Sunday, August 16, 2015

17 Agustus: Memaknai Kemerdekaan di Hari Kemerdekaan

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesiaku :))


indonesia-spirit1

sumber gambar: legacyinwords.wordpress.com


Tidak terasa 70 tahun sudah Indonesia merdeka. Jika diibaratkan manusia di umur 70 tentu ia sudah banyak makan asam garam kehidupan. Sudah tahu banyak tentang kehidupan dan sudah mencapai beberapa impiannya dalam hidup. Manusia yang telah berumur 70 tahun paling tidak ia telah memberikan banyak manfaat bagi banyak orang yang ada di sekitarnya. Telah menjadi orang yang disegani dan didengar oleh orang lain.

Bagaimana dengan Indonesia?

Apakah Indonesia telah menjadi seperti manusia pada usia 70 tahun?. Mungkin sudah atau mungkin juga belum. Hal itu tergantung dari sisi mana kita melihatnya, karena Indonesia sangatlah kompleks. Jika dibandingkan dengan Negara-negara maju saat ini tentu masihlah jauh. Lihat angka tahun kemerdekaan mereka, sudah ratusan tahun yang lalu. Mereka juga tentu saja pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Indonesia saat ini. Tetapi yang membuat mereka berbeda dari Indonesia adalah mereka begitu cepat berubah, begitu cepat belajar dari masa lalu hingga membuat mereka menjadi Negara yang maju. Sedangkan Indonesia begitu lambat dalam berubah. We are on the track.

Apa makna kemerdekaan untukmu?

Secara individu saya telah merasakan kemerdekaan. Saya tidak terikat pada apapun yang mengekang keinginan saya kecuali pada hal-hal yang memang menjadi tanggung jawab saya. Keluarga saya juga memberikan kebebasan dalam memilih apapun yang saya inginkan dalam hidup. Kecuali akhir-akhir ini ibuk saya terus-terusan mendesak untuk segera menikah …..hahaha, #baiklah, abaikan ini #plak. Kembali serius ya, makna kemerdekaan bagi saya adalah ketika kamu bebas menentukan apapun dalam hidupmu tanpa interfensi orang lain. Namun merdeka yang berarti bebas adalah bebas yang bertanggung jawab. Sebagai manusia yang hidup bermasyarakat kita tidak mungkin tidak mempertimbangkan keberadaan orang lain dalam mengambil keputusan. Disitulah gunanya hati nurani.

Kemerdekaan Indonesia,

70 tahun Indonesia apa yang telah terjadi. Dilihat dari awal kemeredekaan Indonesia tentu saja banyak sekali hal yang telah terjadi, telah mengubah wajah Indonesia menjadi lebih baik (atau lebih buruk?). Namun saya hanya ingin menyinggung beberapa hal menarik yang telah terjadi, dan ini menurut saya adalah perubahan yang baik. Memasuki 70 tahun merdeka, Indonesia telah mempunyai konsen yang lebih pada kewaspadaan terhadap bencana. Kejadian tsunami tahun 2004 telah memberikan paradigma baru mengenai bencana. Sejak saat itu para ahli, akademisi dan pemerintah bahu membahu untuk memperbaiki penanganan bencana di Indonesia. Saat ini telah banyak dibentuk badan yang khusus mengurusi bencana. Telah banyak jurusan-jurusan kuliah yang khusus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan bencana dan lingkungan. Indonesia adalah salah satu Negara yang paling rawan terhadap bencana, baik bencana alam maupun bencana buatan. Saya rasa konsen pemerintah ke bidang ini adalah hal yang bagus. Semoga penanganan bencana di Indonesia menjadi semakin baik, bukan hanya pemerintah saja yang sadar bencana namun juga masyarakatnya.

Hal baik lainnya yang telah terjadi adalah peningkatan minat baca dan penurunan angka buta aksara masyarakat Indonesia. Saya lupa berapa angka yang menunjukkan hal itu, tetapi yang jelas peningkatan minat baca orang Indonesia telah meningkat meskipun sangat lambat. Peningkatan itu ada, tetapi sangat lambat jika dibandingkan Negara lain. Harapan saya sih semoga akses masyarakat Indonesia untuk mendapatkan buku menjadi lebih mudah agar masyarakat di pelosok negeri juga bisa merasakan nikmatnya membaca buku. Akses buku yang mudah juga tentu saja bisa mengurangi buta aksara di negeri ini. Bagaimana mau memberantas buta aksara kalau yang mau dibaca aja nggak ada. Semangat terus kepada orang-orang yang dengan berani terjun ke pelosok-pelosok Indonesia untuk mengalirkan semangat membaca dan belajar.

Namun akhir-akhir ini ada hal menarik lainnya yang telah terjadi menjelang hari kemerdekaan Indonesia. Di surat kabar dan di sosial media heboh berita ribuan mahasiswa yang melamar menjadi Go-Jek, tergiur gaji 6 juta perbulan. Apa makna dari kejadian ini?. Terlihat dengan jelas bahwa Indonesia krisis (benar-benar krisis) lapangan pekerjaan. Selain itu, hal pahit lainnya adalah anak muda negeri ini kekurangan ide dan inovasi. Hilang sudah semua idealisme semasa kuliah, mentok saja di bangku kuliah. Ini adalah pe-er besar bagi pemuda penerus bangsa ini, termasuk diri saya sendiri.

Hal yang lebih heboh lagi adalah persis dua hari sebelum hari kemerdekaan Indonesa (17/8) jutaan orang konsen pada kejadian seorang pengendara sepeda dengan gagah berani menghalangi para pengendara moge yang sedang konvoi yang mau menerobos lampu merah. Akses internet yang hari ini begitu mudah, kejadian ini menyebar dengan sangat cepat. Kejadian ini juga dekat dengan saya karena terjadi di Jogja. Pada hari itu saya juga mengendarai motor di Jalan Kaliurang, saya merasakan macet yang luar biasa. Ternyata ada rombongan moge yang melintas, tentu saja pakai kawalan polisi. Waktu itu, dalam hati saya bilang “kok aneh sih, kenapa mereka mesti dikawal polisi”. Dari pengamatan saya padahal mereka tidak melakukan kegiatan yang mendesak, hanya seperti sekelompok orang yang melakukan hobi, yang hanya membuat mereka senang. Banyak yang tidak setuju dengan para pengendara moge yang sedang konvoi karena mereka berisik dan seenaknya di jalanan (melanggar marka jalan dan lampu merah). Hal yang lebih membuat miris adalah mereka di kawal polisi, oh my God. Beberapa waktu kemudian humas polisi DIY memberikan konfirmasi dengan menyebutkan pasal-pasal bahwa pengawalan konvoi moge (misalnya) dapat dilakukan dan mereka juga berhak lolos di lampu merah. Namun sepertinya pak polisi lupa membaca sambungan pasal yang ia sebutkan. Semakin kelihatan deh salahnya. Konvoi moge kemarin sudah jelas tidak termasuk pada keperluan darurat seperti penanganan bencana ataupun huru hara. Masak iya sih pengguna jalan yang lain harus mengalah, padahal semua orang punya hak dan kewajiban yang sama di area umum seperti jalan raya. Miris saja melihat kejadian seperti ini. Jangankan menegakkan hukum untuk para koruptor, penegakan hukum di jalan raya saja masih jauh panggang dari api. Penegakan hukum di segala bidang adalah hal mutlak yang harus dilakukan jika ingin Indonesia benar-benar merdeka.

Memang benar Indonesia sudah terlepas dari para penjajah secara fisik, namun penjajah yang tidak terlihat masih mengelilingi Indonesia. Memberantas penjajah yang tidak terlihat inilah yang lebih sulit. Kemerdekaan yang sebenarnya adalah ketika kita mandiri secara ekonomi, mandiri teknologi dan ipteknya, bebas dari hutang, Negara kita bebas dari korupsi, dan menjunjung tinggi penegakan hukum. Semoga para pemuda penerus bangsa dapat mewujudkannya suatu saat nanti.

Kepada para pejuang bangsa yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan terima kasih….#sungkem. Semoga mengenangmu tidak hanya dengan upacara bendera, namun dengan menerapkan semangat juangmu dalam semua hal bermanfaat yang kami lakukan. Demi meningkatkan taraf hidup kami pribadi, keluarga, nusa dan bangsa.

#salam merah putih

No comments:

Post a Comment