubuk hati yang paling dalam.


Bagaimana kabar Ramadhanmu?


Selamat berpuasa!

Tuesday, May 17, 2016

Yang Tersisa Dari Ada Apa Dengan Jogja, Eh Cinta

setting AADC 2
*sumber gambar: id.bookmyshow.com

Saya harus jujur kalau waktu itu saya menunggu-nunggu rilisnya film AADC 2. Bukan karena saya punya kenangan nostalgia dengan film ini, karena ketika AADC dulu tayang saya masih SD dan euphoria AADC tidak ada di kampung saya. AADC pun saya tonton baru di tahun 2015 lalu ketika iseng ngopi filmnya dari seorang teman. Tapi, hal yang membuat saya sangat menunggu film AADC 2 adalah karena puisi-puisi yang dibacakan Rangga di film ini adalah karya penyair favorit saya, Aan Mansyur. Sejak Aan mengumumkan di instagramnya bahwa dia menulis puisi-puisi Rangga saya sudah penasaran bagaimana puisi-puisinya.