Tuesday, June 15, 2021

Setahun Tanpa Televisi

Sebuah rahasia kecil akan saya bagi hari ini, bahwa di rumah kami tidak ada televisi. Televisi yang kami beli di masa awal menikah dulu sudah lama rusak. Dan kami tidak berniat memperbaikinya karena setelah tanya sana sini untuk memperbaikinya perlu biaya yang hampir sama dengan harga televisi baru. 

Lalu kenapa tidak beli televisi baru saja? ya karena kami tidak mau, belum mau tepatnya. 

Saya bersyukur televisi ini rusak bertepatan dengan lahirnya Katya. Itu berarti saya tidak perlu membiarkan Katya menonton televisi, dia belum butuh/perlu menonton televisi. Jika ada televisi, bagi saya sendiri mengontrol televisi yang ada di rumah mungkin bisa, saya tinggal tidak menyalakannya. Namun menjadi sulit ketika ada keluarga di luar keluarga inti yang kebetulan sedang berkunjung. Terkadang televisi akan dinyalakan sebagai hiburan. 

Sudah setahun rumah kami tanpa televisi, dan kami baik baik saja. Tidak ketinggalan hot topik dunia ataupun berita terkini. Sosial media mengantarkan berita lebih cepat dari gelombang televisi. Ada atau tidaknya televisi di rumah tidak memberikan dampak apapun. Malah bagus, bayar listrik bisa berkurang. 

Kami tidak berencana tidak punya televisi untuk seterusnya, suatu saat kami akan beli televisi tapi menunggu waktu yang tepat. Mungkin ketika Katya sudah lebih besar sehingga dia bisa belajar melalui televisi. Tentu dengan berlangganan channel channel bermutu yang sudah kami pilih untuknya. Karena generasi Katya tidak mungkin dipisahkan dari dunia digital yang entah akan semakin canggih di masa depan. Jadi Katya juga akan bersentuhan dengan gadget, baik berupa televisi ataupun smartphone. Yang harus kami lakukan adalah memberikan batasan agar perkembangan yang diterima oleh Katya seimbang. Nggak mau kebablasan juga kan. Bismillah bisa!

Apa yang televisi siarkan saat ini? apakah masih dengan sinetron ratusan episode? sinetron sinetron bias gender? berita berita kriminal? gosip gosip artis sampai ke akar akarnya? 

Sedih ya :')

Tapi saya tahu bahwa bisa saja kadang hanya televisi yang menjadi penghiburan sebagian orang. Hanya mellaui tontonan televisi ia bisa memalingkan diri dari rasa lelah dan kepahitan hidup. Maka pliss pihak yang berwenang sajkanlah tontonan yang baik, bagus dan bermutu di televisi itu. Karena urusan ini banyak banget kaitannya dengan politik sosial ekonomi masyarakat. Rumit. Banget. Pusing.

Setahun tanpa televisi membuat kami hampir lupa kalau alat elektronik tersebut pernah menjadi idola di masa kanak kanak kami dulu. Kami lupa kalau televisi pernah menjadi lambang kemakmuran. Kami tidak lagi mencari cari remote televisi. Dan yang paling penting adalah tanpa televisi rumah kami tetap hidup. I love it. 

Terima kasih sudah membaca rahasia ini gaes ~

No comments:

Post a Comment