Friday, May 29, 2015
Ngomongin Tentang Pemuda Bareng Noe Letto
Sebelumnya saya tidak ada ide tentang bagaimana pandangan Noe terhadap pemuda bangsa ini, dan saya agak tidak peduli. Yang saya pedulikan adalah saya mau bertemu dengannya, melihat Noe secara langsung. Sejak tinggal di Jogja, saya ingin meihat Letto manggung. Pengen denger suara Noe secara langsung. Maka ketika tahu ada acara yang menampilkan dia sebagai pembicara langsung saja saya ikut mendaftar. Adalah acara bertajuk Youthnesia yang diadakan oleh pusat studi kepemudaan Fisipol UGM yang mendatangkan Noe sebagai pembicara. Acara talkshow ini diadakan pada hari rabu siang kemarin di Taman Sansiro Fisipol UGM. Youthnesia digelar sebagai wadah untuk membahas tentang pemuda, masih berkaitan dengan peringatan hari kebangkitan nasional pada tanggal 20 Mei lalu.
Sebenarnya bukan hanya Noe yang menjadi pembicara, ada dua pembicara lain yaitu Adhitya Herwin (ketua BEM KM UGM 2014) dan Najib Azca (dosen Fisipol UGM). Acara talkshow berlangsung seru, banyak pendapat para pemuda tentang peran pemuda dalam kebangkitan nasional dibahas. Disini saya menyadari bahwa masih banyak anak-anak muda yang peduli, anak muda yang mikir tentang bangsanya, tentang kebangkitan yang harus diperjuangkan oleh para pemuda. Anak muda tak melulu soal main-main dan ke-alay-an. Tanggapan dari para pembicara juga tidak kalah menarik. Namun yang paling menarik adalah pendapat dan tanggapan Noe. Noe yang menurut saya menjawab paling komperhensif dan paling oke. Dari jawaban-jawabannya ketahuan banget kalau si doi open minded dan smart. Public speaking-nya juga oke punya (ya iyalah penyanyi… --“). Pokoknya saya makin ngefans! (titik)
Hal pertama yang ditanggapi oleh Noe adalah perihal seremonial. Ada yang menganggap bahwa Negara kita ini adalah Negara seremonial. Terlalu banyak seremonial, semua hal ada peringatannya, dan biasanya setelah seremonialnya terlewati tuntas juga ingatan tentang apa yang dirayakan tersebut. Kata dia, it’s oke, kita tidak bisa memungkiri bahwa seremonial kadang penting. Sebagai bagian dari rutinitas hidup, karena hidup itu sendiripun adalah sebuah seremonial. Hal yang paling penting di balik itu adalah makna dari seremoni itu, untuk apa kita melakukannya.
Tentang pemuda. Pada masa sekarang apa yang harus dilakukan pemuda untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Untuk melanjutkan perjuangan kebangkitan bangsa. Lanjut Noe, harus diyakini bahwa masa depan bangsa ada di tangan para pemudanya. Maka hal pertama yang harus dilakukan pemuda untuk bisa berkontribusi dengan baik adalah ia harus tahu posisinya (posisioning diri). Pemuda harus mengerti posisinya masing-masing dalam masyarakat. Entah ia sebagai seorang pelajar, mahasiswa, teknisi, penulis dan profesi lainnya. Maka lakukanlah hal yang terbaik dari dirimu sendiri, jadi versi terbaik bagi dirimu sendiri. Tidak perlu muluk-muluk. Jika kau seorang pelajar maka belajarlah dengan baik. Begitupun kalau kau mahasiswa, belajar, gali potensi diri, mahasiswa boleh kok demo, asalkan tahu betul apa yang ia perjuangkan, jangan hanya karena ikut-ikutan yang hanya mengikuti komando orang yang salah.
Selain itu, Noe juga menambahkan jadilah generasi pembaharu dan cerdas, tidak hanya pintar. Cerdas berarti bahwa tidak hanya mau menerima, hanya tahu suatu jawaban atas suatu pertanyaan tanpa tahu kenapa jawabannya seperti itu, karena tidak mempertanyakan lebih lanjut. Pemuda harus kritis. Poin penting lain yang Noe sampaikan adalah jangan berdebat tentang sektor mana yang paling dapat membawa kebangkitan bangsa ini. Terkadang kita sibuk memperdebatkan sektor yang paling mempengaruhi kebangkitan bangsa. Ada yang berpendapat sektor ekonomi, teknologi, hukum, pendidikan, atau kesehatan. Sampai kita lupa bahwa yang dibutuhkan oleh bangsa ini adalah sinergi dari banyak sektor tersebut. Sinergitas dari sektor-sektor tersebut sangatlah penting. Tidak ada yang lebih penting atas yang lain, karena masing-masing harus saling melengkapi.
Kurang lebih itulah beberapa poin penting yang disampaikan Noe dalam talkshow Youthnesia kemarin. Semoga bermanfaat.
Di pertengahan talkshow Noe diharuskan menyanyi. Yeay…akhirnya saya mendengar langsung Noe menyanyi. Soal suara jangan ditanya, bagus banget, enak banget dengernya, suaranya asli lho…buka abal-abal. Sebelum Cahaya dan Ruang Rindu-pun mengalun merdu lewat suara Noe.
*Saya optimis sih kalau pemuda saat ini akan dapat membawa perubahan yang lebih baik di masa yang akan datang. Saya banyak melihat teman-teman di generasi saya yang penuh semangat belajar, mengukir prestasi di bidangnya masing-masing, berusaha, serta melakukan hal-hal di luar kebiasaan untuk membantu sesama. Masih banyak yang peduali akan nasib bangsa di masa depan.
Thursday, May 28, 2015
Bertamu Ke Rumahmu
Aku ingat, betapa hangatnya suasana rumahmu kala itu. Semua orang bertegur sapa, saling melempar senyum, bertanya kabar, dan bertukar cerita. Itu menyenangkan. Apakah setiap hari seperti itu? tanyaku dalam hati. Jika ya, pasti rumah ini penuh kebahagiaan. Ekspresimu ketika bertegur sapa dengan anggota keluarga yang lain, caramu memperlakukan kakak atau adikmu mengalirkan perasaan yang menyenangkan. Coba saja setiap anak dalam setiap keluarga di Negara ini berlaku sepertimu, pasti kedamaian akan melingkupi Negara ini.
Siapa yang tidak ingin berlama-lama jika berada di tempat yang hangat dan akrab seperti itu?. Namun aku harus pergi meski kau menawarkan untuk tetap tinggal. Aku harus pergi karena takut tidak bisa memisahkan diri dari rumahmu dalam waktu yang lama.
Terima kasih telah mengajakku bertamu ke rumahmu.
Monday, May 25, 2015
Sepotong Cerita Liburan: Berenang Di Gili Kondo
Hari itu setelah camping di bukit Pergasingan rombongan kami melanjutkan acara liburan ke Gili Kondo. Gili atau pulau ini berada di Lombok Timur dekat dari kawasan Sembalun. Gili ini dipilih karena beberapa teman yang lain berencana untuk snorkling di laut, panorama bawah laut sekitar Gili ini memang sangat cantik. Berhubung saya tidak bisa berenang (takut laut namun suka pantai) maka saya minta di drop di Gili Kondo saja, jadi saya tidak ikut berada di tengah lautan. Beruntung tiga orang teman saya yang lain juga memilih untuk tidak snorkling, jadi saya gak krik-krik deh berenang sendirian di pantai (padahal cuma mandi-mandi di pinggir pantai doang ....hahaha)
Gili Kodo ini bisa dicapai dengan menggunakan perahu motor dari kawasan pantai teransat atau pantai apa gitu (saya lupa tanya namanya --") yang jelas ada pintu masuknya, namun tidak ada papan nama (ini pe-er banget buat pemda Lotim supaya secara serius mengelola pariwisatanya). Karena salah satu teman saya punya banyak kenalan dimana-mana jadi kami dijemput oleh temannya teman saya yang memang menjadi penyedia perahu motor di daerah tersebut di pintu masuk penyebrangan supaya lebih mudah.
Gili Kondo dari kejauhan
Memang deh gak sia-sia menginjakkan kaki di Gili Kondo, Pantainya cakep pake banget!. Meski ini bukan kali pertama saya mengunjungi Gili Kondo saya tetap terpesona dengan keindahan pantainya, dan betapa bening air lautnya.
Pantainya udah kayak kolam renang :D
Pada penasaran gak gimana suasana snorkling di laut sekitar gili Kondo yang dilakukan oleh teman-teman saya yang lain, Oke nih saya kasi lihat fotonya :D
Ini adalah foto kak Windah yang lagi snorkling, dia pecinta laut dan penggila snorkling :))
Sampai disini cerita liburan saja yang tidak seberapa ini. Terima kasih atas kesempatan dan kesehatan yang dilimpahkan kepada saya. Terima Kasih juga buat teman-teman rombongan yang luar biasa, yang menjadikan liburan ini menyenangkan. Terima kasih foto-fotonya yang kece badai yang diambil oleh Hayyi dan kak Windah.
:)
Saturday, May 23, 2015
Sepotong Cerita Liburan: Bukit Pergasingan
Bersamaan dengan kepulangan saya ke Lombok untuk mengambil data penelitian tugas akhir saya, kesempatan untuk sekalian berlibur tidak saya lewatkan begitu saja. Ketika seorang teman ngajakin ngecamp dan berenang di laut langsung saya iyakan. Saya tidak mau melepaskan kesempatan liburan ini, pikir saya.
Salah satu tempat yang sedang ngehits saat ini di Lombok adalah bukit Pergasingan. Merupakan salah satu bukit yang berada di sekitar gunungapi Rinjani. Tingginya mencapai 1700 mdpl. Perjalanan ke puncaknya memakan waktu 3 jam. Jalanannya terjal dan berbatu. Butuh kondisi fisik yang kuat dan sehat untuk mendakinya. Dan sebagai seseorang yang tidak pernah naik gunung sekalipun ditambah jarang olahraga tentu saja saya ngos-ngosan ketika mendakinya. Saya benar-benar kewalahan. Puncaknya terlihat dekat dari bawah, namun ternyata jauh T,T
Untung saja berkat semangat teman-teman rombongan yang disalurkan kepada saya, akhirnya saya bisa mencapai puncak Pergasingan. Jadi nama Pergasingan disematkan pada bukit ini karena di puncak bukit ini sering dijadikan arena pertandingan gasing (pada tau gasing kan?). Nah....barang siapa yang bisa menemukan gasing yang jatuh ke bawah bukit akan mendapatkan hadiah. Dan tentu saja gasing yang bertahan di atas bukit adalah pemenangnya.
Rombongan kami mencapai puncak ketika langit sudah gelap karena kami berangkat naik pada sore hari. Namun terasa sangat luar biasa ketika di atas puncak karena kami melihat pemandangan yang menakjubkan yaitu langit yang penuh dengan bintang. Berkilauan. Luar biasa. Saya bisa menikmati cantiknya langit malam itu namun tidak dengan dinginnya udara. Dinginnya gak nyantai banget. Saya benar-benar kedinginan, ditambah lagi karena jaket yang saya pakai tipis, bukan jaket gunung yang dipakai banyak orang. Kasian...Hiks.
Wednesday, April 22, 2015
Sunday, April 19, 2015
Melihat Api Bekerja
Merasa Sakit
Aku benci merasa sakit, karena aku benci melihat Ibuku hawatir. Kehawatiran membuat Ibu tidak lagi tersenyum dan tertawa lepas, membuat kerutan di wajahnya bertambah. Aku merasa berdosa telah membuat Ibuku hawatir.
Melihat Ibu hawatir adalah rasa sakit itu sendiri.
Friday, April 10, 2015
Ajakan Untuk Berpikir Dari Jared Diamond
Sebagai anak bangsa yang mengaku peduli lingkungan namun belum beranjak meninggalkan tissu dan kendaraan bermotor, sayapun tertarik untuk membaca buku itu. Baiklah kita semua juga tahu bahwa membaca buku berkualitas hasil penelitian bertahun-tahun seperti tulisan Jared Diamond akan menambah pengetahuan, akan menambah kecakapan dalam berpikir dan berkata-kata. Otak tak hanya butuh novel-novel "menye" yang hanya menguras emosi sesaat.
Baru memasuki halaman pendahuluan saja saya sudah jatuh cinta dengan cara Jared menulis, cara ia menyampaikan gagasan. Rapi dan langsung membuat paham. Membuat penasaran dengan cerita-cerita keruntuhan peradaban-peradaban yang pernah ada di atas muka Bumi. Buku ini membuat saya berpikir, akan seperti apa kelak Bumi kita ini jika ternyata hal-hal yang membuat peradaban masa lalu runtuh juga tengah berlangsung saat ini. Akankah peradaban kita saat ini kelak juga akan hanya dikenang sebagai sebuah peradaban yang telah runtuh. Dituliskan dalam sebuah buku. Pikiran-pikiran ini mengarahkan saya untuk mulai memperhatikan lingkungan, mulai dari diri sendiri. Menyusun hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko runtuhnya peradaban di masa mendatang. Terdengar idealis, atau sok idealis?, entah apapun persepsi manusia yang muncul hal-hal tersebut harus dilakukan, meski tidak mudah.
Kita hidup di zaman kecanggihan teknologi yang bersisian dengan kerusakan lingkungan. Disatu sisi kecanggihan tersebut mempermudah hidup manusia, namun di saat yang bersamaan manusia harus merelakan lingkungan tempat tinggal mereka rusak. Disadari atau tidak, hal tersebut terjadi. Apakah telah menjadi semacam takdir yang menimpa manusia, ketika untuk mendapatkan sesuatu maka harus ada hal lain yang dikorbankan?
Buku tebal ini baru mulai saya baca, semoga tak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.
Jump Then Fall
Written by Taylor Swift
I like the way you sound in the morning
We're on the phone and without a warning
I realize your laugh is the best sound
I have ever heard
I like the way I can't keep my focus
I watch you talk, you didn't notice
I hear the words but all I can think is
We should be together
Every time you smile, I smile
And every time you shine, I'll shine for you
Whoa oh, I'm feeling you baby
Don't be afraid to
Jump then fall
Jump then fall into me
Be there, never gonna leave you
Say that you wanna be with me too
So I'm a stay through it all
So jump then fall
I like the way your hair falls in your face
You got the keys to me
I love each freckle on your face, oh
I've never been so wrapped up, honey
I like the way you're everything I ever wanted
I had time to think it oh, over
And all I can say is come closer
Take a deep breath then jump then fall into me
Cause Every time you smile, I smile
And every time you shine, I'll shine for you
Whoa oh, I'm feeling you baby
Don't be afraid to
Jump then fall
Jump then fall into me
Be there, never gonna leave you
Say that you wanna be with me too
So I'm a stay through it all
So jump then fall
The bottom's gonna drop out from under our feet
I'll catch you, I'll catch you
And people say things that bring you to your knees
I'll catch you
The time is gonna come when you're so mad you could cry
But I'll hold you through the night until you smile
Whoa oh, I need you baby
Don't be afraid, please
Jump then fall
Jump then fall into me
Be there, never gonna leave you
Say that you wanna be with me too
So I'm a stay through it all
So jump then fall
Jump then fall baby
Jump then fall into me, into me
Every time you smile, I smile
And every time you shine, I shine
And every time you're here
Baby I'll show you, I'll show you
You can Jump then fall, jump then fall
Jump then fall into me, into me, yeah
(this lyrics from http://taylorswift.com/releases#/release/2822)Taylor Swift
Tuesday, March 24, 2015
Sebuah Surat Untuk Si Huruf Kecil
Halo, perkenalkan nama saya Azmi. Apakah sebelumnya kau pernah mengenal orang bernama Azmi? ,
Sebut saja ini sebuah surat pendek karena saya hanya akan bercerita sedikit. Sejak kenal dirimu lewat twitter saya langsung mengetikkan namanu di mesin pencari google. Owh....ternyata kau memang seorang penyair, suka menulis puisi, seorang penulis, seorang pembaca kelas berat dan romantis. Baiklah mungkin saya sok tahu menyebutmu romantis tapi saya hanya mengatakan itu berdasarkan puisi-puisimu yang bertebaran di media sosial dan juga kicauan-kicauanmu. Saya menyukai ide-ide dan pemikiran-pemikiran yang kau sampaikan di tulisan-tulisanmu. Meski kita tidak pernah bertemu namun saya pernah mendengar suaramu, setidaknya ketika kau membaca puisi. Saya sering mendengarnya diam-diam. Saya harus berterima kasih pada si pembuat Soundcloud.
Hal yang paling menarik darimu adalah perpustakaan yang telah kau bangun di Makassar sana, yang sekaligus menjadi tempat tinggalmu. Perpustakaan itu kau sebut Katakerja. Foto-foto perpustakaan dan buku-buku yang ada di ruangan itu sudah pernah kulihat sebagian yang kau bagi di instagrammu. Baiklah, harus diakui media sosial saat ini menjadikan sesuatu yang jauh menjadi dekat. Saya sangat ingin datang ke perpustakaan itu untuk membaca semua buku-buku koleksimu. Adanya Katakerja membuat saya semakin ingin berkunjung ke Makassar. Doakan saya semoga suatu saat nanti bisa ke Makassar dan main ke Katakerja.
Bulan depan buku kumpulan puisi terbarumu akan segera terbit, sedang buku kumpulan puisimu yang terdahulu saja belum saya dapatkan. Namun tak mengapa saya sudah tak sabar ingin segera membacanya. Pemikiran apalagi yang kau tulis di dalamnya?, saya penasaran.
Mungkin hanya ini yang ingin saya sampaikan. Terima kasih atas waktumu yang kau gunakan untuk membaca surat ini.
Monday, March 23, 2015
Sebuah Hal Sederhana Yang Jadi Kebiasaan Baik
Hal ini juga berlaku untuk adik saya yang paling kecil, yang kebetulan saat ini hanya dia yang menemani ibuk dan bapak di rumah. Dulu waktu dia belum kelas 5 SD seperti sekarang jika pulang sekolah setelah makan langsung pergi main tanpa memberitahu ibuk. Mungkin pada waktu itu untuk memberitahu ibuk juga sulit karena adik saya pasti pulang lebih dulu dari ibuk yang bekerja. Maka setiap ibuk pulang dari tempat kerja beliau jarang menemukan adik saya ada di rumah. Adik saya pasti pulang main ketika sore hari setelah lelah dan lapar serta waktunya mengaji. Terkadang ibuk harus pergi mencari adik saya jika sampai sore belum pulang, pergi mencari ke rumah-rumah temannya atau di lapangan dekat rumah, barangkali ia bermain disana. Seringkali ibuk merasa khawatir karenanya.
Namun, saat ini ada sebuah hal sederhana yang dilakukan adik saya agar ibuk tidak khawatir lagi ketika tidak menemukan dirinya di rumah, yaitu memberitahu ibuk kemanapun ia pergi dengan cara menulis pesan. Ya...menulis pesan. Sebuah hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Seperti kata ibuk di telpon kemarin, ketika saya menanyakan adik saya kemana, ibuk mengatakan kalau adik saya sedang pergi main bola ke lapangan, dia menulis pesan di pintu.
Kalimat pesannya seperti ini:
"Ibuk, Udik pergi main bola ke lapangan, tadi sudah sholat djuhur di masjid"
Waaa....saya terpesona dengan pesan yang ditulis adik saya, karena lebih-lebih dia mengatakan sudah sholat djuhur di masjid. Alhamdulillah kedua adik laki-laki saya selalu sholat berjamaah di masjid. Kata ibuk itu bukanlah pesannya yang pertama, jika ibuk belum pulang dan dia mau pergi main dia pasti menulis pesan dan menempelkannya di pintu.
Buat saya ini adalah hal yang luar biasa dan membuat bahagia. Adik saya sudah tidak membuat khawatir lagi, tidak membuat ibuk harus mencari-cari dia lagi karena tidak tau dia pergi kemana. Sudah besar rupanya adik kecilku, padahal baru kelas 5 SD. Dan dia mulai menulis, setidaknya dengan menulis pesan otaknya sudah berpikir tentang bagaimana menulis. Itulah satu hal sederhana yang jadi kebiasaan baik adik saya saat ini. Semoga semakin banyak hal-hal baik yang ada pada dirimu ya dek ^^
Friday, March 20, 2015
Suatu Sore Yang Hujan Di Jalan Kaliurang
Bersama dengan seorang teman aku memilih berteduh di C****e k yang ada di tepi Jalan Kaliurang. Sambil menunggu hujan reda aku memesan segelas kopi panas. Aku duduk menghadap jendela memperhatikan lalu lalang kendaraan di depanku. Seperti biasa, Jalan Kaliurang pada sore hari selalu ramai. Ramai dilalui oleh orang-orang yang pulang dari tempat aktifitas. Hujan masih turun, namun tidak menyurutkan niat beberapa pengendara motor untuk menerobos hujan. Mereka seperti takut untuk datang terlambat ke tujuan selanjutnya. Pilihan masing-masing orang memang berbeda-beda pikirku.
Menunggu hujan reda kulewati dengan mengobrol santai dengan temanku sambil sesekali menyeruput kopi panasku. Hujan belum juga memberikan tanda bahwa ia akan segera berhenti. Basah sudah semua bagian Jalan Kaliurang karenanya. Di beberapa tempat ia menciptakan genangan, tentu saja bukan genangan yang jernih. Genangan tersebut akan membuat sepatumu kotor jika melewatinya.
Di tengah hujan yang masih turun seorang gadis dengan payung ungu muncul di parkiran tepat di depan pandanganku. Seorang gadis lain dari C****e k keluar menyambutnya. Mereka mengobrol di bawah payung ungu. Mau tak mau aku memperhatikan kedua gadis yang mengobrol itu. Semenit dua menit tiga menit…….aku merasa mengenal gadis yang membawa payung unggu itu, aku seperti pernah melihatnya sebelumnya. Aku merasa familiar dengan gadis itu. Otakku berpikir cepat mencari jawaban siapa gadis yang membawa payung ungu itu. Akhirnya ingatanku melayang pada seorang gadis yang kukenal 5 tahun lalu dari sebuah sosial media. Ya….sekarang aku ingat, wajah gadis itu ada disana. Kami berteman di dunia maya. Pada tahun-tahun awal aku sangat ingin mendekatinya namun ia masih menjaga jarak. Aku tidak menyalahkannya, lagipula siapa yang rela percaya begitu saja pada orang yang hanya dikenalnya dari sosial media. Pendekatanku pun semakin sulit karena daerah asal kami yang sangat berjauhan. Lambat laun kami tak lagi berkomunikasi di jejaring sosial. Sampai akhirnya aku sekarang telah menjadi seorang suami dari seorang perempuan cantik dan baik hati di kampung halamanku.
Diriku menduga-duga apa gadis itu juga melihatku, apakah ia mengenaliku. Aku ingin menyapanya, ingin berkenalan secara nyata. Ingin berbincang dengannya sebagai teman lama yang tidak pernah bertemu.
Sore itu hujan turun di Jalan Kaliurang dan takdir Tuhan yang lain tengah bekerja padaku. Aku bertemu dengan teman lama yang sebelumnya hanya kulihat gambarnya. Siapa yang menyangka aku akan bertemu dengannya di Jalan ini. Ingin sekali aku mendekat dan menyapanya, namun nyatanya aku hanya bisa memperhatikannya dari balik jendela. Tak kupercaya akhirnya aku melihatnya secara langsung. Seorang gadis manis yang selalu tersenyum itu.
Wednesday, March 18, 2015
Sebuah Perayaan Cinta
Saya bela-belain pulang ke Lombok, demi menghadiri pernikahanmu (terima kasih pada sponsor *kedipinmata) :D. Beruntung saya bisa turut hadir di acara akad nikah sedangkan dua orang sahabat lagi tidak bisa hadir karena harus masuk kerja pada hari sabtu itu. Sesampainya di tempat akad nikah, keluarlah mempelai perempuan yang kecantikannya tiada duanya dengan kebaya putih. Duh….sampai pangling. Setelah mendengar kata sambutan keluarga dan nasehat pernikahan maka acara ijab kabulpun dimulai. Si mempelai laki-laki terlihat grogi, namun akhirnya ijab kabul berjalan lancar. Saaahh......
Sementara saya menahan haru, si temen saya alias pengantin perempuannya berbisik bahwa kakinya kesemutan....Jadi pengen ngakak dibuatnya..haha...Sehabis acara tidak afdol kalo tidak selfie kan :p
Besoknya, hari minggu tanggal 15 dilangsungkan acara resepsi. Tempat resepsi dengan rumah kami berjarak sekitar satu jam perjalanan. Dari pagi kami bertiga (saya, kiki, dije) sudah heboh, sibuk siap-siap kondangan. Menyiapkan baju yang kece dan dandan yang cantik, biar pengantinnya kalah cantik *loh
Inilah penampakan kami di tempat acara:
Pengantinnya memakai baju pengantin adat sasak :))
Tempat resepsi penuh oleh tamu-tamu yang tidak henti berdatangan. Lihatlah...banyak sekali yang mendoakan pernikahan kalian. Sangat membahagiakan.
Sebuah perayaan cinta telah berlangsung, telah disatukan dalam ikatan halal nan suci. Tiada lagi yang tak halal dan membawa pahala, bahkan lirikan matapun jadi penggugur dosa...cieee *iritothemax
Tiada yang lebih membahagiakan melihat kalian bersanding di pelaminan dengan bibir yang tak hentinya tersenyum. Bahagia.
Senyum pengantinnya kece badai :D
Semoga Alloh mengaruniakan barakah kepadamu dan atasmu, serta menghimpun kalian dalam kebaikan. Penuh kebahagian, saling menjaga sampai akhir hayat dan punya banyak anak.
:))















