Wednesday, December 30, 2015

2015 in review

Laporan dari wordpress.com selama tahun 2015.

Yeay....selamat datang 2016



Berikut ini kutipannya:
Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 11.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 4 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Sunday, November 15, 2015

Tidak Ada Yang Berubah Di Antara Kita

Selain bertemu dengan keluarga, pulang ke rumah juga berarti bertemu dengan para sahabat. Ini adalah salah satu hal menyenangkan dalam hidup saya yaitu bertemu dan berkumpul bersama mereka. Alhamdulillah sampai hari ini kami masih diberikan sehat dan umur panjang untuk bertemu.

Seperti biasa, kalau sudah bertemu mereka jelas nggak akan bisa kalem, pasti selalu heboh dan ribut...hahaha. Meskipun dua orang di antara kami sudah menikah bahkan salah satunya lagi hamil besar saya merasakan tidak ada hal yang berubah di antara kami. Kami tetap nggak jaim ketika ngobrol, tetap bisa nyeletuk tanpa menyinggung, tetap bisa bercanda sepuasnya dan tetap bisa berbagi rahasia.

Semoga persahabatan kita ini selamanya ya *hugkiss*

11049480_1538834723075114_5563514283228467063_n

Tuesday, November 3, 2015

Kamu: Buku, Gunung, dan Kopi

Jika diminta mendeskripsikan dirimu dalam tiga kata maka aku akan memilih tiga kata ini; Buku, Gunung, dan Kopi. Hal pertama yang aku tahu tentang dirimu adalah buku. Kau menyukai buku, begitupun aku. Meski awalnya dulu kau selalu heran dengan orang-orang yang hobi membaca dan menyukai buku. Entah, persisnya kejadian apa yang kemudian membuatmu mulai membaca buku, ketika telah duduk di bangku kuliah. Hingga kau menghabiskan banyak uang untuk membeli buku dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membacanya. Di masa-masa awal kau banyak membaca novel dengan berbagai genre. Buku-buku motivasi juga kau baca. Ah ya tidak lupa buku-buku agama. Makin kesini kau sudah makin jarang membaca novel dan lebih memilih membaca buku-buku nonfiksi. Tapi jika penulis novel favoritmu mengeluarkan buku terbaru maka kamu harus membelinya meskipun bacanya nanti-nanti. Kau juga pernah mengatakan kalau kemampuan membacamu sedang menurun, dalam satu bulan saja satu buku tak sampai habis kau baca. Mungkin efek tumpukan jurnal penelitian yang harus kau baca itu. Hal paling penting adalah kau tidak akan mungkin berpisah dari buku. Kau sudah bertemu dengan nikmatnya membaca buku. Meskipun berbeda genre favorit yang kadang membuat kita berdebat tidak lantas membuat kita putus diskusi soal buku. Ah….bukannya bukulah yang mengantarkan kita pada sebuah perkenalan.

Hal kedua yang melekat pada dirimu adalah ingatan tentang gunung. Tidak seperti aku yang sangat suka pantai, kau lebih suka gunung. Kau menyukai semua hal yang berbau petualangan. Mendaki gunung adalah caramu menikmati hari liburmu. Kau tidak pernah ragu untuk membeli barang-barang perlengkapan petualanganmu, sampai-sampai kau mungkin bisa membuka tempat persewaan. Aku geleng-geleng kepala karena ini. Rock climbing adalah olahraga favoritmu, ketika suatu saat yang lalu aku bertanya. Kau melatih fisikmu dengan cara itu. Yaaah…and well so far I like it. Meskipun belum pernah sekalipun naik gunung bersamamu aku percaya bahwa kau adalah pendaki yang tangguh. Sebelum semua orang latah naik gunung hanya untuk foto-foto selfie dan sepotong cerita, kau sudah lebih dulu mendaki gunung dan tanpa embel-embel apapun. Kau bilang indahnya gunung dan pengalaman yang kau peroleh cukup diingat saja, sesederhana itu. Kekesalanmu memuncak jika melihat para pendaki yang seenaknya saja buang sampah di gunung dan merusak apa yang mereka lewati. Cerita-ceritamu tentang gunung-gunung yang pernah kau daki membuatku juga ingin mendaki, tapi badanku yang pemalas ini bisa nggak ya, pikirku. Jadi, sudah berapa gunung yang kau daki?

Hal terakhir adalah Kopi. Kau seorang penyuka kopi, terlebih lagi kopi asli Indonesia, kau mengaguminya. Minimal sekali dalam sehari kau meminum segelas kopi. Entahlah apa ini hal yang baik atau buruk. Jelasnya, kebiasaan ini sulit untuk dilepaskan darimu. Untuk kopi, kau juga tidak akan ragu mengeluarkan uangmu untuk membelinya. Aku tidak tahu kapan persisnya kau mulai menyukai kopi. Tapi cerita dan pengetahuanmu tentang kopi tak bisa dianggap remeh. Jika diminta menyebutkan oleh-oleh dari temanmu yang sedang bepergian kau pasti akan menyebut kopi, kopi asli daerah tersebut. Kau menyukai kopi dengan sedikit gula, bahkan tanpa gula. Adanya gula akan merusak rasa kopi, katamu. Tapi aku belum tahu kopi favoritmu yang mana, yang aku tahu kau penggila kopi, tak seperti aku yang cukup dengan minuman rasa jeruk. Harus kuakui rasa kopi memang nikmat dan bisa membuat otakku memunculkan banyak ide, seperti pagi ini ketika aku menulis paragraf-paragraf ini. Mungkin itu juga yang kau rasakan, kopi membuatmu merasa segar dan otakmu lebih baik dalam berpikir.

1484189_807456665947432_1081744853_n

*izin ya pake fotomu*


Adalah hal yang menyenangkan bisa mengenalmu :)

Tuesday, October 27, 2015

Sumpah Pemuda: Api Semangat Untuk Tetap Bersatu

87 tahun silam para pemuda telah melakukan sumpah. Para pemuda bersumpah mengakui tumpah darah yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa yang satu yaitu Indonesia. Sumpah itulah yang hari ini diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda menjadi tonggak persatuan para pemuda untuk berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Sumpah pemuda yang telah diikrarkan membuktikan bahwa para pemuda begitu semangat untuk bersatu demi Indonesia, tanpa perselisihan, tanpa mempedulikan suku, agama, dan warna kulit.

Sumpah Pemuda

Lalu, bagaimana dengan para pemuda hari ini?. Masihkah semangat untuk tetap mencintai Indonesia. Istilah kerennya Nasionalisme. Banyak sekali hal yang telah terjadi sejak sumpah pemuda diucapkan. Ada hal baik dan juga buruk (berdasarkan norma dan hukum yang berlaku dalam masyarakat) yang dilakukan oleh para pemuda. Sedih menyaksikan beberapa pemuda yang begitu mudah tersulut emosi, begitu mudah melakukan tawuran, kekerasan, pengrusakan dan memecah belah persatuan.

Di balik hal yang menyedihkan pasti ada hal yang membahagiakan. Ternyata masih banyak pemuda lain yang memiliki kecintaan pada bangsa ini. Banyak pemuda yang belajar dan bekerja sebaik mungkin untuk kemajuan bangsa. Banyak dari mereka yang mengharumkan nama Indonesia di hadapan dunia. Subagian dari mereka juga menebarkan semangat ke seantero negeri. Sungguh membuat bangga.

Ingatlah bahwa masa depan bangsa ini berada di tangan para pemuda. 20 tahun mendatang kitalah yang akan duduk di kursi pemimpin. Entah bangsa ini akan mundur atau maju, peran pemudalah yang menentukan. Jangan sampai semangat sumpah pemuda hilang dari hidup para pemuda. Jangan sampai sumpah pemuda hanya menjadi ingatan masa lalu dan seremonial belaka. Sumpah pemuda harus menjadi api yang terus membakar semangat para pemuda untuk tetap bersatu mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Selamat Sumpah Pemuda, teruslah semangat wahai para pemuda!

#pemuda, berarti juga pemudi.

Thursday, October 1, 2015

Satu Jam Bersama Para Profesor

tik tok tik tok tik tok.......

Sejak semalam saya gelisah, tidur tak tenang *lebay*. Rasanya ingin segera pagi saja, tidak perlu malam. Besok adalah hari penting bagi saya. Hari ujian tesis cuy.

Pagi menjelang, tapi gelisah tak juga pudar. Pasalnya ujian saya jam 2 siang. Kenapa nggak pagi aja sih ujiannya, keluh saya dalam hati. Waktu terasa sangat lambat. Mungkin sudah tabiatnya waktu, ketika ditunggu-tunggu malah lambat sekali tetapi ketika tak ditunggu malah melaju begitu cepat.

Jam satu siang si Ahdi teman saya yang baik hati datang menjemput untuk berangkat ke kampus. Hal ini karena motor saya lagi ngadat gara-gara tikus *kalian harus percaya bahwa tikus dan ngadatnya sebuah motor saling berhubungan*. Ahdi yang sudah lebih dulu ujian mencoba menenangkan ketika saya tak henti-hentinya mengatakan "gw deg degan dii". Saya ingin cepat-cepat melewatkan 1 jam bersama para bapak-bapak penguji.

Singkat cerita, sebelum pas jam 2 bapak pembimbing dan penguji mulai berdatangan. Level deg-degan meningkat drastis. Saya berzikir dalam hati untuk meredakan hati yang sudah macam bom mau meledak. Jam 2 teng saya dipersilahkan masuk ruang ujian. Saya langsung memperhatikan bapak-bapak yang ada disana, kami bertukar senyum. Lumayan membuat tenang. Pembimbing utama saya yang seorang Profesor di bidang geofisika menjadi ketua sidang dan membuka acara ujian tesis siang itu. Dalam waktu maksimal 20 menit saya dipersilahkan untuk mempresentasikan hasil penelitian saya. Meski beberapa bagian tidak sempat saya jelaskan presentasi berjalan lancar.

Dalam ujian tentu saja ada sesi tanya jawabnya. Satu persatu para penguji dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan terkait penelitian saya. Kesempatan pertama diberikan pada penguji yang merupakan seorang profesor di bidang teknik sipil, beliau ini konsen pada bangunan tahan gempabumi. Matching banget sama penelitian saya yang tentang kerentanan bangunan terhadap bahaya gempabumi. Bisa bayangin gimana deg-degannya berhadapan dengan para ahli ini kan. Tapi bapak ini bukanlah sosok yang killer dan menjatuhkan, beliau malah memancing saya untuk berpikir kritis untuk mencapai pemahaman yang benar mengenai hasil penelitian saya. Penguji kedua yang seorang profesor bidang geohidrologi juga hanya memberikan saran-saran terkait hasil dan pembahasan. Beliau juga meminta saya menceritakan pengalaman dan hal penting apa yang saya dapatkan ketika survei lapangan. Rangkaian pertanyaan juga disampaikan oleh pembimbing 2 saya. Bapak yang ahli dalam bidang geomorfologi ini menyampaikan pertanyaan yang pernah beliau tanyakan ketika bimbingan. Saya sudah mencoba menulis jawabannya dalam draft tesis, jadi saya mencoba menjelaskannya kembali meski ternyata ada yang meleset. Ketua sidang alias pembimbing utama saya tidak mengajukan pertanyaan namun merangkum hasil diskusi dan memancing saya untuk menjawab pertanyaan yang ternyata sebelum kurang tepat saya jawab.

Setelah sesi tanya jawab selesai saya dipersilahkan keluar sebentar untuk memberikan waktu bagi mereka untuk mendiskusikan apakah saya lulus ujian atau tidak. Saya menunggu di luar ruangan dengan hati yang deg-degan. Tujuh menit kemudian saya dipanggil masuk kembali. Bapak ketua sidang membacakan keputusan sidang. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus ujian. Mendengar hal itu refleks bibir saya membentuk senyuman di wajah. Kami yang ada di ruangan tersebut sama-sama tersenyum. Satu jam yang saya nanti-nantikan ternyata terlewati juga.

Saya bersyukur karena dalam ujian tersebut terjadi transfer ilmu pengetahuan. Itulah doa saya, meminta ilmu yang berkah yang Alloh turunkan melalui para profesor tersebut. Kritik dan saran dari bapak-bapak tersebut sangat berarti bagi saya. Pertemuan dengan mereka memberikan kesan yang mendalam, yang akan selalu saya ingat.

Azmi

Foto bareng para profesor :))

Setelah 30 Tahun, Akhirnya.....

Setelah 30 tahun bertugas di kantor yang sama dengan menyandang gelar pegawai yang paling cepat datang dan paling lambat pulang, akhirnya Bapak dipindahkan. Beruntungnya Bapak dipindahkan ke kantor yang jaraknya lebih dekat dari rumah. Ternyata Alloh sudah mengatur semuanya ya pak.

Bertepatan dengan hari ujian saya, Bapak juga dilantik untuk bertugas memegang jabatan di tempat yang baru. Handphonenya tak berhenti berdering, telpon dari teman-teman yang menanyakan perihal kepindahannya dan mengucapkan selamat. Teman-teman di kantor yang lama menelpon untuk menyatakan kesedihan mereka karena kepindahan Bapak. 30 tahun bukan waktu yang sedikit untuk mengukir kesan di sebuah tempat. Saya yakin orang sepertimu pasti meninggalkan kesan yang baik pak.

Semoga kepindahan Bapak ke tempat yang baru menjadi pintu kebaikan yang lebih, penuh keberkahan dan amanah dalam setiap urusannya. Selalu sehat ya pak.

CYMERA_20141029_190044

Ibuk dan Bapak kesayangan :))

Tuesday, September 1, 2015

Hati yang Kacau Di Hari Pertama September

tumblr_msg52almQO1rnymjho1_1280

*sumber gambar: tumblr.rascojet.com


Hello September,


September saya diawali dengan kram perut gara-gara tamu bulanan. Cewek mah bisa apa kalau sudah begini. Saya memilih tidur lagi, siapa tahu sakitnya bisa hilang. Setelah bangun, cek email ada article assignment yang harus saya kerjakan, sambil bergumam "owh buat publish besok pagi, bisalah dikirim ntar malam".


Jam 13.30 WIB saya sudah ada janji dengan dospim 1 saya di kampus mau minta tanda tangan pengesahan untuk ujian tesis. Jadilah jam 13.00 WIB saya sudah berangkat ke kampus. Ternyata sedang ada mahasiswa bimbingan yang lain yang sedang presentasi dan baru selesai jam 14.00, jadi bisa dibilang saya menunggu hampir 1 jam. Tentu saja saya menunggu dengan perasaan deg-degan. Padahal sih bapaknya akan biasa saja tapi entahlah saya selalu deg-degan setiap mau menghadap dospim 1 ini. Bapak Professor yang penuh karisma dan pinter banget ini. Setelah dipersilahkan masuk saya memperlihatkan sebuah gambar peta yang dua hari lalu diminta untuk diperbaiki. Yaaa....and you know what, gambar saya ditolak T,T , bukan seperti itu yang diinginkan dospim saya masih ada yang kurang. Kami belum satu visi untuk gambar peta tersebut. Gagallah saya mendapatkan tanda tangan pengesahan hari ini gara-gara 1 gambar yang belum baik itu. Mana bapaknya mau keluar kota lagi. Mau tidak mau saya harus lembur mengerjakan koreksi itu malam ini untuk diserahkan besok pagi sebelum bapaknya pergi -____-


Setelah ditolak, hati saya kacau. Namun ternyata kekacauan tidak hanya sampai disitu. Setelah mengecek email dan memperhatikan article assignment yang diberikan kepada saya harus dikirim sore pukul 17.00. Saya langsung cari-cari bahan artikel dan mulai menulis. Ketika artikel siap dan akan saya masukkan ke backend website internet error. Rasanya menyebalkan sekali padahal saya harus cepat. Disaat yang bersamaan perut saya kelaparan karena belum makan siang. Baru ingat kalau saya makan pukul 11 sebelum ke kampus tadi. Perpaduan antara internet yang error dan perut yang lapar itu sangat tidak menyenangkan.


Ini sudah september, mendekati penghujung 2015.


Saya menyadari satu hal bahwa tidak selamanya segala sesuatu yang kita inginkan itu bisa berjalan mulus. Kita semua memiliki jalannya masing-masing untuk mencapai tujuan. Ada yang cepat, ada pula yang lambat. Ada proses di dalamnya yang akan membuat kita belajar menjadi lebih dewasa, lebih bisa menganalisis, dan lebih bisa memahami. Hal terpenting adalah jangan sampai ada kata berhenti berjalan dan menyerah.


Saya jadi ingat dospim saya tadi mengatakan jangan cepat menyerah, cari solusi terbaiknya dan ingat mengerjakan sesuatu itu harus istikomah. Wejangan dari dospim terkadang membuat saya terharu di saat-saat akhir seperti ini. Seperti halnya saya pasti dospim juga mengharapkan yang terbaik untuk semua mahasiswa bimbingannya.


-------- September baru sehari, namun sudah memberikan banyak kejutan buat saya. Semoga hari-hari september selanjutnya memberikan kejutan yang menyenangkan.


:))

Sunday, August 16, 2015

17 Agustus: Memaknai Kemerdekaan di Hari Kemerdekaan

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesiaku :))


indonesia-spirit1

sumber gambar: legacyinwords.wordpress.com


Tidak terasa 70 tahun sudah Indonesia merdeka. Jika diibaratkan manusia di umur 70 tentu ia sudah banyak makan asam garam kehidupan. Sudah tahu banyak tentang kehidupan dan sudah mencapai beberapa impiannya dalam hidup. Manusia yang telah berumur 70 tahun paling tidak ia telah memberikan banyak manfaat bagi banyak orang yang ada di sekitarnya. Telah menjadi orang yang disegani dan didengar oleh orang lain.

Bagaimana dengan Indonesia?

Apakah Indonesia telah menjadi seperti manusia pada usia 70 tahun?. Mungkin sudah atau mungkin juga belum. Hal itu tergantung dari sisi mana kita melihatnya, karena Indonesia sangatlah kompleks. Jika dibandingkan dengan Negara-negara maju saat ini tentu masihlah jauh. Lihat angka tahun kemerdekaan mereka, sudah ratusan tahun yang lalu. Mereka juga tentu saja pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Indonesia saat ini. Tetapi yang membuat mereka berbeda dari Indonesia adalah mereka begitu cepat berubah, begitu cepat belajar dari masa lalu hingga membuat mereka menjadi Negara yang maju. Sedangkan Indonesia begitu lambat dalam berubah. We are on the track.

Apa makna kemerdekaan untukmu?

Secara individu saya telah merasakan kemerdekaan. Saya tidak terikat pada apapun yang mengekang keinginan saya kecuali pada hal-hal yang memang menjadi tanggung jawab saya. Keluarga saya juga memberikan kebebasan dalam memilih apapun yang saya inginkan dalam hidup. Kecuali akhir-akhir ini ibuk saya terus-terusan mendesak untuk segera menikah …..hahaha, #baiklah, abaikan ini #plak. Kembali serius ya, makna kemerdekaan bagi saya adalah ketika kamu bebas menentukan apapun dalam hidupmu tanpa interfensi orang lain. Namun merdeka yang berarti bebas adalah bebas yang bertanggung jawab. Sebagai manusia yang hidup bermasyarakat kita tidak mungkin tidak mempertimbangkan keberadaan orang lain dalam mengambil keputusan. Disitulah gunanya hati nurani.

Kemerdekaan Indonesia,

70 tahun Indonesia apa yang telah terjadi. Dilihat dari awal kemeredekaan Indonesia tentu saja banyak sekali hal yang telah terjadi, telah mengubah wajah Indonesia menjadi lebih baik (atau lebih buruk?). Namun saya hanya ingin menyinggung beberapa hal menarik yang telah terjadi, dan ini menurut saya adalah perubahan yang baik. Memasuki 70 tahun merdeka, Indonesia telah mempunyai konsen yang lebih pada kewaspadaan terhadap bencana. Kejadian tsunami tahun 2004 telah memberikan paradigma baru mengenai bencana. Sejak saat itu para ahli, akademisi dan pemerintah bahu membahu untuk memperbaiki penanganan bencana di Indonesia. Saat ini telah banyak dibentuk badan yang khusus mengurusi bencana. Telah banyak jurusan-jurusan kuliah yang khusus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan bencana dan lingkungan. Indonesia adalah salah satu Negara yang paling rawan terhadap bencana, baik bencana alam maupun bencana buatan. Saya rasa konsen pemerintah ke bidang ini adalah hal yang bagus. Semoga penanganan bencana di Indonesia menjadi semakin baik, bukan hanya pemerintah saja yang sadar bencana namun juga masyarakatnya.

Hal baik lainnya yang telah terjadi adalah peningkatan minat baca dan penurunan angka buta aksara masyarakat Indonesia. Saya lupa berapa angka yang menunjukkan hal itu, tetapi yang jelas peningkatan minat baca orang Indonesia telah meningkat meskipun sangat lambat. Peningkatan itu ada, tetapi sangat lambat jika dibandingkan Negara lain. Harapan saya sih semoga akses masyarakat Indonesia untuk mendapatkan buku menjadi lebih mudah agar masyarakat di pelosok negeri juga bisa merasakan nikmatnya membaca buku. Akses buku yang mudah juga tentu saja bisa mengurangi buta aksara di negeri ini. Bagaimana mau memberantas buta aksara kalau yang mau dibaca aja nggak ada. Semangat terus kepada orang-orang yang dengan berani terjun ke pelosok-pelosok Indonesia untuk mengalirkan semangat membaca dan belajar.

Namun akhir-akhir ini ada hal menarik lainnya yang telah terjadi menjelang hari kemerdekaan Indonesia. Di surat kabar dan di sosial media heboh berita ribuan mahasiswa yang melamar menjadi Go-Jek, tergiur gaji 6 juta perbulan. Apa makna dari kejadian ini?. Terlihat dengan jelas bahwa Indonesia krisis (benar-benar krisis) lapangan pekerjaan. Selain itu, hal pahit lainnya adalah anak muda negeri ini kekurangan ide dan inovasi. Hilang sudah semua idealisme semasa kuliah, mentok saja di bangku kuliah. Ini adalah pe-er besar bagi pemuda penerus bangsa ini, termasuk diri saya sendiri.

Hal yang lebih heboh lagi adalah persis dua hari sebelum hari kemerdekaan Indonesa (17/8) jutaan orang konsen pada kejadian seorang pengendara sepeda dengan gagah berani menghalangi para pengendara moge yang sedang konvoi yang mau menerobos lampu merah. Akses internet yang hari ini begitu mudah, kejadian ini menyebar dengan sangat cepat. Kejadian ini juga dekat dengan saya karena terjadi di Jogja. Pada hari itu saya juga mengendarai motor di Jalan Kaliurang, saya merasakan macet yang luar biasa. Ternyata ada rombongan moge yang melintas, tentu saja pakai kawalan polisi. Waktu itu, dalam hati saya bilang “kok aneh sih, kenapa mereka mesti dikawal polisi”. Dari pengamatan saya padahal mereka tidak melakukan kegiatan yang mendesak, hanya seperti sekelompok orang yang melakukan hobi, yang hanya membuat mereka senang. Banyak yang tidak setuju dengan para pengendara moge yang sedang konvoi karena mereka berisik dan seenaknya di jalanan (melanggar marka jalan dan lampu merah). Hal yang lebih membuat miris adalah mereka di kawal polisi, oh my God. Beberapa waktu kemudian humas polisi DIY memberikan konfirmasi dengan menyebutkan pasal-pasal bahwa pengawalan konvoi moge (misalnya) dapat dilakukan dan mereka juga berhak lolos di lampu merah. Namun sepertinya pak polisi lupa membaca sambungan pasal yang ia sebutkan. Semakin kelihatan deh salahnya. Konvoi moge kemarin sudah jelas tidak termasuk pada keperluan darurat seperti penanganan bencana ataupun huru hara. Masak iya sih pengguna jalan yang lain harus mengalah, padahal semua orang punya hak dan kewajiban yang sama di area umum seperti jalan raya. Miris saja melihat kejadian seperti ini. Jangankan menegakkan hukum untuk para koruptor, penegakan hukum di jalan raya saja masih jauh panggang dari api. Penegakan hukum di segala bidang adalah hal mutlak yang harus dilakukan jika ingin Indonesia benar-benar merdeka.

Memang benar Indonesia sudah terlepas dari para penjajah secara fisik, namun penjajah yang tidak terlihat masih mengelilingi Indonesia. Memberantas penjajah yang tidak terlihat inilah yang lebih sulit. Kemerdekaan yang sebenarnya adalah ketika kita mandiri secara ekonomi, mandiri teknologi dan ipteknya, bebas dari hutang, Negara kita bebas dari korupsi, dan menjunjung tinggi penegakan hukum. Semoga para pemuda penerus bangsa dapat mewujudkannya suatu saat nanti.

Kepada para pejuang bangsa yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan terima kasih….#sungkem. Semoga mengenangmu tidak hanya dengan upacara bendera, namun dengan menerapkan semangat juangmu dalam semua hal bermanfaat yang kami lakukan. Demi meningkatkan taraf hidup kami pribadi, keluarga, nusa dan bangsa.

#salam merah putih

Thursday, July 23, 2015

Mahasiswa Rantau Adalah Agen Pariwisata Sesungguhnya ~~~

Mahasiswa rantau adalah agen pariwisata. Yups...setelah menjadi mahasiswa rantauan di Jogja saya merasakan benar kalimat tersebut. Ditambah lagi karena saya yang berasal dari Lombok. Sudah pada tahu kan kalau Lombok akhir-akhir ini adalah salah satu tempat yang ramai dikunjungi wisatawan. Lombok jadi salah satu tujuan wisata yang diincar banyak orang.

Maka coba tebak, setiap berkenalan dengan orang lain dimanapun mereka selalu senang mengetahui saya dari Lombok, dan pasti ada kalimat susulan "wah...saya pengen banget ke Lombok, katanya cakep banget ya pantai-pantainya" ....kemudian saya memberikan senyum termanis ditambah sedikit cerita tentang Lombok yang saya tahu. Saya jadi ingat waktu transit beberapa waktu lalu di Bandara Ngurah Rai ada seorang mbak-mbak yang meminta no hape saya, dia mengatakan kalau suatu saat ingin mengambil jatah liburan ke Lombok.

Selang dua hari setelah lebaran juga seorang teman mengirim pesan, bertanya tentang tempat-tempat yang harus dikunjungi di Lombok, tentang tempat-tempat yang nggak boleh dilewatkan kalau ke Lombok. Ternyata teman saya ini akan menghabiskan libur lebaran di Lombok bersama keluarganya. Jadilah saya menyebutkan spot-spot keren di Lombok yang pernah saya kunjungi dan dari hasil tanya-tanya sama teman yang lain :D

Sekarang sudah paham kan kalau mahasiswa rantauan itu adalah agen pariwisata daerah asalnya yang sesungguhnya. Nggak bisa dipungkiri mahasiswa memiliki jaringan yang luas dan sangat mudah untuk dijangkau (ditanya-tanya maksudnya...hehe). Mau tidak mau saya jadi harus tahu tempat-tempat wisata yang ada di Lombok, harus tahu juga tentang budget yang dibutuhkan dan cara mencapai tempat itu. Malu kan kalau sampai nggak kenal tempat wisata daerah sendiri.

*Harapannya sih semoga pariwisata Lombok makin maju dengan tetap mengedepankan kearifan lokal, tidak merusak lingkungan, tetap menjaga keamanan dan kenyamanan demi kepentingan bersama. Awalnya susah sih, tapi susah bukan berarti tidak bisa kan?

Wednesday, July 1, 2015

Hello July

bcc5a9ec7e4059b368b88ce2c4de0e4c

I think its not too late to say Hello July, right? :D


Apa yang kamu harapkan di bulan Juli ini? Banyak. Banyak banget.

Well...yeah, sepertinya akan banyak surprise di bulan Juli. Banyak hari spesial di bulan Juli. Semoga semua yang kita harapkan bisa tercapai, usaha-usaha yang kita lakukan mendapat hasil manis di akhir nanti. Amiin.

Ini sudah Juli, status meningkat menjadi Awas komandan!

Sunday, June 14, 2015

Inspirasi Dari Seorang Vulkanolog

The Beautiful Rinjani 
Hari jumat lalu ada sebuah acara kuliah umum yang diselenggarakan oleh program studi geofisika dengan guest lecture Dr. Ir. Surono, M.Sc. Bagi kalangan yang menggeluti bidang geofisika, vulkanologi, geologi, geografi atau kebencanaan pasti tahu siapa bapak ini. Kalau belum tahu juga, silahkan ketik namanya di google. Baiklah….menurut saya, hari itu adalah kesempatan yang luar biasa, kapan lagi bisa bertemu bapak yang satu ini. Sosok yang seringkali muncul di televisi ketika gunungapi meletus. Hari itu ia berbagi pengalaman dan motivasi untuk para mahasiswa. Ia memberikan materi tentang Pengelolaan Gunungapi Di Indonesia.

Ketika Malam Datang

Malam telah datang, mengetuk perlahan daun pintu, menembus ruang kamar, lalu menemaniku memikirkanmu ~~~

Malam selalu menyediakan ruang untuk memikirkanmu, memikirkan pikiranmu.

Apa yang kau harapkan dari sisa-sisa percakapan dan pertemuan yang terlalu sebentar itu?

Matamu tak memberi jawaban apapun. Semakin kuselami, semakin aku terjatuh ke dalam pertanyaan tanpa jawaban. Berharap kau memberi kata-kata lugas jawaban adalah seperti menunggu kereta api di Bandara. Sesuatu yang tidak mungkin.

Apa yang akan terjadi kemudian, aku tidak akan pernah tahu jika kau terus saja bersembunyi.

Seperti potongan sajak Aan Mansyur "Kau menggantung seperti sesuatu yang tak mampu kunamai----mimpi atau kenangan". Maka begitulah dirimu.

Friday, May 29, 2015

Ngomongin Tentang Pemuda Bareng Noe Letto

Siapa yang kenal dengan Noe Letto? (saya…saya…*ngacung). Meski tidak kenal dekat, paling tidak tahu kalau Noe ini adalah vokalis grup band Letto. Generasi saya sih tahu banget grup band ini. Sekarang grup band ini sedang vakum, belum mengeluarkan album baru lagi. Terus mengapa tiba-tiba Noe ngomong tentang pemuda, dalam rangka apa? Apa Noe ganti profesi jadi aktivis pemuda? #Loh….

Sebelumnya saya tidak ada ide tentang bagaimana pandangan Noe terhadap pemuda bangsa ini, dan saya agak tidak peduli. Yang saya pedulikan adalah saya mau bertemu dengannya, melihat Noe secara langsung. Sejak tinggal di Jogja, saya ingin meihat Letto manggung. Pengen denger suara Noe secara langsung. Maka ketika tahu ada acara yang menampilkan dia sebagai pembicara langsung saja saya ikut mendaftar. Adalah acara bertajuk Youthnesia yang diadakan oleh pusat studi kepemudaan Fisipol UGM yang mendatangkan Noe sebagai pembicara. Acara talkshow ini diadakan pada hari rabu siang kemarin di Taman Sansiro Fisipol UGM. Youthnesia digelar sebagai wadah untuk membahas tentang pemuda, masih berkaitan dengan peringatan hari kebangkitan nasional pada tanggal 20 Mei lalu.

Sebenarnya bukan hanya Noe yang menjadi pembicara, ada dua pembicara lain yaitu Adhitya Herwin (ketua BEM KM UGM 2014) dan Najib Azca (dosen Fisipol UGM). Acara talkshow berlangsung seru, banyak pendapat para pemuda tentang peran pemuda dalam kebangkitan nasional dibahas. Disini saya menyadari bahwa masih banyak anak-anak muda yang peduli, anak muda yang mikir tentang bangsanya, tentang kebangkitan yang harus diperjuangkan oleh para pemuda. Anak muda tak melulu soal main-main dan ke-alay-an. Tanggapan dari para pembicara juga tidak kalah menarik. Namun yang paling menarik adalah pendapat dan tanggapan Noe. Noe yang menurut saya menjawab paling komperhensif dan paling oke. Dari jawaban-jawabannya ketahuan banget kalau si doi open minded dan smart. Public speaking-nya juga oke punya (ya iyalah penyanyi… --“). Pokoknya saya makin ngefans! (titik)

Hal pertama yang ditanggapi oleh Noe adalah perihal seremonial. Ada yang menganggap bahwa Negara kita ini adalah Negara seremonial. Terlalu banyak seremonial, semua hal ada peringatannya, dan biasanya setelah seremonialnya terlewati tuntas juga ingatan tentang apa yang dirayakan tersebut. Kata dia, it’s oke, kita tidak bisa memungkiri bahwa seremonial kadang penting. Sebagai bagian dari rutinitas hidup, karena hidup itu sendiripun adalah sebuah seremonial. Hal yang paling penting di balik itu adalah makna dari seremoni itu, untuk apa kita melakukannya.

Tentang pemuda. Pada masa sekarang apa yang harus dilakukan pemuda untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Untuk melanjutkan perjuangan kebangkitan bangsa. Lanjut Noe, harus diyakini bahwa masa depan bangsa ada di tangan para pemudanya. Maka hal pertama yang harus dilakukan pemuda untuk bisa berkontribusi dengan baik adalah ia harus tahu posisinya (posisioning diri). Pemuda harus mengerti posisinya masing-masing dalam masyarakat. Entah ia sebagai seorang pelajar, mahasiswa, teknisi, penulis dan profesi lainnya. Maka lakukanlah hal yang terbaik dari dirimu sendiri, jadi versi terbaik bagi dirimu sendiri. Tidak perlu muluk-muluk. Jika kau seorang pelajar maka belajarlah dengan baik. Begitupun kalau kau mahasiswa, belajar, gali potensi diri, mahasiswa boleh kok demo, asalkan tahu betul apa yang ia perjuangkan, jangan hanya karena ikut-ikutan yang hanya mengikuti komando orang yang salah.

Selain itu, Noe juga menambahkan jadilah generasi pembaharu dan cerdas, tidak hanya pintar. Cerdas berarti bahwa tidak hanya mau menerima, hanya tahu suatu jawaban atas suatu pertanyaan tanpa tahu kenapa jawabannya seperti itu, karena tidak mempertanyakan lebih lanjut. Pemuda harus kritis. Poin penting lain yang Noe sampaikan adalah jangan berdebat tentang sektor mana yang paling dapat membawa kebangkitan bangsa ini. Terkadang kita sibuk memperdebatkan sektor yang paling mempengaruhi kebangkitan bangsa. Ada yang berpendapat sektor ekonomi, teknologi, hukum, pendidikan, atau kesehatan. Sampai kita lupa bahwa yang dibutuhkan oleh bangsa ini adalah sinergi dari banyak sektor tersebut. Sinergitas dari sektor-sektor tersebut sangatlah penting. Tidak ada yang lebih penting atas yang lain, karena masing-masing harus saling melengkapi.

Kurang lebih itulah beberapa poin penting yang disampaikan Noe dalam talkshow Youthnesia kemarin. Semoga bermanfaat.

Di pertengahan talkshow Noe diharuskan menyanyi. Yeay…akhirnya saya mendengar langsung Noe menyanyi. Soal suara jangan ditanya, bagus banget, enak banget dengernya, suaranya asli lho…buka abal-abal. Sebelum Cahaya dan Ruang Rindu-pun mengalun merdu lewat suara Noe.

*Saya optimis sih kalau pemuda saat ini akan dapat membawa perubahan yang lebih baik di masa yang akan datang. Saya banyak melihat teman-teman di generasi saya yang penuh semangat belajar, mengukir prestasi di bidangnya masing-masing, berusaha, serta melakukan hal-hal di luar kebiasaan untuk membantu sesama. Masih banyak yang peduali akan nasib bangsa di masa depan.