Sunday, March 29, 2020

#MarriedLife: Setelah Satu Bulan Melahirkan

Kini saya sudah bisa tersenyum lega, sudah lebih tenang, lebih rileks, sedikit lebih paham, dan lebih percaya diri dalam mengurus Katya. 

Kini Katya sudah berumur 40 hari, sudah lebih dari satu Bulan ternyata. Pipinya sudah lebih gembul, kulitnya jadi lebih mantap, badannya lebih berisi. Ia sudah pintar mengeluarkan suara suara, mengangkat badannya sebagai sinyal untuk digendong, mengisap tangannya sebagai tanda lapar, menggerakkan badannya seolah mau tengkurap, menunjukkan berbagai ekspresi wajah sampai mengeluarkan tangisan tangisan manja yang suka saya dengar. Katya kini sudah bisa diajak bermain, tidak hanya tidur seharian.

Saya bisa menceritakan hal tersebut di hari ke 40 usianya, karena di awal kelahirannya tidaklah begitu. 

Sepulang dari rumah sakit, saya menyadari bahwa saya panikan. Saya panik tiap kali Katya menangis, saya khawatir tidak bisa menyusui Katya dengan baik. Merasa deg degan tiap kali Katya mau menyusu. Saya takut pelekatannya akan sulit, hingga dia akan menangis keras karena putus asa. Dan ya, itu membuat saya semakin panik. Sebagai ibu baru pengalaman menyusui kali ini tentu saja menjadi hal yang baru juga. Meski saya menyiapkan diri dengan mengikuti kelas persiapan menyusui sebelum melahirkan, menghadapi kenyataannya tidaklah semudah itu. Saya masih kaget dengan perubahan drastis yang terjadi. Kaget menyadari ada yang bergantung 100 % pada diri ini. 

Saya berkonsultasi dengan konselar ASI untuk mendapatkan pencerahan dan paling tidak menenangkan saya dalam proses menyusui. Setelah konsultasi saya semakin paham apa yang dibutuhkan oleh si bayi dan bagaimana menghadapinya. Intinya jangan panik, Ibu harus lebih dulu merasa nyaman, tenang dan senang agar proses menyusui berjalan lancar. Saya dan Katya sama sama belajar bagaimana seharusnya proses menyusui. Dan sekarang dia semakin pintar menyusu. Hal yang membuat saya sangat bersyukur adalah ASI saya langsung deras, tidak ada kendala meskipun saya melahirkan dengan cara operasi caesar. 

Hal yang mengagetkan lainnya adalah begadang yang harus saya jalani di masa awal awal kelahiran Katya. Beneran deh, saya sampai stress, pusing, merasa kelelahan dan sangat mengantuk. Katya kadang ngajakin begadang di malam hari sampai lima jam. Nggak lima jam sekaligus sih, tapi di antara lima jam itu dia bolak balik menyusu tidur cuma 15 menit bangun menyusu sampai 30 menit. Saya jadi harus menyusui sambil mengangguk angguk menahan kantuk. Di tengah rasa ngantuk yang mendera saya jadi mudah kesal, pernah juga sampai nangis nangis...haha. Kalau diingat sekarang sih jadi lucu.

Begadang menjadi begitu berat buat saya Karena saya tidak biasa begadang. Jaman sekolah/kuliah saya lebih memilih untuk tidur dulu untuk bangun dini hari kemudian menyelesaikan tugas yang belum selesai. Setelah bekerja paling mentok saya tidur jam 10 malam. Saya lebih memilih menyelesaikan pekerjaan pekerjaan di siang hari biar bisa tidur nyenyak di malam hari. 

Di satu Bulan pertamanya Katya sudah mencapai banyak milestone sesuai umurnya. Itu membuat saya bersyukur. Ia tumbuh sehat. Sudah menjalani imunisasi di Bulan pertama. Kenaikan berat dan tinggi badan. Dan makin bikin gemeess. Saat ini tidur malamnya sudah lebih teratur. Kami bertiga sudah bisa menikmati tidur dengan baik. Nggak bikin ibunya jadi zombie lagi di pagi hari...wkwk

Beruntung punya super tim yang sangat hebat. Pak suami yang selalu lebih tenang since day one, yang selalu nyiepin cemilan dan minuman di kamar, yang selalu sigap mijitin kalau saya bilang pegel. Padahal besok paginya harus ngantor tapi tetap ikut bangun nemenin begadang. Luv! ~ kalau sekarang sudah bisa tidur nyenyak terjadwal ya.

Katya, yuk sama sama kita belajar. Sehat terus ya sayangku.

Much Love!
A.

No comments:

Post a Comment