Friday, January 24, 2020

#MarriedLife: Pregnancy Story - Kelas Persiapan Menyusui


Beberapa waktu lalu saya mengikuti kelas persiapan menyusui. Senang sekali waktu tahu info tentang kelas ini. Maklum saja, sebagai calon ibu baru saya tentu tidak bisa berdiam diri. Harus belajar dan mencari tahu informasi sebanyak banyaknya tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan ibu baru. Tidak menyia nyiakan kesempatan saya langsung saja daftar untuk ikut kelasnya. 
Mengikuti kelas persiapan menyusui ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang per-ASI-an saja tapi juga mempertemukan saya dengan sesama ibu hamil. Lumayan memberikan penyegaran buat saya karena bisa saling sharing tentang kehamilan, dokter dan rencana persalinan. Beberapa ibu hamil tersebut juga memiliki usia kehamilan yang tidak jauh beda dengan saya. Jadi merasa senasib sepenanggungan...hihi. 

Kelas persiapan yang saya ikuti ini diadakan oleh Dolphin's Club Lombok (IG @parenting_yogaformom) di bawah asuhan dr. Kiki atau yang dikenal dengan dr. Sarah Aesthetic Clinic. Beliau adalah pengajar prenatal yoga yang telah tersertifikasi. Pada kelas persiapan menyusui ini, hadir sebagai narasumber yaitu mba Ifa dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) NTB. Mba Ifa adalah konselor ASi yang sudah tersertifikasi sejak 2017. Beliau sudah memiliki pengalaman mendampingi banyak ibu menyusui agar sukses menyusui dan gencar memberikan edukasi tentang menyusui melalui berbagai platform.

Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Berbagai pengetahuan penting saya dapatkan dari kelas ini. Hal pertama adalah tentang pentingnya IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dilakukan. IMD sudah diatur dalam peraturan menteri kesehatan agar wajib dilakukan jika tidak ada kendala medis antara bayi dan ibu satu jam setelah bayi dilakukan. Kegiatan ini sangat penting karena akan merangsang kemampuan bayi untuk menyusu pada ibu, mempererat hubungan ibu dan bayi, dan memberikan rasa relaksasi kepada ibu. Keberhasilan menyusui selama dua tahun sedikit tidak dipengaruhi oleh kegiatan IMD yang dilakukan di jam pertama kelahiran bayi. Maka tidak mengherankan kalau penting untuk memilih dokter/bidan/nakes lainnya/rumah sakit yang pro terhadap IMD. Karena merekalah yang akan membantu proses IMD. Di buku KIA juga telah disinggung tentang IMD, dan saya baru benar benar paham setelah mengikuti kelas ini.

Fakta Dan Mitos Seputar ASI

Faktanya, ASI telah diproduksi di trimester kedua kehamilan. ASI tersebut akan keluar ketika bayi dan plasentanya telah dilahirkan. Secara alamiah pasti akan keluar. Ibu yang lahiran normal ASInya akan deras di hari ketiga setelah melahirkan. Sedangkan ibu yang lahiran dengan SC ASInya akan deras di hari kelima setelah melahirkan. 

Kalau begitu, sebelum ASI mengalir deras si bayi minum apa dong? ~ Bayi telah mendapatkan kolostrum yaitu jenis susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu di akhir masa kehamilan. Kolostrum mengandung antibodi dan imunoglobulin yang tinggi sehingga akan menjaga kekebalan tubuh bayi. Kolostrum dirancang sebagai asupan pertama bayi di hari kelahirannya. Bayi tidak akan kelaparan karena masih punya cadangan lemak coklat di punggungnya yang dijadikan sumber energi. Itulah sebabnya berat badan bayi biasanya akan turun di seminggu kelahirannya, namun akan kembali naik ketika ASI sudah banyak diberikan alias ASInya sudah deras. Kalau bayi menangis tinggal didekap atau dipeluk oleh ibu, dipuk puk. Lagian lambung bayi seminggu setelah lahir masih sebesar kelereng kecil. Masih kecil banget ya. Tapi tentu harus diingat bahwa bayi harus tetap diajarkan untuk menyusu meskipun ASI belum keluar deras. Jangan sampai memberikan susu formula kepada bayi. Sang ibu harus tegas untuk mencegah pemberian sufor sebelum ASI deras. Yang tentu harus disupport penuh oleh suami. Indikator bayi terpenuhi asupannya meskipun belum mendapatkan ASI banyak adalah dengan mengecek buang air kecilnya. Normalnya bayi akan buang air kecil 8 kali dalam 24 jam.

Perlu diingat bahwa pemberian susu formula boleh dilakukan. Nggak haram kok. Tapi tentu itu bagi ibu dan bayi dengan indikasi medis tertentu dan harus dengan pengawasan dokter. Bagi ibu dan bayi yang normal dan sehat, mendapatkan ASI tentu lebih baik. Jangan sampai membuat ibu stress.

Ada informasi yang mengatakan kalau bayi akan menyusu setiap dua jam sekali. Ternyata informasi tersebut hanyalah mitos. Faktanya bahwa bayi harus disusui sesering mungkin, semau bayi. Bayi kan tidur 10 sampai 12 jam dalam 24 jam. Apalagi kalau newborn (bayi muda) tidur bisa sampai 20 jam dalam 24 jam. Nah maka maanfaatkan waktu tersebut untuk menyusui bayi. Jika bayi tidur 4 jam maka harus dibangunkan untuk menyusu. Selama masa tidurnya kan pasti bayi akan terbangun karena merasa lapar atau hal lainnya. Maka susui saja si bayi, sampai kenyang atau tidur kembali. 

Menyusui bayi sesering mungkin juga menjadi langkah nyata yang harus dilakukan agar produksi ASI semakin besar atau banyak. Karena harus diingat prinsip ASI adalah SUPPLY and DEMAND. Semakin banyak perminataan maka penyediaan akan semakin banyak pula. Menyusui secara langsung ataupun dengan memompa sama sama memberikan efek produksi ASI meningkat. Kalau ingin mendapatkan ASI yang berkualitas penuh lemak, protein dan gizi lainnya maka ibu bisa mengkonsumsi banyak kacang kacangan. Wah ini sih kesukaan saya...hihi. Ibu menyusui pantangan makannya sedikit jadi silahkan dimanfaatkan. Makan apa saja yang membuat Happy ~ jangan sampai ibu stress. Karena stress akan berpengaruh langsung terhadap produksi ASI. Tapi yaa diperhatikan juga kesehatan dan kebersihan makanannya ya.

Eh iyaa ibu juga harus mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gas karena akan mempengaruhi si bayi. Ntar bayi bisa kembung. Tanda bayi kembung adalah ketika bayi kentut maka kotoran akan ikut keluar. Buang air besar pada newborn biasanya terjadi setelah tujuh hari kelahiran dan berwarna hitam. Setelah itu akan berwarna kuning keemasan. Ini adalah tanda bahwa bayi cukup mendapatkan ASI. Jadi indikator kecukupan ASI pada bayi adalah dengan memperhatikan BAK dan BAB bayi. Selain itu tentu juga memperhatikan BB (Berat Badan) dan TB (Tinggi Badan) bayi.

Manajemen ASI Perah (ASIP)

Bagi ibu bekerja yang baru memiliki bayi  manajemen ASIP tentu harus betul betul dipahami. Agar proses menyusui tetap berjalan lancar. Berbagai peralatan tambahan harus dimiliki, antara lain alat pompa ASI, cooler bag, kulkas dengan freezer atau kulkas freezer khusus ASIP, sterilizer, cup feeder dan alat pendukung lainnya. Banyak yaa, iyaa butuh modal ... wkwk. 

Wadah untuk menyimpan ASI lebih disarankan menggunakan botol kaca dengan tutup melingkar. Hal ini untuk lebih menjaga kualitas ASI dan tentu cinta lingkungan karena bebas plastik. ASI dapat bertahan selama 4 sampai 6 jam di suhu ruang. Jika disimpan di cooler bag ASI dapat bertahan selama 24 jam. Dalam chiller kulkas ASI bertahan selama 4 hari. Freezer kulkas dua pintu ASI dapat bertahan hingga 6 bulan. Sedangkan jika disimpan Di kulkas freezer khusus ASI, maka ASI tersebut dapat bertahan hingga 1 tahun lamanya. 

ASI untuk newborn biasanya bersuhu 37 derajat celcius. Sedangkan kalau untuk bayi yang lebih besar suhunya terserah kesukaan si bayi. Ibu bisa mengetes dulu suhu ASI tersebut sebelum diberikan kepada bayi. Harus diingat bahwa perubahan suhu yang drastis dapat merusak ASI. Oleh sebab itu sebelum ASI diberikan kepada bayi, ASI tersebut harus diturunkan dulu dari freezer ke chiller. Setelah setengah mencair baru dihangatkan. Proses penghangatan bukan dilakukan di atas kompor langsung ya, tapi cukup dengan air panas. Barulah kemudian diberikan kepada bayi dengan menggunakan cup feeder atau pipet tetes. Pemberian ASI dengan botol dot tidak disarankan karena dapat menyebabkan bayi bingung puting. Karena ternyata eh ternyata ketika menyusu langsung pada ibu terdapat 1 otot bayi yang bekerja. Sedangkan kalau pakai botol dot hanya satu otot bayi yang bekerja. Si bayi kan pintar yaa ~ maka yaa udah deh aku milih pakai botol dot aja, nggak susah susah amat otonya. Padahal pergerakan otot itu penting untuk merangsang pertumbuhan bayi yang optimal. Tapi ada juga bayi yang ternyata tidak bingung puting walaupun pemberian ASInya campur campur, kadang pakai botol dot kadang menyusu secara langsung. Tapi nggak ada salahnya mencegah kan yaaa.

Dalam memberikan ASIP harus diingat prinsip FIRST IN FIRST OUT. ASIP yang pertama masuk freezer maka itulah ASIP yang pertama dikeluarkan untuk diberikan kepada bayi.

***

Nahh, itulah beberapa pengetahuan baru yang saya dapatkan seputar ASI. Sangat bermanfaat, dan memberikan ilmu sebagai landasan dalam bertindak ketika bayi lahir nanti. Sesungguhnya ya saya lebih deg degan dengan proses menyusui nanti dibandingkan dengan proses melahirkan. Takut ASInya sedikit, takut prosesnya lambat dan takut stress...haha. Tapi tentu saya tidak akan menyerah, ibu harus gigih untuk memberikan ASI selama dua tahun. Pak suami juga tidak kalah mendukung. Karena support pak suami adalah nomor satu. 

Semoga proses meng-ASI-hi saya nanti berjalan dengan lancar. Ibu Bapak dan Bayi happy! 

Semoga sharing ini bermanfaat ya. 

Much Love!
A.

No comments:

Post a Comment